Krisis Keamanan di Graha Indah: Pecah Kaca Ganda Picu Amarah Warga, Polsek Jatiasih Disorot

- Jurnalis

Minggu, 2 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi Pencurian. (Dok-Istimewa)

Foto: Ilustrasi Pencurian. (Dok-Istimewa)

BEKASI – Situasi keamanan di Perumahan Graha Indah, Kelurahan Jati Mekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, kini berada di titik nadir. Serangkaian kasus kriminal yang terjadi sepanjang tahun 2025 tanpa ada pelaku yang tertangkap, memuncak dengan insiden terbaru pencurian dengan pemberatan (Curas) modus pecah kaca mobil.

Informasi peristiwa penting ini, diterima redaksi, pada Minggu (2/11/2025). Tak hanya merugikan materi, tetapi juga menimbulkan sentimen mendalam di kalangan warga, yang merasa harga diri dan kehormatan mereka dilecehkan karena tamu mereka kini tak lagi aman.

Kinerja kepolisian, khususnya Polsek Jatiasih, disorot tajam karena dianggap lambat dan tidak mampu memberikan kepastian hukum dalam mengungkap berbagai kasus.

Insiden terbaru yang memicu amarah warga terjadi pada Kamis malam, (30/10/2025), sekira pukul 19.49 WIB, di Jl. Graha Indah III RT 003/014.

Dua mobil milik tamu yang sedang berkunjung ke kediaman Haji Mulyadi, seorang tokoh masyarakat setempat, menjadi sasaran aksi Curas dengan modus pecah kaca. Pelaku berhasil memecahkan kaca dua mobil sekaligus dan menggasak dua unit laptop yang tersimpan di dalamnya.

Kasus ini telah dilaporkan secara resmi dengan Nomor Laporan: LP/B/468/X/2025/SPKT.Sek. Jatiasih/Restro Bekasi Kota/Polda Metro Jaya, pada malam yang sama pukul 22.30 WIB.

Namun, hingga hari Sabtu, 1 November 2025, dua hari pasca-insiden, warga belum melihat titik terang atau langkah konkret dari kepolisian. Haji Mulyadi, korban sekaligus tokoh warga, mengungkapkan kekecewaannya.

​“Saya benar-benar kecewa. Tamu kehormatan saya datang berkunjung, tapi justru jadi korban kejahatan di depan rumah saya sendiri. Ini pelecehan bagi kami sebagai warga yang selama ini menjaga keamanan lingkungan,” ujar Haji Mulyadi dengan nada tegas pada Jumat, (31/10/2025).

“Kejadian ini menunjukkan bahwa pelaku sudah berani menantang rasa aman warga. Kami merasa tidak dihormati dan dilecehkan oleh tindakan para pelaku curas itu,” tambahnya.

Insiden pecah kaca ini memperpanjang daftar kasus kriminal yang “menguap” begitu saja di Graha Indah sepanjang tahun 2025. Warga mencatat, sejak Januari hingga Oktober 2025, telah terjadi:

• Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor)

​• Perampokan Mini Market

​• Penggergajian Ban Mobil

​• Berbagai kasus pencurian lainnya

Semua kasus tersebut diklaim warga belum membuahkan hasil penangkapan pelaku, yang memunculkan apatisme dan keraguan mendalam terhadap kinerja polisi, khususnya Polsek Jatiasih. Polisi dinilai tidak mampu memberikan rasa aman dan nyaman yang diamanatkan.

​Meragukan kinerja aparat, warga Graha Indah kini tengah membahas inisiatif untuk membentuk tim keamanan lingkungan (Satgas Warga) sendiri. Tujuannya adalah untuk mengawasi aktivitas mencurigakan di area perumahan.

“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terus berulang. Kalau tidak ada hasil dari laporan kami, warga siap menjaga lingkungannya sendiri,” tegas seorang perwakilan warga.

​Meskipun Kapolsek Jatiasih AKP Marganda Siahaan telah menjanjikan proses cepat dan penangkapan pelaku saat ditemui tokoh warga pada Jumat sore (31 Oktober 2025) di kantornya, janji tersebut disambut dengan keraguan mendalam oleh masyarakat.

Kecemasan warga Graha Indah makin meningkat, terlebih insiden menimpa tamu yang seharusnya dilindungi. Warga mendesak:

• Kepolisian menindaklanjuti laporan kasus pecah kaca dengan serius dan segera mengungkap pelaku.

​• Melakukan patroli rutin untuk mencegah terulangnya kasus.

​• Memberikan kepastian hukum yang cepat dan tegas.

​“Kami hanya ingin keadilan dan rasa aman dikembalikan. Jangan sampai Graha Indah dikenal sebagai kawasan rawan kriminalitas,” tutup Haji Mulyadi, mewakili harapan seluruh warga agar Polsek Jatiasih dan Polres Metro Bekasi Kota segera memulihkan kepercayaan publik.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Empat Tewas, Lima Masih Hilang dalam Longsor Gunungan Sampah di TPST Bantargebang
Pria Asal Bekasi Tewas Usai Terjatuh dari Lantai 3 PIM 2, Polisi Selidiki Kronologi dan Motif Kejadian
Sopir Bus Transjakarta Jadi Tersangka Tabrakan di Koridor 13 Cipulir, Ini Kata Dirlantas Polda Metro Jaya 
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Koridor 13, 24 Penumpang Luka: Sopir Diduga Tertidur
Pelajar Tewas di Jalan Matraman Raya, Dugaan Jalan Rusak Jadi Pemicu Kecelakaan
PH Erdi Surbakti Tuding Premanisme dan Pembiaran Aparat dalam Sengketa Lahan PT Alam Sutra di Tangerang
Ancol Luncurkan Tiket Terusan Rp150 Ribu, Satu Hari Jelajahi Semua Wahana di Momen Valentine dan Imlek 2026
Potret Sunyi Kota Depok: Laras dan Beban Hidup di Usia Remaja
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 11:05 WIB

Empat Tewas, Lima Masih Hilang dalam Longsor Gunungan Sampah di TPST Bantargebang

Senin, 9 Maret 2026 - 05:25 WIB

Pria Asal Bekasi Tewas Usai Terjatuh dari Lantai 3 PIM 2, Polisi Selidiki Kronologi dan Motif Kejadian

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:03 WIB

Sopir Bus Transjakarta Jadi Tersangka Tabrakan di Koridor 13 Cipulir, Ini Kata Dirlantas Polda Metro Jaya 

Selasa, 24 Februari 2026 - 00:00 WIB

Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Koridor 13, 24 Penumpang Luka: Sopir Diduga Tertidur

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:11 WIB

Pelajar Tewas di Jalan Matraman Raya, Dugaan Jalan Rusak Jadi Pemicu Kecelakaan

Berita Terbaru