JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengapresiasi penyelenggaraan Forum Nasional Kesehatan Perempuan 2026 yang digelar di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu (4/5).
Forum tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menjawab berbagai tantangan kesehatan perempuan di Indonesia.
“Forum ini penting sebagai wadah sinergi agar kebijakan dan program yang dirumuskan benar-benar menjawab kebutuhan nyata perempuan di berbagai lapisan masyarakat,” kata Pratikno.
Ia menegaskan kesehatan perempuan merupakan fondasi penting dalam pembangunan manusia berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan layanan kesehatan perempuan tidak hanya berdampak pada kualitas hidup individu, tetapi juga ketahanan keluarga dan generasi mendatang.
Pemerintah, lanjut dia, berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang setara, berkualitas, dan responsif terhadap kebutuhan perempuan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Negara harus memastikan tidak ada perempuan yang tertinggal dalam memperoleh layanan kesehatan,” ujarnya.
Forum Nasional Kesehatan Perempuan 2026 menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan mitra pembangunan, termasuk United Nations Population Fund (UNFPA), untuk mengidentifikasi tantangan serta merumuskan solusi inovatif dalam penanganan isu kesehatan perempuan.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam agenda tersebut, antara lain Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, serta Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.
Melalui forum ini, pemerintah berharap lahir langkah konkret yang lebih terarah dalam meningkatkan kualitas kesehatan perempuan sekaligus memperkuat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.




































