JAKARTA – Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) menyampaikan apresiasi atas kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mengawal peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang berlangsung di Jakarta dan sejumlah kota besar lain dengan situasi relatif aman, tertib, dan kondusif.
Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Hasibuan, menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari perencanaan matang serta pendekatan strategis yang diterapkan Polri jauh sebelum hari pelaksanaan. Ia menekankan bahwa pengamanan tidak hanya mengandalkan kekuatan personel di lapangan, tetapi juga didukung oleh komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait.
“Kita mengapresiasi kinerja Kapolri bersama seluruh jajaran Polda yang mampu menjaga peringatan May Day berlangsung damai dan kondusif,” ujar Edi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Menurut Edi, yang juga pernah menjabat sebagai anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2012-2016, Polri menunjukkan pendekatan preventif melalui langkah-langkah antisipatif. Salah satunya dengan membangun komunikasi yang konstruktif bersama elemen buruh, termasuk melalui pertemuan antara Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelang peringatan May Day di kawasan Monumen Nasional (Monas).
Pendekatan dialogis tersebut, lanjutnya, menjadi faktor penting dalam meredam potensi gesekan serta memastikan aspirasi buruh tetap tersalurkan secara tertib dan sesuai koridor hukum. Selain itu, koordinasi lintas instansi juga dinilai berjalan efektif, menciptakan kesamaan langkah dalam menjaga keamanan.
“Sinergi antara aparat keamanan, instansi terkait, dan dukungan dari para buruh menjadi kunci utama. Ini menunjukkan bahwa pengamanan bukan hanya tugas Polri semata, tetapi merupakan kerja bersama,” katanya.
Lebih jauh, Edi menilai pola pengamanan yang mengedepankan pendekatan humanis patut dipertahankan dan ditingkatkan dalam agenda-agenda besar lainnya. Ia juga mengingatkan pentingnya evaluasi berkelanjutan guna memastikan standar pengamanan tetap adaptif terhadap dinamika di lapangan.
Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai keberhasilan pengamanan May Day tahun ini juga tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran peserta aksi dalam menjaga ketertiban. Hal ini mencerminkan adanya kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi di ruang publik.
Meski demikian, para pemangku kepentingan diharapkan tetap menjaga konsistensi dalam membangun komunikasi terbuka antara pemerintah, aparat keamanan, dan kelompok buruh. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus memastikan hak-hak demokratis masyarakat tetap terlindungi.
Dengan berakhirnya rangkaian peringatan May Day 2026 yang berjalan relatif lancar, publik berharap pola sinergi yang telah terbangun dapat menjadi model pengamanan kegiatan berskala besar ke depan, tidak hanya efektif menjaga keamanan, tetapi juga menjamin ruang kebebasan berpendapat tetap terjaga secara bertanggung jawab.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































