Kisah Gunung Slamet: Rombongan Tega Tinggalkan Teman Saat Mengalami Hipotermia

- Jurnalis

Sabtu, 4 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jawa Tengah – Pendakian Gunung Slamet pada Minggu, 29 Desember 2024, meninggalkan pelajaran mendalam bagi komunitas pendaki. Dalam sebuah video viral yang diunggah oleh akun TikTok @davin.aswngga, terlihat seorang pendaki yang mengalami hipotermia ditinggalkan oleh rekan-rekannya. Pendaki tersebut hanya didampingi orang lain di luar rombongannya, sementara anggota timnya memilih melanjutkan perjalanan ke puncak.

 

Insiden ini memicu keprihatinan, termasuk dari Dar Edi Yoga, pendiri Elpala SMA 68 Jakarta dan anggota Top Ranger And Mountain Pathfinder (TRAMP) yang pernah menjadi manajer pendakian pendaki tunadaksa Sabar Gorky ke empat puncak tertinggi dunia. “Ini bukan hanya masalah individu, tetapi cerminan lemahnya kesadaran terhadap nilai kebersamaan dalam pendakian,” tegasnya, Jumat (3/1).

 

Menurut Dar, pendakian bukan hanya soal mencapai puncak, melainkan perjalanan kolektif yang menuntut tanggung jawab dan solidaritas. “Puncak gunung tidak ke mana-mana, tetapi nyawa manusia tak tergantikan,” katanya. Keputusan meninggalkan rekan yang membutuhkan bantuan dianggapnya sebagai bentuk pengkhianatan terhadap semangat kebersamaan.

 

Dar menekankan bahwa pendakian adalah ujian sejati untuk tim. “Ketika satu orang jatuh, seluruh tim harus bahu-membahu untuk bangkit. Di situlah letak keberhasilan yang sesungguhnya,” ujarnya.

 

Dar mengingat pengalaman mendampingi Sabar Gorky, seorang pendaki tunadaksa yang berhasil menaklukkan puncak-puncak tertinggi dunia. Dalam ekspedisi tersebut, keselamatan anggota tim selalu menjadi prioritas utama. “Kami pernah menghentikan pendakian meski sudah dekat dengan puncak, karena keselamatan seseorang lebih penting dari segalanya,” kenangnya.

 

Menurutnya, keberhasilan pendakian tak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi dari proses yang mencerminkan solidaritas, empati, dan tanggung jawab. “Pendakian adalah miniatur kehidupan, di mana kita belajar menghargai sesama,” tambah pria yang juga pengurus PWI Jaya.

 

Dar Edi Yoga mengingatkan bahwa hipotermia adalah kondisi serius yang dapat mengancam nyawa. Ia menyesalkan tindakan tim yang memilih meninggalkan pendaki dalam keadaan kritis. “Sebagai pendaki, kita memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan semua anggota tim kembali dengan selamat,” tegasnya.

 

Ia juga menyerukan agar insiden ini menjadi pelajaran bagi komunitas pendaki untuk lebih peka terhadap kebutuhan sesama. “Solidaritas adalah fondasi utama dalam setiap perjalanan di alam bebas,” ujar Dar.

 

Dar berharap kejadian di Gunung Slamet ini menjadi titik balik bagi para pendaki untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan. Ia mengingatkan bahwa pendakian adalah perjalanan bersama, di mana keselamatan dan kebersamaan adalah tujuan yang sebenarnya.

 

“Gunung akan selalu ada untuk kita daki lagi di lain waktu, tetapi kehilangan nyawa adalah sesuatu yang tak dapat dikembalikan,” pungkasnya.

 

Insiden ini bukan hanya cerita duka, tetapi juga cermin yang mengingatkan kita akan pentingnya solidaritas, tanggung jawab, dan empati di setiap langkah yang kita ambil bersama di alam bebas.

Berita Terkait

Kebakaran Hanguskan 500 Rumah, PWI Babel Kerahkan Tiga Armada Bantuan
Disperkimtan Kota Tangerang Berbagi Santunan, Dekatkan Pelayanan dengan Masyarakat TPU Selapajang Jaya
Rumah Warga Dhuafa di Cakung Nyaris Ambruk, Kini Berubah Jadi Hunian Layak
Maulid Nabi Jadi Momentum Berbagi, Andri Nugraha Santuni Anak Yatim di Kampung Bata Alam
PAUDQU Kharisma Ciawi Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Lomba Anak
IKAL Lemhannas Salurkan Bantuan Rp60 Juta untuk Korban Gempa NTT
OT Peduli Hadir untuk Korban Gempa Nagekeo, Bantuan Logistik Mulai Disalurkan
Ribuan Umat dan Warga Padati Puncak Perayaan Dewa Se Ong Hu di Palembang
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:50 WIB

Kebakaran Hanguskan 500 Rumah, PWI Babel Kerahkan Tiga Armada Bantuan

Kamis, 17 September 2026 - 16:26 WIB

Disperkimtan Kota Tangerang Berbagi Santunan, Dekatkan Pelayanan dengan Masyarakat TPU Selapajang Jaya

Jumat, 4 September 2026 - 21:20 WIB

Rumah Warga Dhuafa di Cakung Nyaris Ambruk, Kini Berubah Jadi Hunian Layak

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:31 WIB

Maulid Nabi Jadi Momentum Berbagi, Andri Nugraha Santuni Anak Yatim di Kampung Bata Alam

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:35 WIB

PAUDQU Kharisma Ciawi Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Lomba Anak

Berita Terbaru

Foto: Menko PMK Sugiono menyampaikan keterangan saat meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di SMP Negeri 202, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (15/10/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Menko PMK Tinjau CKG di SMPN 202 Jakarta Timur, 787 Siswa Jalani Pemeriksaan

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:29 WIB

Direktorat Jenderal Imigrasi mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat pengawasan warga negara asing (WNA) dan penanganan pengungsi dari luar negeri. Upaya ini dilakukan melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA), Subject of Interest (SOI), serta pengembangan Aplikasi Penegakan Hukum Keimigrasian (APGAKUM) Pengungsi.

Hukum & Kriminal

Imigrasi Perkuat Pengawasan WNA dan Pengungsi Lewat Teknologi Digital

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:54 WIB