JAKARTA – Pemerintah menilai terciptanya perdamaian di Timur Tengah akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian global, termasuk bagi Indonesia. Selain memperbaiki prospek ekonomi dunia, kondisi tersebut juga dinilai mampu memperlancar rantai pasok global yang selama ini terganggu akibat konflik geopolitik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan stabilitas global menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, perdamaian akan meningkatkan kepastian pasar sekaligus memperkuat kepercayaan investor.
“Perdamaian selalu membuat hasil positif terhadap global outlook dan memperbaiki supply chain. Dua hal itu sangat berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia,” kata Airlangga dalam program Top Economy Metro TV, Sabtu (27/6).
Airlangga menjelaskan ketidakpastian akibat konflik geopolitik membuat investor lebih berhati-hati dalam menanamkan modal. Meski demikian, kawasan Indo-Pasifik masih dinilai menjadi tujuan investasi yang menarik karena didukung pertumbuhan ekonomi ASEAN di atas 4 persen dan stabilitas kawasan.
Di dalam negeri, pemerintah terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Langkah tersebut diharapkan mampu menahan tekanan arus modal keluar sekaligus menjaga likuiditas perbankan.
Selain itu, pemerintah juga memperluas akses pasar melalui proses aksesi Indonesia ke OECD, penyelesaian perundingan IEU-CEPA dengan Uni Eropa, serta keikutsertaan dalam CPTPP. Airlangga menyebut langkah tersebut akan membuka peluang ekspor yang lebih besar sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tengah perubahan lanskap ekonomi global.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026, pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun. Stimulus tersebut mencakup sektor transportasi dan pariwisata, program magang dan vokasi, serta bantuan pangan.
Pemerintah juga memperkuat strategi diversifikasi sumber energi dan bahan baku guna mengurangi ketergantungan terhadap satu negara pemasok. Di sektor pangan, pemerintah mengantisipasi potensi dampak El Nino melalui peningkatan produksi pertanian dan program pompanisasi di daerah rawan kekeringan.
Airlangga optimistis fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global.
“Ekonomi Indonesia dasarnya solid. Dan usahanya kuat. Jadi resilient. Makanya kita akan terus dorong agar selain resilience, nanti bisa memakmurkan masyarakatnya,” ujarnya.




































