PH Soesilo Aribowo Minta Mantan Dirut ASDP Ira Puspadewi Dibebaskan, Bantah Seluruh Dakwaan JPU

- Jurnalis

Jumat, 14 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dr. Soesilo Aribowo, S.H., M.H., Penasehat Hukum Mantan Dirut ASDP Ira Puspadewi. (Dok-Okj/Fahmy Nurdin)

Foto: Dr. Soesilo Aribowo, S.H., M.H., Penasehat Hukum Mantan Dirut ASDP Ira Puspadewi. (Dok-Okj/Fahmy Nurdin)

JAKARTA – Sidang perkara dugaan korupsi akuisisi PT Jembatan Nusantara (JN) oleh PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) kembali memanas. Kuasa hukum mantan Direktur Utama ASDP, Ira Puspadewi, menegaskan bahwa seluruh dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan layak untuk dikesampingkan.

Pernyataan tersebut disampaikan penasihat hukum Ira, Soesilo Aribowo, dalam pembacaan duplik di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat pada Kamis (13/11).

“Kami berkesimpulan bahwa seluruh dakwaan JPU KPK tidak terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum,” tegas Soesilo.

Atas dasar itu, ia meminta majelis hakim menjatuhkan putusan bebas bagi tiga terdakwa.

“Kami memohon agar majelis membebaskan Ira Puspadewi, Harry Muhammad Adhi Caksono, dan Muhammad Yusuf Hadi dari semua dakwaan,” ujarnya dikutip okjakarta.com, Jumat (14/11/2025).

Dalam duplik, tim penasihat hukum juga menolak tegas argumentasi JPU KPK yang menyebut PT Jembatan Nusantara memiliki dependensi keuangan terhadap ASDP. Menurut mereka, klaim tersebut tidak relevan dan tidak didukung fakta.

Soesilo menyampaikan bahwa setelah diakuisisi, PT JN justru menunjukkan performa keuangan yang sehat.

“Dalam tiga tahun pasca akuisisi, PT JN mampu membukukan pendapatan sekitar Rp1,8 triliun berdasarkan laporan keuangan tahun 2022–2024,” jelasnya.

Menariknya, penasihat hukum juga mempersoalkan aspek regulasi. Mereka menilai UU BUMN yang baru harus diterapkan dalam kasus ini, termasuk seluruh ketentuan peralihan yang memungkinkan penerapan surut.

“Jangan terus berargumen bahwa UU BUMN baru tidak bisa diberlakukan karena isu waktu. Ada asas peralihan, dan itu memungkinkan penerapan retroaktif,” kata Soesilo.

Sebelumnya, JPU KPK telah menuntut hukuman berat terhadap ketiga terdakwa. Ira Puspadewi: 8 tahun 6 bulan penjara + denda Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan.

Harry Muhammad Adhi Caksono (Direktur Perencanaan dan Pengembangan ASDP 2020–2024): 8 tahun penjara + denda Rp500 juta subsider 4 bulan. Muhammad Yusuf Hadi (Direktur Komersial dan Pelayanan ASDP 2019–2024): 8 tahun penjara + denda Rp500 juta subsider 4 bulan.

JPU menilai ketiganya telah bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 UU Tipikor, jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam uraian dakwaannya, JPU KPK menyebut para terdakwa diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp1,253 triliun dalam proses kerja sama usaha dan akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh ASDP pada periode 2019–2022.

Rincian nilai yang dipersoalkan antara lain:

• Pembayaran akuisisi saham PT JN: Rp892 miliar

• Pembayaran atas 11 kapal milik afiliasi PT JN: Rp380 miliar

• Nilai bersih yang dibayarkan ASDP kepada pemilik PT JN dan afiliasi: Rp1,272 triliun

Menurut JPU, rangkaian transaksi tersebut diduga memperkaya Adjie, pemilik sekaligus beneficial owner PT JN, hingga Rp1,25 triliun.

Dengan duplik yang telah disampaikan, kini majelis hakim akan mempertimbangkan seluruh argumentasi baik dari JPU maupun para terdakwa.

Putusan akhir dinilai akan menjadi salah satu momen penting dalam penanganan kasus akuisisi perusahaan transportasi penyeberangan terbesar di Indonesia tersebut.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Terima Bukti Tambahan Dugaan Malapraktik Pemasangan Stent pada Pasien Y oleh RS S Jaksel 
Imigrasi Deportasi 25 WNA yang Gunakan Visa Turis untuk Bisnis Fotografi di RI
Imigrasi Tangerang Pastikan Paspor Berserakan di BSD Merupakan Dokumen Lama Jamaah Haji
134 Narapidana High Risk Dipindahkan ke Nusakambangan, Total Sudah 2.834 Orang Nusakambangan, Total Sudah 2.834 Orang
Imigrasi Tangerang Selidiki Temuan Paspor Berserakan di BSD, Lakukan Penelusuran Pemilik dan Dugaan Pembuangan Dokumen
Ombudsman Sidak Imigrasi Jakarta Barat, Soroti Penggunaan Agen dalam Pengurusan KITAS
Ketua PT Bandung Tegaskan Advokat Dilarang Menelantarkan Klien Setelah Terima Kuasa
Deolipa Yumara Ambil Alih Pendampingan Hukum Herawati dan Nia, Dorong Penyelesaian Damai dalam Sengketa dengan Erin Taulany
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:29 WIB

Polda Metro Jaya Terima Bukti Tambahan Dugaan Malapraktik Pemasangan Stent pada Pasien Y oleh RS S Jaksel 

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:06 WIB

Imigrasi Deportasi 25 WNA yang Gunakan Visa Turis untuk Bisnis Fotografi di RI

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:29 WIB

Imigrasi Tangerang Pastikan Paspor Berserakan di BSD Merupakan Dokumen Lama Jamaah Haji

Senin, 8 Juni 2026 - 15:47 WIB

134 Narapidana High Risk Dipindahkan ke Nusakambangan, Total Sudah 2.834 Orang Nusakambangan, Total Sudah 2.834 Orang

Senin, 8 Juni 2026 - 10:15 WIB

Imigrasi Tangerang Selidiki Temuan Paspor Berserakan di BSD, Lakukan Penelusuran Pemilik dan Dugaan Pembuangan Dokumen

Berita Terbaru