JAKARTA – Kawasan Pasar Seni Ancol kembali menunjukkan denyut kreativitasnya. Dalam momentum peringatan International Jazz Day, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menghadirkan rangkaian kegiatan seni dan budaya yang dikemas dalam dua agenda utama: “Jazz Night with Sumber Ria Live in Collaboration featuring Andien” serta pameran seni “Pura Pura Rupa”, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar perayaan musik dan seni visual, melainkan juga menjadi penanda awal menuju gelaran besar bertajuk Jakalcer (Jakarta Cultural Festival): Seamphony of the Art yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang.
Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Eddy Prastiyo, menegaskan bahwa momentum International Jazz Day dimanfaatkan sebagai titik awal menghadirkan energi baru bagi Pasar Seni Ancol.
“Pasar Seni Ancol tidak hanya kami posisikan sebagai destinasi legendaris, tetapi juga sebagai pusat interaksi kreatif yang mempertemukan berbagai disiplin seni, mulai dari visual, musik, hingga budaya dan komunitas,” ujarnya.
Menurutnya, langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkuat identitas Jakarta sebagai kota kreatif dalam menyambut hari jadinya yang ke-499.
Salah satu daya tarik utama dalam rangkaian kegiatan ini adalah pameran seni “Pura Pura Rupa” yang menghadirkan karya dua seniman, Nanek dan Bang Black. Pameran ini berlangsung pada 24 hingga 30 April 2026 di North Art Space, Pasar Seni Ancol.
Karya-karya yang dipamerkan menampilkan eksplorasi artistik dengan karakter visual kuat dan sarat refleksi sosial. Tidak hanya menghadirkan pameran statis, kegiatan ini juga diramaikan dengan live music dan sesi art talk yang terbuka untuk publik, sehingga memperluas ruang dialog antara seniman dan pengunjung.
Di sisi lain, “Jazz Night with Sumber Ria Live in Collaboration” yang menghadirkan Andien menjadi magnet tersendiri. Pertunjukan ini menghadirkan nuansa hangat dan intim, mempertemukan penikmat musik dengan atmosfer artistik khas Pasar Seni.
Perhelatan ini mencerminkan kolaborasi lintas generasi dan lintas disiplin seni, di mana jazz tidak hanya dipandang sebagai genre musik, tetapi juga sebagai bahasa universal yang mampu menyatukan beragam latar belakang.
Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari road to Jakalcer (Jakarta Cultural Festival): Seamphony of the Art, yang digadang-gadang menjadi salah satu festival budaya terbesar di Jakarta tahun ini.
Festival tersebut direncanakan menghadirkan berbagai program, mulai dari pameran seni, pertunjukan budaya, kolaborasi komunitas, bazar kuliner, live painting, hingga aktivitas interaktif yang melibatkan masyarakat luas. Bahkan, unsur flora dan fauna turut dihadirkan untuk memperkaya pengalaman pengunjung.
Melalui rangkaian program berkelanjutan ini, Pasar Seni Ancol diarahkan menjadi simpul pertemuan antara seniman, komunitas kreatif, pelaku budaya, dan generasi muda. Upaya ini dinilai strategis dalam memperkuat citra Jakarta sebagai kota yang dinamis, berbudaya, dan kompetitif di tingkat global.
Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi kreatif serta memperluas akses masyarakat terhadap seni dan budaya.
Dengan beragam kegiatan yang ditawarkan, Pasar Seni Ancol mengajak masyarakat untuk menikmati suasana kreatif yang inspiratif dan inklusif. Kehadiran program-program ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang edukasi dan apresiasi seni yang berkelanjutan.
Pasar Seni Ancol kini tidak sekadar menjadi ruang pamer, melainkan telah bertransformasi menjadi panggung hidup bagi kreativitas, tempat di mana seni, musik, dan budaya bertemu dalam satu harmoni yang terus berkembang.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































