DEPOK – Pembangunan Markas Komando (Mako) Polres Metro Depok resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Asep Edi Suheri selaku Kapolda Metro Jaya, didampingi Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono, Wali Kota Depok Supian Suri, serta Kapolres Metro Depok Abdul Waras.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran pejabat utama Polda Metro Jaya, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Depok. Kehadiran lintas elemen ini mencerminkan kuatnya dukungan terhadap pembangunan infrastruktur kepolisian sebagai bagian dari pelayanan publik yang lebih baik.
Pembangunan Mako Polres Metro Depok dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat sarana dan prasarana kepolisian di wilayah penyangga ibu kota yang terus berkembang pesat. Dengan meningkatnya dinamika sosial, mobilitas penduduk, serta kompleksitas potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), keberadaan fasilitas yang representatif menjadi kebutuhan mendesak.
Dalam sambutannya, Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri menekankan bahwa pembangunan tersebut tidak sekadar menghadirkan gedung baru, melainkan harus dimaknai sebagai bagian dari transformasi pelayanan Polri kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa kantor kepolisian harus menjadi ruang publik yang terbuka, aman, dan memberikan rasa nyaman bagi siapa pun yang datang.
“Keberadaan kantor polisi bukan hanya simbol institusi, tetapi juga representasi kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan. Masyarakat harus merasa dihargai dan dilayani dengan baik,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan seluruh jajaran Polres Metro Depok untuk terus menjaga kepercayaan publik yang selama ini menjadi fondasi utama institusi kepolisian. Profesionalisme, pendekatan humanis, serta integritas dinilai sebagai kunci dalam menjawab ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi terhadap kinerja aparat penegak hukum.
“Kepercayaan masyarakat adalah hal yang tidak bisa dibangun secara instan. Itu harus dijaga dengan kerja nyata, sikap yang baik, dan komitmen untuk selalu hadir sebagai solusi,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Depok Supian Suri menyampaikan apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di Kota Depok. Ia menilai pembangunan Mako Polres Metro Depok merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, keberadaan fasilitas kepolisian yang modern dan memadai akan memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan masyarakat dalam mengakses layanan, sekaligus memperkuat rasa aman di tengah kehidupan perkotaan yang dinamis.
Di sisi lain, Kapolres Metro Depok Abdul Waras menyebut pembangunan tersebut sebagai simbol semangat baru bagi jajarannya. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas infrastruktur harus sejalan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Gedung yang baik harus diiringi dengan pelayanan yang baik. Ini menjadi momentum bagi kami untuk terus berbenah, menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Pembangunan Mako Polres Metro Depok diharapkan tidak hanya meningkatkan efektivitas operasional kepolisian, tetapi juga menjadi pusat pelayanan terpadu yang mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat secara efisien. Dengan fasilitas yang lebih representatif, masyarakat diharapkan dapat merasakan perubahan nyata dalam kualitas layanan, mulai dari pengaduan, administrasi, hingga penanganan perkara.
Ke depan, langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polda Metro Jaya dalam mendorong reformasi birokrasi di tubuh Polri, khususnya dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Dengan dimulainya pembangunan ini, harapan besar disematkan agar kehadiran Mako baru tersebut tidak hanya menjadi simbol fisik, tetapi juga tonggak peningkatan kualitas pelayanan kepolisian yang semakin profesional, humanis, dan dipercaya publik.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































