JAKARTA — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong perluasan akses pembiayaan digital bagi pelaku usaha melalui kegiatan UMKM Digital Finance Tour – Tangerang Edition yang digelar di Alam Sutera, Tangerang, Senin (4/5).
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, mengatakan kegiatan yang berkolaborasi dengan SeaBank ini menjadi upaya strategis pemerintah dalam mengatasi kendala pembiayaan yang masih dihadapi mayoritas pelaku UMKM.
“Sebanyak 69,5 persen UMKM belum mampu mengakses kredit perbankan. Kendalanya mulai dari status SLIK, keterbatasan agunan, hingga suku bunga yang relatif tinggi,” ujar Temmy.
Ia menambahkan, kebutuhan pembiayaan masih cukup besar, di mana 43,1 persen pelaku UMKM menyatakan membutuhkan tambahan modal untuk ekspansi usaha.
Menurutnya, pembiayaan digital melalui fintech lending menjadi alternatif potensial. Hingga Februari 2026, penyaluran pembiayaan digital tercatat mencapai Rp28,8 triliun atau tumbuh 7,27 persen secara tahunan.
Meski begitu, Temmy menekankan pentingnya pencatatan keuangan yang transparan sebagai syarat utama dalam mengakses pembiayaan digital. “Rekam jejak usaha yang baik menjadi kunci kepercayaan lembaga pembiayaan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut diperkenalkan platform UMKM Pintar yang dikembangkan SeaBank sebagai sarana edukasi daring untuk meningkatkan literasi keuangan dan kapasitas usaha pelaku UMKM.
Temmy berharap pelaku UMKM tidak hanya memanfaatkan digitalisasi untuk pemasaran, tetapi juga dalam pengelolaan keuangan agar akses pembiayaan semakin terbuka.
“Dengan akses pembiayaan yang tepat, UMKM dapat naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional,” katanya.
Kegiatan UMKM Digital Finance Tour rencananya akan berlanjut ke sejumlah kota lain, seperti Surabaya, Banjarmasin, dan Makassar.
Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Digital RI Boni Pudjianto, Direktur Utama PT Bank SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley, serta perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia




































