JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Umum PPK Kosgoro 1957, Ir. Hj. Sari Yuliati, S.H., M.T., mendorong generasi muda dan perguruan tinggi mengambil peran nyata dalam proses transisi energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Sari saat membuka Dialog Nasional Energi Baru Terbarukan (EBT) Series 1 di Graha IBI Kosgoro 1957, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Menurut Sari, transisi menuju sistem energi yang mandiri, adil, dan berkelanjutan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, dunia usaha, maupun para ahli. Mahasiswa dan generasi muda juga harus terlibat dalam proses perencanaan hingga aksi nyata.
“Mahasiswa dan generasi muda harus ikut berada di dalam percakapan, perencanaan, dan aksi nyata menuju masa depan energi Indonesia,” tegas Sari.
Ia mengatakan Indonesia memiliki potensi energi bersih yang besar, mulai dari energi surya, panas bumi hingga bioenergi. Namun, potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa dukungan pengetahuan, inovasi, riset, serta kolaborasi lintas sektor.
Sari juga menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendorong pengembangan energi bersih. Kampus diharapkan menjadi ruang lahirnya riset dan inovasi yang tidak hanya menjawab kebutuhan industri, tetapi juga menawarkan solusi terhadap persoalan energi nasional.
Ia pun mengajak mahasiswa IBI Kosgoro 1957 untuk mengambil peran melalui berbagai bidang, seperti penelitian, kewirausahaan hijau, kampanye hemat energi hingga inovasi pengelolaan sampah.
“Jangan hanya menjadi penonton. Jadilah pembelajar yang kritis, peneliti kreatif, penggerak komunitas, serta calon pemimpin yang berani menawarkan solusi,” ujarnya.
Dalam konteks kebijakan energi nasional, Sari menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi dan industri.
Menurutnya, riset yang dikembangkan kampus harus dapat menjawab kebutuhan industri, sementara investasi di sektor energi harus mampu memberikan nilai tambah bagi Indonesia.
Selain itu, investasi energi juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Sari turut mengajak generasi muda menghidupkan kembali semangat Kekaryaan Kosgoro 1957 melalui kerja, karya, gotong royong, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
“Semoga dialog ini melahirkan gagasan yang bernas, jejaring yang kuat, dan langkah nyata yang dapat dilakukan bersama,” pungkasnya.
Dialog Nasional EBT Series 1 tersebut turut menghadirkan Anggota Komisi XII DPR RI Dr. Bambang Patijaya, Anggota Dewan Energi Nasional Dr. Ir. Satya Widya Yudha, Dirjen Migas Kementerian ESDM La Ode Sulaeman, Komisaris PGN Dr. H. Rambe Kamarul Zaman, Rektor ITH Prof. Dr. Ir. H. Ansar Suyuti, serta Rektor IBI Kosgoro 1957 Dr. H. Haswan Yunaz.



































