Artis Camelia Panduwinata Lubis Tersentuh, Tangisnya Pecah Saksikan Penggusuran Paksa Warga Kebun Sayur

- Jurnalis

Minggu, 22 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Camelia Panduwinata Lubis. (Dok-Ig Pribadi)

Foto: Camelia Panduwinata Lubis. (Dok-Ig Pribadi)

JAKARTA – Konflik pertanahan yang terjadi di Jalan Kebun Sayur, RT 6 RW 07, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, menyisakan luka mendalam bagi sekitar 3.000 jiwa atau 1.500 kepala keluarga yang selama puluhan tahun menempati lahan seluas kurang lebih 23 hektar tersebut. Penggusuran paksa yang dilakukan oleh sekelompok preman, diduga atas perintah Herawati, pihak yang mengklaim sebagai pemilik sah tanah, telah membuat warga kehilangan tempat tinggal mereka secara tiba-tiba.

Artis cantik sekaligus aktivis kemanusiaan, Camelia Panduwinata Lubis, hadir di lokasi dan tak kuasa menahan air mata melihat penderitaan warga. “Saya menyaksikan langsung anak-anak yang biasanya bermain kini hanya bisa bermain di atas tanah merah bekas reruntuhan rumah mereka. Para ibu menangis, trauma, kehilangan segalanya kecuali pakaian di badan. Ini sungguh menyayat hati,” ujar Camelia dengan suara bergetar, di lokasi penggusuran, Jumat (20/6).

Camelia menegaskan pentingnya perhatian pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, untuk segera turun tangan menyelesaikan konflik ini dengan adil. “Janji-janji kampanye jangan hanya jadi retorika kosong. Presiden pernah mengatakan kepentingan rakyat adalah segalanya. Kini saatnya bukti itu nyata, bukan sekadar kata-kata,” tegasnya.

Selain itu, Camelia mengecam keras tindakan penggusuran yang diduga melibatkan kelompok preman yang dikenal keras dan kekerasan. “Ini soal kemanusiaan. Jika pemerintah tetap diam, kami siap melakukan aksi besar-besaran di DPR dan Istana Negara untuk membela hak warga,” tambahnya.

Kuasa hukum warga, Pius Situmorang, mengungkapkan kekhawatiran atas kriminalisasi terhadap warga yang mempertahankan hak mereka. “Ini bukan sekadar sengketa tanah, tapi sudah masuk ranah kriminalisasi warga yang berani memperjuangkan tempat tinggal mereka,” jelas Pius.

Seorang warga korban penggusuran menceritakan kejadian memilukan itu. “Kami didatangi preman, rumah kami langsung diratakan. Saya warga negara Indonesia dengan KTP DKI dan surat penampungan yang sah, tapi semua itu diabaikan. Saya dipaksa ambil uang, katanya sudah dibayar, tapi saya tidak tahu,” ucapnya dengan nada putus asa.

Warga juga mengaku telah berupaya mengadu ke berbagai instansi pemerintah dari tingkat kelurahan hingga kepolisian, namun belum ada solusi nyata. “Kami berharap Presiden Prabowo bisa membantu kami agar bisa hidup tenang bersama keluarga. Setiap hari kami hidup dalam ketakutan dan trauma,” ungkap warga tersebut.

Kasus ini menjadi potret nyata persoalan pertanahan yang masih belum terselesaikan di Ibu Kota, mengundang perhatian serius dari berbagai pihak agar hak-hak rakyat kecil tetap terlindungi dan keadilan ditegakkan.

Penulis : Fahmy Nurdin

Editor : Fahmy Nurdin

Berita Terkait

HUT ke-34 Sea World Ancol, Perkuat Edukasi Kelautan Lewat Teknologi Audio Guide
Le Bistro Sajikan Pengalaman Wine Pairing Prancis-Spanyol Lewat Faces of Time
Ancol Pastikan Scream or Dance 2026 Tak Digelar di Kawasan Ancol
Hj. Kartika Oman: Insan Pers Tak Hanya Menyampaikan Informasi, Tapi Juga Peduli Kemanusiaan
Satu Forum, Beragam Generasi: Warga Tomang Asli Kembali Bersilaturahmi
Polda Metro Jaya Apresiasi Peserta Aksi, Arus Lalu Lintas Jakarta Berangsur Normal
Polri untuk Demokrasi, Polda Metro Jaya Siagakan 26.386 Personel Jaga Jakarta Tetap Kondusif
The Jakmania Apresiasi Polda Metro Jaya, Laga Persija-Persib Berlangsung Aman dan Lancar
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:06 WIB

HUT ke-34 Sea World Ancol, Perkuat Edukasi Kelautan Lewat Teknologi Audio Guide

Rabu, 30 September 2026 - 12:50 WIB

Le Bistro Sajikan Pengalaman Wine Pairing Prancis-Spanyol Lewat Faces of Time

Selasa, 29 September 2026 - 17:33 WIB

Ancol Pastikan Scream or Dance 2026 Tak Digelar di Kawasan Ancol

Selasa, 29 September 2026 - 07:43 WIB

Hj. Kartika Oman: Insan Pers Tak Hanya Menyampaikan Informasi, Tapi Juga Peduli Kemanusiaan

Minggu, 27 September 2026 - 16:39 WIB

Satu Forum, Beragam Generasi: Warga Tomang Asli Kembali Bersilaturahmi

Berita Terbaru