JAKARTA — Pemerintah terus mendorong penguatan struktur perekonomian nasional melalui pendalaman sektor keuangan dan peningkatan partisipasi masyarakat, di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, langkah tersebut dilakukan antara lain melalui peluncuran Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana.
Program ini hadir sejalan dengan praktik global yang dikenal sebagai Systematic Investment Plan (SIP). Dengan aliran dana yang stabil, pasar modal diharapkan lebih tangguh terhadap volatilitas,” ujar Airlangga dalam peresmian program tersebut di Jakarta, Rabu (29/4).
Menurutnya, program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat pasar keuangan yang inklusif dan berdaya tahan, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju investasi jangka panjang.
Airlangga menambahkan, penguatan investor domestik menjadi kunci menjaga stabilitas pasar, terutama di tengah dinamika pergerakan investor global.
Berdasarkan data pemerintah, realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp498,79 triliun atau tumbuh 7,22 persen secara tahunan. Penyerapan tenaga kerja juga tercatat sekitar 706 ribu orang.
Ke depan, kebutuhan pembiayaan nasional diproyeksikan meningkat dari sekitar Rp7.400 triliun pada 2026 menjadi Rp9.200 triliun pada 2029. Hal ini membuka peluang lebih besar bagi kontribusi sektor swasta dan masyarakat melalui pasar modal.
Pemerintah juga berharap aktivitas penawaran umum perdana saham (IPO) terus meningkat seiring membaiknya kondisi pasar. Selain itu, perluasan akses pasar dilakukan melalui kerja sama internasional, termasuk penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Reformasi sektor pasar modal juga disebut telah mendapatkan respons positif dari lembaga global seperti MSCI dan FTSE Russell.
Dalam kesempatan itu, Airlangga turut mengapresiasi peran Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, serta Kliring Penjaminan Efek Indonesia dalam memperkuat ekosistem pasar modal nasional.
Program PINTAR Reksa Dana diharapkan dapat menjadi katalis dalam meningkatkan inklusi investasi, sekaligus memperdalam pasar keuangan nasional.
Airlangga juga menyoroti peran generasi muda yang kini mendominasi investor pasar modal. Ia menyebut lebih dari 90 persen investor berasal dari kalangan anak muda dengan jumlah mencapai sekitar 24 juta orang.
“Diharapkan ini bisa menjadi shock absorber di pasar modal kita,” ujarnya.




































