JAKARTA — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mengungkap 774 kasus pelanggaran disiplin aparatur sipil negara (ASN) hingga akhir April 2026 sebagai bagian dari upaya penguatan integritas internal.
Inspektur Jenderal Kemenimipas Yan Sultra mengatakan ratusan kasus tersebut telah diproses dengan penegakan disiplin yang tegas dan transparan.
Penegakan hukuman disiplin dilakukan secara objektif dan tidak tebang pilih untuk memperkuat integritas ASN,” ujar Yan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/4).
Dari total kasus, sebanyak 212 merupakan pelanggaran ringan, 341 pelanggaran sedang, dan 159 pelanggaran berat. Sementara 62 kasus lainnya masih dalam proses penjatuhan sanksi.
Kemenimipas mencatat pelanggaran paling banyak dilakukan oleh pegawai di lini pelayanan publik dan pengamanan. Sanksi juga menjangkau pejabat struktural dari eselon IV hingga kepala kantor wilayah.
Secara demografis, pelanggaran didominasi ASN berusia 30 hingga 40 tahun dengan golongan II dan III.
Sebanyak 71 pegawai telah diberhentikan akibat pelanggaran berat, termasuk tidak masuk kerja tanpa keterangan, tindak pidana, serta pelanggaran ketentuan perkawinan dan perzinahan.
Yan menegaskan seluruh proses penindakan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021, dengan mempertimbangkan tingkat kesalahan secara proporsional.
Selain penindakan, Kemenimipas juga melakukan pembinaan mental terhadap 365 pegawai di Pulau Nusakambangan guna meningkatkan kedisiplinan dan mendorong perubahan perilaku.
Langkah pencegahan turut diperkuat melalui pengembangan SDM, penerapan sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP), manajemen risiko, serta sistem peringatan dini berbasis pelaporan harta kekayaan dan perilaku kerja.
Kami tidak memberi toleransi terhadap pelanggaran dan tidak ada perlindungan bagi pelanggar,” tegas Yan.
Kemenimipas juga mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pengawasan melalui kanal pengaduan seperti SP4N Lapor.
Ke depan, Kemenimipas berkomitmen memperkuat sistem pengawasan guna memastikan ASN bekerja profesional dan menjunjung tinggi integritas.




































