YAPMI Gelar Grand Final “Generasi Budaya Indonesia Top Model 2025” di TMII: Soroti Penguatan Budaya dan Keluhan Manajemen TMII

- Jurnalis

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Yayasan Pembina Model Indonesia (YAPMI) menyelenggarakan Grand Final “Generasi Budaya Indonesia Top Model 2025” di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Jumat (28/11/2025).

Acara tahunan yang telah berlangsung selama 45 tahun ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai provinsi, mengusung tema besar penguatan budaya Nusantara melalui dunia modeling.

Ketua Umum YAPMI, Iwan Setiawan Masse, dalam konferensi pers menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini difokuskan untuk mendorong generasi muda kembali mengenal akar budaya Indonesia di tengah derasnya pengaruh global.

“Kami ingin anak-anak Indonesia kembali bangga dengan budayanya sendiri. Hari ini hampir semua anak lebih mengenal budaya luar, sementara tarian, pakaian, dan etnik kita justru terlupakan,” ujar Iwan.

Tahun ini, seluruh peserta tampil dengan kostum etnik yang mewakili 38 provinsi, mulai dari batik, tenun, songket, ragam busana adat, hingga ornamen budaya khas Papua, Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, dan lainnya.

Kategori peserta terbagi menjadi:

• Kids A: 3–6 tahun

• Kids B: 7–10 tahun

• Kids C: 11–14 tahun

• Peragawan/Peragawati: 15–25 tahun

Iwan menjelaskan bahwa konsep budaya menjadi inti acara untuk menanamkan kebanggaan identitas sejak usia dini melalui modeling, public speaking, seni pertunjukan, hingga pendidikan etika.

“Bukan hanya fashion, tapi pembentukan mental, disiplin, attitude, dan pengetahuan tentang budaya. Itu yang kami tekankan,” katanya.

Tahun ini, Papua mencatat sejarah sebagai kontingen dengan jumlah peserta terbanyak dalam 45 tahun penyelenggaraan YAPMI.

“Ini rekor. Papua antusias luar biasa. Mereka datang dengan dukungan pemerintah daerah dan membawa karya budaya daerah yang sangat kuat,” ungkap Iwan.

Sorotan Tajam Iwan Soal Manajemen TMII

Di balik kemeriahan acara, Iwan menyampaikan kekecewaannya terhadap perubahan kebijakan manajemen TMII yang dinilai menyulitkan penyelenggaraan.

Ia mengungkapkan bahwa pada awalnya YAPMI dijanjikan fasilitas barter tanpa biaya, namun menjelang acara sejumlah kebijakan berubah dan pihaknya diwajibkan membayar berbagai biaya masuk, parkir, hingga penggunaan gedung.

“Kami ini yayasan, bukan perusahaan. Kegiatan kami untuk pendidikan generasi muda. Tapi mendadak banyak biaya tambahan. Penyewa gedung seharusnya mendapat akses masuk tanpa dipungut lagi,” tegasnya.

Iwan berharap manajemen TMII dapat kembali konsisten membantu yayasan dan kegiatan pendidikan budaya.

Acara tahun ini turut melibatkan sejumlah desainer Indonesia, termasuk Desi dari Grace Tailor Cempaka Mas, serta puluhan perancang yang mengerjakan busana etnik setiap peserta.

Selain itu, sejumlah profesional juga terlibat sebagai juri, mulai dari produser, jenderal purnawirawan, dokter spesialis kulit dan kelamin, hingga aktris dan mantan model.

Alumni YAPMI yang kini menjadi publik figur seperti Barbie Kumalasari, Pasha Ungu, dan sejumlah artis lain juga ikut hadir memberi dukungan.

“Anak-anak sekarang hafal budaya luar, tapi lupa budaya sendiri. Kita harus terus mengedukasi generasi muda agar bangga pada budaya Indonesia,” ujar Barbie Kumalasari.

Iwan juga menyampaikan keinginan besar YAPMI agar Grand Final tahun 2026 dapat digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam memperkenalkan ibu kota baru Indonesia ke dunia.

“Kami ingin membuka tahun 2026 di IKN. Semoga Presiden Prabowo dan pemerintah bisa mendukung YAPMI mempromosikan budaya di ibu kota baru,” ujarnya.

Selain TMII, kegiatan karantina tahun ini juga didukung oleh Museum Listrik dan Energi Baru, yang memberikan kemudahan penggunaan fasilitas serta tempat menginap bagi sejumlah peserta.

Manajemen museum disebut lebih komunikatif dan kooperatif dalam membantu pelaksanaan acara.

“Kami apresiasi Museum Listrik. Mereka sangat ramah, fleksibel, dan mendukung kegiatan budaya,” kata Iwan.

Di tengah tantangan era digital, YAPMI menegaskan bahwa modeling bukan sekadar penampilan, melainkan pembentukan karakter, etika, dan wawasan budaya.

Iwan menekankan bahwa lembaganya tidak mengejar keuntungan finansial.

“Tidak ada KKN, tidak ada nepotisme. Kami benar-benar ingin mencetak generasi yang memahami budaya, punya pendidikan, dan attitude yang baik,” tegasnya.

Dengan perjalanan 45 tahun dan ribuan alumni yang telah berkarier di dunia hiburan, seni, hingga dunia profesional, YAPMI berharap generasi muda tetap menjaga kebanggaan terhadap budaya Indonesia serta menjadikan dunia modeling sebagai ruang pendidikan dan pelestarian identitas bangsa.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Dugaan Suap Impor, KPK Benarkan Ada Titipan Barang
Grand Final SUCI 12 KompasTV Pecahkan Rekor Antusiasme, Mukmin Keluar sebagai Juara dan Raih Mobil Listrik
Shelyn Drummer Cilik Dari Papua
Girl group cilik Glitter akan menggelar “Glitter Camp Live Concert” pada 3 Oktober 2026 di Balai Sarbini
Pesta Ultah Toni Tatung ke-67 Pecah, Pejabat dan Artis Top Larut dalam Euforia
Ultah Ke-67 Toni Tatung Pecah Total! Tito Karnavian Nyanyi “Bento”, Dewi Perssik & Anwar Fuady Guncang Panggung!
SUCI 12 Resmi Bergulir, Indro Warkop Kembali Panaskan Kursi Juri
Dari Nol hingga Podium, Pembinaan JS Management Antar Ghifara Denok Raih Runner Up Puteri Kebaya Jatim
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:16 WIB

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Dugaan Suap Impor, KPK Benarkan Ada Titipan Barang

Minggu, 7 Juni 2026 - 20:43 WIB

Grand Final SUCI 12 KompasTV Pecahkan Rekor Antusiasme, Mukmin Keluar sebagai Juara dan Raih Mobil Listrik

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:13 WIB

Shelyn Drummer Cilik Dari Papua

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:15 WIB

Girl group cilik Glitter akan menggelar “Glitter Camp Live Concert” pada 3 Oktober 2026 di Balai Sarbini

Kamis, 23 April 2026 - 08:59 WIB

Pesta Ultah Toni Tatung ke-67 Pecah, Pejabat dan Artis Top Larut dalam Euforia

Berita Terbaru