Pidie – Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan peran strategis Sistem Resi Gudang (SRG) dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ia mendorong agar gudang-gudang SRG dimanfaatkan Bulog untuk penyimpanan komoditas pangan, seperti gabah, beras, dan jagung.
Penegasan tersebut disampaikan Mendag usai meninjau Gudang SRG Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (25/2). Menurutnya, sinergi pemanfaatan SRG dan Bulog menjadi bagian dari penguatan cadangan pangan nasional sekaligus mendukung Program Asta Cita Presiden RI di bidang swasembada pangan.
Gudang-gudang SRG saat ini dimanfaatkan Bulog yang membutuhkan dukungan infrastruktur penyimpanan yang memadai. SRG telah menjadi bagian penting dalam memperkuat cadangan pangan,” ujar Budi Santoso.
Berdasarkan pemantauan, Gudang SRG Kabupaten Pidie menampung beras Bulog sebanyak 2.300 ton untuk mendukung program bantuan pangan periode Februari–Maret 2026. Selain Pidie, pemanfaatan gudang SRG di Aceh juga dilakukan di Kabupaten Pidie Jaya dengan kapasitas 1.817 ton dan Kabupaten Bireuen sebesar 1.394 ton.
Mendag menilai optimalisasi tersebut menunjukkan fungsi SRG sebagai manajemen stok untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan. “Pemanfaatan SRG akan dilakukan berkelanjutan. Setelah stok tersalurkan, gudang akan diisi kembali dari panen 2026. Artinya, SRG menjadi bagian dari sistem pengelolaan cadangan pangan yang berkesinambungan,” katanya.
Gudang SRG Kabupaten Pidie dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Kementerian Perdagangan Tahun Anggaran 2010 dan telah memperoleh persetujuan sebagai gudang SRG dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Gudang tersebut dikelola Koperasi Jasa Beumakmu dan dimanfaatkan untuk penyimpanan beras Bulog dalam mendukung Program Swasembada Pangan.
Dalam kunjungan itu, Mendag didampingi Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal S. Shofwan.


































