Dugaan Kekerasan terhadap Wartawan di Tapteng Masuk Proses Hukum, Polisi Dalami Unsur Pengeroyokan

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu. (Dok-Istimewa)

Foto: Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu. (Dok-Istimewa)

TAPANULI TENGAH – Dugaan tindak kekerasan yang dialami wartawan media online wartapembaruan.co.id kini resmi memasuki ranah hukum. Kepolisian Resor (Polres) Tapanuli Tengah memastikan laporan korban telah teregister dan tengah diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/37/I/2026/SPKT/Polres Tapanuli Tengah/Polda Sumatera Utara, dengan dugaan pelanggaran Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang tindak kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama.

Peristiwa ini bermula pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, ketika wartawan wartapembaruan.co.id, Marhamadan Tanjung, bersama seorang narasumber bernama Erik, mendatangi sebuah rumah yang ditempati Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu. Kedatangan keduanya bertujuan melakukan konfirmasi jurnalistik atas informasi yang berkembang di masyarakat terkait dugaan penggunaan rumah pribadi yang disewa dan difungsikan sebagai tempat tinggal kepala daerah.

Langkah konfirmasi tersebut, menurut keterangan redaksi, merupakan bagian dari upaya menjalankan prinsip jurnalistik yang mengedepankan akurasi dan keberimbangan informasi, sekaligus memastikan kebenaran isu yang tengah menjadi perhatian publik.

Namun, upaya konfirmasi itu diduga berujung insiden kekerasan. Berdasarkan keterangan korban, sebelum proses wawancara atau klarifikasi berlangsung, mereka dihampiri oleh sejumlah orang. Dalam situasi tersebut, diduga terjadi pemukulan dan pengeroyokan terhadap Marhamadan Tanjung dan narasumber yang bersamanya.

Akibat kejadian itu, Marhamadan dilaporkan mengalami luka di bagian wajah dan beberapa bagian tubuh, sementara Erik mengalami luka lebam. Keduanya kemudian dilarikan dan hingga kini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit FL Tobing, Kota Sibolga.

Pemimpin Redaksi wartapembaruan.co.id, Rudolf Simbolon, saat dikonfirmasi pada Sabtu (31/1/2026) menegaskan bahwa wartawan yang bersangkutan datang secara terbuka dan profesional, semata-mata untuk menjalankan tugas jurnalistik.

“Wartawan kami datang untuk konfirmasi, bukan melakukan tindakan provokatif atau di luar kepentingan peliputan. Ini bagian dari kerja jurnalistik yang dilindungi undang-undang,” ujar Rudolf.

Sementara itu, perkembangan penanganan perkara disampaikan oleh Humas Polres Tapanuli Tengah, Ipda Dariaman Saragih. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian telah mulai melakukan penyelidikan awal, termasuk pengumpulan keterangan dan alat bukti di lokasi kejadian.

Namun demikian, pemeriksaan mendalam terhadap korban belum dapat dilakukan sepenuhnya karena kondisi kesehatan korban yang masih dalam perawatan medis. “Kami sudah menyampaikan surat kepada korban sebagai bagian dari prosedur penyelidikan. Pemeriksaan lanjutan akan dijadwalkan setelah kondisi korban memungkinkan,” jelas Ipda Dariaman.

Ia menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen menangani perkara ini secara profesional dan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut kepada publik sesuai tahapan penyelidikan. “Kami akan memberikan informasi lanjutan setelah ada perkembangan signifikan dalam proses penyelidikan,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon masih belum mendapatkan respons. Awak media menyatakan akan terus berupaya memperoleh klarifikasi guna memenuhi asas keberimbangan dan hak jawab.

Kasus ini menjadi perhatian luas karena menyangkut keamanan dan perlindungan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.

Selain itu, penanganan perkara ini juga dinilai sebagai ujian bagi komitmen aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti laporan dugaan kekerasan secara transparan, objektif, dan berkeadilan, demi menjaga kebebasan pers dan kepastian hukum di daerah.

Reporter: Matyadi

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Peringati Hari Anak Nasional, Pita Kuning Ajak Anak Pejuang Kanker Belajar dan Berkreasi Lewat Piknik Edukatif di TMII
Satgas PRR Dorong Mitigasi Permanen Usai Banjir Tapanuli Tengah, Penguatan Tanggul Jadi Prioritas
CIC: Dalih Hibah Tin Slag Diduga Hanya Kamuflase, KPK Diminta Bongkar Aktor di Baliknya
YPJI Soroti Pernyataan Hotman Paris, Ingatkan Pentingnya Menghormati Profesi Wartawan dan Kebebasan Pers
Habib Syakur Desak Istana Klarifikasi Pernyataan Hotman Paris Soal Kasus Febrie Adriansyah
Imigrasi Bali Kerahkan 104 Petugas Patroli Dharma Dewata, 342 WNA Terjaring Pengawasan
Arsitektur Inovasi Negara Pancasila: Saat Negara Harus Memimpin, Bukan Sekadar Mengatur
Panas! PT BBBS Bongkar Fakta Polemik Tin Slag, Tudingan Ekspor hingga Seret Nama Anak Gubernur Dibantah
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:58 WIB

Peringati Hari Anak Nasional, Pita Kuning Ajak Anak Pejuang Kanker Belajar dan Berkreasi Lewat Piknik Edukatif di TMII

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:04 WIB

Satgas PRR Dorong Mitigasi Permanen Usai Banjir Tapanuli Tengah, Penguatan Tanggul Jadi Prioritas

Senin, 20 Juli 2026 - 13:56 WIB

CIC: Dalih Hibah Tin Slag Diduga Hanya Kamuflase, KPK Diminta Bongkar Aktor di Baliknya

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:19 WIB

YPJI Soroti Pernyataan Hotman Paris, Ingatkan Pentingnya Menghormati Profesi Wartawan dan Kebebasan Pers

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:56 WIB

Habib Syakur Desak Istana Klarifikasi Pernyataan Hotman Paris Soal Kasus Febrie Adriansyah

Berita Terbaru