Revisi UU Kejaksaan Tunai Polemik, Mahasiswa Hingga Aktivis Kawal dan Awasi Demi Kepentingan Rakyat

- Jurnalis

Selasa, 11 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURAKARTA – Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menjadi saksi perdebatan akademik yang intens, pada Senin (11/3/2025) sore.

Diskusi publik yang mengangkat isu revisi Undang-Undang Kejaksaan ini menghadirkan mahasiswa, akademisi, dan aktivis hukum yang prihatin dengan potensi penyalahgunaan kewenangan dalam rancangan aturan baru tersebut.

Acara yang berlangsung dari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB ini tidak hanya diwarnai dengan pemaparan ilmiah, tetapi juga aksi simbolik mahasiswa yang menampilkan spanduk protes terkait dominus litis-kewenangan jaksa dalam menangani perkara.

Buka bersama di akhir acara, semakin memperkuat solidaritas dalam perjuangan mengawal reformasi hukum yang adil dan transparan.

Sorotan Utama Diskusi

“Tumpang Tindih Kewenangan”.

Dr. Rizka, MH, akademisi hukum UMS, menyoroti bahwa revisi UU Kejaksaan masih memiliki substansi yang belum jelas, khususnya dalam batasan kewenangan antara kejaksaan dan aparat penegak hukum lainnya.

“Ada kekhawatiran serius terkait tumpang tindih kewenangan. Jika tidak diawasi, revisi ini bisa memperlemah prinsip checks and balances dalam sistem hukum kita,” tegasnya.

“Pemberian Kewenangan Intelijen”.

Poin kontroversial lainnya adalah kewenangan intelijen bagi jaksa yang dianggap dapat mengancam keseimbangan hukum.

“Jika kejaksaan memiliki fungsi intelijen yang luas tanpa pengawasan ketat, ini bisa menjadikannya lembaga superbody yang tidak terkendali,” ujar Dr. Rizka.

“Dominus Litis dan Potensi Penyalahgunaan Wewenang”.

M. Arief Oksya, fungsionaris DPP KNPI dan Founder Orpol Foundation, menegaskan bahwa revisi ini berpotensi memperkuat dominus litis, di mana kejaksaan memiliki kuasa penuh dalam proses peradilan.

“Kita perlu memastikan revisi ini tidak menjadi alat kekuasaan yang bisa merugikan masyarakat dan melemahkan sistem peradilan,” kata Arief.

Respons Mahasiswa dan Aksi Simbolik

Mahasiswa yang hadir dalam diskusi ini menyampaikan penolakan keras terhadap kewenangan berlebihan yang diberikan dalam revisi UU Kejaksaan.

Ketua BEM FH UMS menegaskan bahwa reformasi hukum harus berorientasi pada keadilan, bukan memperkuat monopoli kekuasaan satu lembaga.

Sebagai bentuk protes, peserta diskusi membentangkan spanduk dengan tulisan-tulisan kritis terhadap dominasi kejaksaan dalam sistem peradilan.

“Kami menuntut transparansi dalam pembahasan revisi ini. Reformasi hukum harus berlandaskan akuntabilitas dan demokrasi,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.

Diskusi publik ini menjadi momentum penting dalam mengkritisi revisi UU Kejaksaan yang berpotensi mengubah tatanan hukum di Indonesia.

Para pemateri menekankan bahwa partisipasi publik sangat diperlukan untuk memastikan perubahan regulasi ini tetap sejalan dengan prinsip demokrasi dan keadilan.

Acara ini ditutup dengan sesi buka bersama, memperkuat semangat solidaritas dalam mengawal reformasi hukum yang lebih transparan dan berkeadilan.

Para peserta berkomitmen untuk terus mengawasi perkembangan revisi UU Kejaksaan serta menyuarakan aspirasi agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat, bukan hanya kepentingan segelintir pihak. (*)

Penulis : Fahmy Nurdin

Editor : Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Dari Sarinah ke Pasar Dunia, Kabupaten Bulungan Genjot Daya Saing Produk Lokal
Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf, Pemerintah Rencanakan Museum di Afrika Selatan
Pemerintah Siapkan Payung Hukum untuk Lindungi UMKM di E-Commerce
Kilat Hadiri Gala Dinner ASWAKADA: Panggung Konsolidasi Wakil Kepala Daerah, Dorong Sinergi Nyata Lintas Wilayah
RRI Fokus SDM dan Relevansi di Era Banjir Informasi
Ketua PWNU Papua Pegunungan Ucapkan Selamat kepada Jenderal (p) Dudung Abdurachman, Dorong Peran NU dalam Stabilitas Papua
Ketua PWNU Papua Pegunungan Serukan Percepatan Persiapan Muktamar ke-35 NU dan Penertiban Administrasi
Ketua PWNU Kaltara Dorong Muktamar Agustus Jadi Titik Balik, Serukan Kepemimpinan Pembaharu untuk NU
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 20:08 WIB

Dari Sarinah ke Pasar Dunia, Kabupaten Bulungan Genjot Daya Saing Produk Lokal

Kamis, 30 April 2026 - 10:41 WIB

Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf, Pemerintah Rencanakan Museum di Afrika Selatan

Rabu, 29 April 2026 - 16:46 WIB

Pemerintah Siapkan Payung Hukum untuk Lindungi UMKM di E-Commerce

Rabu, 29 April 2026 - 15:16 WIB

Kilat Hadiri Gala Dinner ASWAKADA: Panggung Konsolidasi Wakil Kepala Daerah, Dorong Sinergi Nyata Lintas Wilayah

Selasa, 28 April 2026 - 17:01 WIB

RRI Fokus SDM dan Relevansi di Era Banjir Informasi

Berita Terbaru

Foto: Korban ditemukan dalam kondisi terluka di bagian kepala dan segera dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

TNI & POLRI

Polisi Tambora Sigap Evakuasi Pria Jatuh ke Kali di Krendang

Kamis, 30 Apr 2026 - 13:59 WIB