TANGGERANG – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melibatkan Anak Binaan dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang dalam berbagai perlombaan tradisional untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang digelar di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltek Imipas), Tangerang, Sabtu (29/8), menjadi bagian dari upaya Kemenimipas memperkuat nilai kebersamaan,
inklusivitas, serta pembinaan yang mengedepankan pendekatan humanis.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diisi tausiah, pemberian santunan kepada anak yatim piatu, serta bantuan sosial kepada Pegawai Pemerintah Non-Pegawai Negeri (PPNPN) Poltek Imipas.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan tradisional, lomba disabilitas, hingga panjat pinang. Perlombaan diikuti pegawai, Dharma Wanita Persatuan, serta Anak Binaan LPKA Tangerang.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan keterlibatan anak binaan merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang mengedepankan nilai kemanusiaan dengan tetap memperhatikan
aspek keamanan.
“Seluruh keluarga besar Kemenimipas antusias, termasuk anak binaan juga dilibatkan dalam kegiatan ini dan mengikuti lomba, namun tetap menggunakan gelang kaki sehingga keberadaan mereka tetap terkontrol. Inilah yang berusaha kita bangun, bahwa mereka juga manusia yang sama seperti kita,” ujar Agus.
Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan harus memberikan ruang bagi proses pemulihan, pembentukan karakter, dan reintegrasi sosial.
Keterlibatan dalam berbagai kegiatan positif, kata Agus, dapat menjadi sarana bagi warga binaan dan anak binaan untuk membangun rasa percaya diri, sportivitas, serta kebersamaan.
“Melalui kegiatan seperti ini, mereka diberikan kesempatan untuk berinteraksi dan merasakan kebersamaan dengan keluarga besar Kemenimipas,” ujarnya.
Kemenimipas menilai kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarpegawai dan keluarga besar kementerian sekaligus menunjukkan komitmen untuk menghadirkan sistem pembinaan yang inklusif dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Pendekatan tersebut sejalan dengan implementasi 15 Program Aksi Kemenimipas, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan dan anak binaan.
Program tersebut diarahkan untuk membangun sistem pemasyarakatan yang profesional dan berkeadilan dengan tetap menghormati martabat manusia serta mendukung proses reintegrasi sosial.
Melalui berbagai kegiatan pembinaan yang positif, Kemenimipas berharap warga binaan dan anak binaan dapat memperoleh bekal yang lebih baik untuk kembali berperan di tengah masyarakat.




































