Kemenkum-LAN Luncurkan FKK 2026, Perkuat Kebijakan Publik Berbasis Bukti Menuju Indonesia Emas 2045

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Hukum (Kemenkum) bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) resmi memulai rangkaian Forum Komunikasi Kebijakan (FKK) Tahun 2026 melalui Kick Off Meeting yang digelar di Graha Pengayoman Kementerian Hukum, Jakarta Selatan, Kamis (18/6).

Kementerian Hukum (Kemenkum) bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) resmi memulai rangkaian Forum Komunikasi Kebijakan (FKK) Tahun 2026 melalui Kick Off Meeting yang digelar di Graha Pengayoman Kementerian Hukum, Jakarta Selatan, Kamis (18/6).

JAKARTA – Kementerian Hukum (Kemenkum) bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) resmi memulai rangkaian Forum Komunikasi Kebijakan (FKK) Tahun 2026 melalui Kick Off Meeting yang digelar di Graha Pengayoman Kementerian Hukum, Jakarta Selatan, Kamis (18/6).

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid itu diikuti perwakilan dari 48 kementerian dan lembaga sebagai upaya memperkuat kolaborasi dalam penyusunan kebijakan publik yang terintegrasi dan berbasis bukti (evidence-based policy).

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan kualitas kebijakan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia di tengah perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial, dan dinamika global yang semakin kompleks.

Kebijakan publik bukan sekadar dokumen administratif atau kumpulan norma regulasi. Kebijakan adalah instrumen strategis untuk mentransformasikan bangsa. Kita harus mengikis tantangan hiper-regulasi dan memastikan setiap aturan hukum menjadi penggerak inovasi, bukan menjadi hambatan pembangunan,” ujar Supratman.

Menurut dia, pemerintah berkomitmen mendukung visi Presiden Prabowo Subianto melalui regulasi yang adaptif dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Supratman memaparkan lima arah strategis penguatan kebijakan nasional, yakni membangun kebijakan berbasis bukti, memperkuat sinergi hukum dan administrasi negara, mendorong inovasi pelayanan publik, mengembangkan ekosistem kolaborasi nasional, serta menyiapkan fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Kepala Badan Strategi Kebijakan Hukum (BSK Hukum) Kemenkum Andry Indrady mengatakan FKK 2026 merupakan kelanjutan dari forum yang telah diinisiasi sejak 2025. Ia berharap forum tersebut mampu menghasilkan berbagai rekomendasi kebijakan lintas sektor yang mendukung program prioritas pemerintah.

Kami meyakini keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya ditentukan oleh kualitas program yang dirancang, tetapi juga kualitas kebijakan yang menjadi fondasinya. Forum ini merupakan upaya bersama untuk membangun budaya kebijakan yang kolaboratif, berbasis bukti, dan berorientasi pada hasil,” kata Andry.

Rangkaian FKK 2026 akan mencakup sejumlah agenda, mulai dari Policy Talks di berbagai daerah, penyusunan Policy Brief wilayah, seleksi Policy Brief terbaik, penyusunan Policy Brief nasional tematik, hingga penyelenggaraan Policy Expose Nasional dan integrasi hasilnya ke dalam platform Legal Policy Hub.

Pada kesempatan yang sama, Kemenkum melalui BSK Hukum juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Universitas Jember (UNEJ), Universitas Muslim Indonesia (UMI), dan Universitas Brawijaya (UB). Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat keterlibatan kalangan akademisi dalam proses perumusan kebijakan dan regulasi melalui kajian ilmiah berbasis riset.

Usai penandatanganan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi brainstorming yang menghadirkan Andry Indrady dan Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN Agus Sudrajat. Diskusi difokuskan pada penentuan isu prioritas nasional yang akan menjadi bahan rekomendasi kebijakan untuk mendukung program pemerintah.

Melalui FKK 2026, pemerintah berharap dapat memperkuat tata kelola kebijakan publik yang lebih antisipatif sekaligus mengoptimalkan peran analis kebijakan sebagai penasihat strategis dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Berita Terkait

BPK Temukan 74 Aset Bapenda Tangsel Tak Bisa Ditunjukkan, Nilainya Tembus Rp 2 Miliar
Usai OTT BPN di Bogor, Charlie Chandra Minta KPK Periksa Proses SHM 5/Lemo
Dua Advokat Dikabarkan Terluka, Kuasa Hukum PT HD Arjuna Desak Polisi Usut Dugaan Kekerasan
Dikejar hingga Jawa Tengah, Tersangka Dugaan Pencabulan Anak di Bekasi Ditangkap Polisi
Polsek Metro Menteng Ungkap Dugaan Peredaran Sabu 112,13 Gram, Satu Pria Diamankan
Sengketa Hak Asuh Anak Ruben Onsu-Sarwendah Memanas, Deolipa Yumara Soroti 5 Faktor Pertimbangan Hakim
Lapas-Rutan Jakarta Buka Kunjungan Anak, Warga Binaan Bisa Bertemu Anak Tiap Sabtu
Menteri Imipas Temui 46 PMI di Malaysia, Upayakan Pemulangan Maksimal 10 Hari
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 06:19 WIB

BPK Temukan 74 Aset Bapenda Tangsel Tak Bisa Ditunjukkan, Nilainya Tembus Rp 2 Miliar

Jumat, 18 September 2026 - 09:57 WIB

Usai OTT BPN di Bogor, Charlie Chandra Minta KPK Periksa Proses SHM 5/Lemo

Rabu, 16 September 2026 - 23:13 WIB

Dua Advokat Dikabarkan Terluka, Kuasa Hukum PT HD Arjuna Desak Polisi Usut Dugaan Kekerasan

Selasa, 15 September 2026 - 22:41 WIB

Dikejar hingga Jawa Tengah, Tersangka Dugaan Pencabulan Anak di Bekasi Ditangkap Polisi

Senin, 14 September 2026 - 23:43 WIB

Polsek Metro Menteng Ungkap Dugaan Peredaran Sabu 112,13 Gram, Satu Pria Diamankan

Berita Terbaru