JAKARTA – Pemerintah bersama pelaku usaha meluncurkan Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 sebagai upaya memperkuat konsumsi domestik selama Ramadan hingga Idulfitri. Program ini ditargetkan mampu mencatatkan transaksi hingga Rp53,38 triliun.
Peluncuran program tersebut dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Pusat Perbelanjaan Senayan City, Jakarta, pada Jumat (6/3). Turut mendampingi Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Budi Santoso mengatakan program BINA Lebaran menjadi salah satu instrumen strategis untuk menggerakkan sektor perdagangan domestik melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha.
Program BINA Lebaran 2026 merupakan instrumen untuk meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus mendorong konsumsi domestik. Program ini merupakan kolaborasi yang baik antara ritel modern dengan pusat perbelanjaan serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menyediakan berbagai produk bagi masyarakat dalam menyambut Lebaran,” ujar Budi Santoso usai peluncuran program.
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha akan terus diperluas melalui berbagai kegiatan promosi dan program belanja lainnya setelah periode Lebaran.
Setelah Lebaran juga akan ada berbagai agenda menarik lainnya. Kerja sama seperti ini akan terus kita lakukan agar kesempatan menjual produk di dalam negeri sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat dapat terus meningkat,” katanya.
Sementara itu, Airlangga Hartarto menilai momentum Ramadan dan Idulfitri selalu menjadi periode penting bagi peningkatan konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah bersama pelaku usaha ritel menghadirkan berbagai program promosi untuk mendorong aktivitas belanja domestik.
Program BINA Lebaran tahun ini berlangsung selama 25 hari dengan target transaksi mencapai Rp53 triliun atau meningkat sekitar 60 persen dibandingkan tahun lalu. Kami berharap kegiatan ini dapat semakin menggairahkan konsumsi masyarakat,” kata Airlangga.
Airlangga menambahkan pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang Lebaran. Salah satunya melalui penyaluran bantuan sosial pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng dua liter per bulan bagi sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran Rp11,92 triliun.
Menurut Airlangga, besarnya perputaran dana selama periode Ramadan hingga Lebaran diharapkan mampu mendorong konsumsi masyarakat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini.
Program BINA Lebaran 2026 melibatkan sekitar 800 merek, lebih dari 80.000 gerai ritel, serta 400 pusat perbelanjaan yang tersebar di 24 provinsi di Indonesia. Berbagai program promosi juga dihadirkan untuk menarik minat belanja masyarakat, termasuk potongan harga hingga 70–80 persen untuk produk fesyen, gaya hidup, dan perlengkapan Lebaran.
Selain program diskon, BINA Lebaran juga menghadirkan berbagai kegiatan lain seperti midnight sale di sejumlah pusat perbelanjaan serta promo belanja bagi wisatawan domestik.
Pemerintah pusat juga mendorong dukungan pemerintah daerah melalui relaksasi pajak reklame selama pelaksanaan program serta penyebarluasan informasi melalui kanal media sosial pemerintah daerah dan Kementerian Perdagangan.
Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia Budihardjo Iduansjah mengatakan program BINA Lebaran menjadi momentum penting bagi sektor ritel untuk meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian nasional.
“Dengan berbagai promosi yang dihadirkan oleh ritel dan pusat perbelanjaan, kami berharap masyarakat semakin terdorong untuk berbelanja dan perputaran ekonomi nasional dapat meningkat selama Ramadan dan menjelang Lebaran,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Alphonzus Widjaja memproyeksikan kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan selama Ramadan hingga Lebaran 2026 akan meningkat sekitar 10–15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurut Alphonzus, puncak aktivitas belanja diperkirakan terjadi dalam dua pekan menjelang Idulfitri ketika masyarakat mulai mempersiapkan kebutuhan mudik dan perayaan Lebaran.
Kami melihat tren kunjungan sudah mulai meningkat dan kami perkirakan kenaikannya bisa mencapai 10 hingga 15 persen. Puncak belanja kemungkinan terjadi dalam dua minggu ke depan sebelum masyarakat mulai mudik,” kata Alphonzus.
Ia menambahkan lonjakan kunjungan juga berpotensi kembali terjadi setelah Lebaran, khususnya pada hari kedua Idulfitri ketika masyarakat memanfaatkan waktu libur untuk berwisata dan berekreasi di pusat perbelanjaan.



































