JAKARTA – Aktor laga Indonesia, Abraham Ricky Hosada, menyampaikan kesaksian hidup sekaligus kisah duka mendalam atas kepergian sang istri saat ditemui awak media usai menghadiri kegiatan ibadah di The East Buiding, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis malam (23/4/2026).
Dalam keterangannya, Ricky menjelaskan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan undangan untuk berbagi kesaksian iman, khususnya perjalanan spiritualnya dari masa lalu hingga menjadi pribadi yang lebih religius.
“Saya diminta untuk bersaksi tentang kehidupan saya sebagai hamba Tuhan, bagaimana proses pertobatan saya dari yang tidak mengenal Tuhan hingga akhirnya percaya pada ,Tuhan” ujar Ricky.
Ricky yang lahir di Palopo, Sulawesi Selatan, pada 15 Januari 1963, mengisahkan perjalanan panjang hidupnya, termasuk kiprahnya di industri perfilman nasional. Ia mengaku mulai terjun ke dunia film pada usia 21 tahun dan sempat membintangi sedikitnya sembilan film sebagai pemeran utama.
Selain berkarier di dunia seni peran, Ricky juga menekuni berbagai bela diri seperti Thay Boxing,kickboxing, taekwondo, dan kungfu yang turut mendukung perannya dalam film-film laga.
Namun di balik kesuksesan tersebut, ia mengakui sempat terjerumus dalam kehidupan kelam. “Saya pernah jatuh dalam dunia gelap, jauh dari Tuhan, bahkan sempat mengalami pergumulan berat hingga ingin mengakhiri hidup,” ungkapnya.
Ricky menyebut, titik balik dalam hidupnya terjadi pada akhir 1990-an, ketika ia dibawa teman yaitu bpk.Erwin Nuh Tantero ikut SPIK Pdt.Stephen Tong di Manggalawanabakti dan Ricky menyerahkan diri menjadi pekayan Tuhan yang didoakan oleh Pdt. Stephen Tong, mulai serius mendalami kehidupan rohani. Pada 30 Maret 1999, ia memutuskan untuk dibaptis dan menjalani hidup baru.
“Sejak saat itu saya belajar menjadi pengikut Kristus yang sungguh-sungguh. Prosesnya tidak mudah, tapi itu yang membentuk saya,” katanya.
Ricky juga mengisahkan perjalanan hidupnya bersama sang istri, Jeanny Elisabeth Tuilan, yang dinikahinya pada 9 Oktober tahun 2002. Keduanya aktif dalam pelayanan keagamaan selama lebih dari dua dekade.
Menurut Ricky, sang istri dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam pelayanan, bahkan rela meninggalkan karier profesionalnya demi fokus membantu sesama. Istri saya sangat mengasihi Tuhan dan juga sangat mengasihi sesama manusia.
“Istri saya orang yang luar biasa, seorang wanita yang hebat. Dia melayani tanpa melihat latar belakang orang, baik kaya maupun miskin,” tuturnya.
Amsal 31:10-12 Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.
Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.
Momen paling emosional dalam pernyataannya adalah saat Ricky menceritakan detik-detik kepergian sang istri. Ia mengungkapkan bahwa istrinya sempat memimpin ibadah raya di GPdI El Uzay Rawasengon Tanah Merah pada Minggu, 12 April 2026 jam:17.00, sebelum tiba-tiba mengalami pusing dan akhirnya tidak sadarkan diri.
Setelah sempat mendapatkan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit RS Koja, Tanjung Priok, kondisi Jeanny terus menurun. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya pecah pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi.
“Dokter sudah berusaha maksimal dan saya juga sudah doa puasa, dan temen-,teman juga mendokung doa tapi akhirnya Tuhan memanggil dia pulang dan membawa dia ke Rumah Bapa di Surga,” ujar Ricky dengan suara bergetar.
Ia menambahkan, sang istri wafat tanpa melalui proses sakit berkepanjangan, sesuatu yang menurutnya sejalan dengan doa yang ibu Jeanny doakan agar ktk sudah selesai tugas di dunia ini, biar tidak menderita di rumah sakit tapi Tuhan membawnya pulang ke surga dgn tenang. Seperti kisah nabi Elia terangkat ke Surga.
2 Raja-raja 2:11 Sedang mereka (Elia dan Elisa) berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.
Meski mengaku sangat terpukul, Ricky berusaha menerima kepergian istrinya sebagai bagian dari rencana Tuhan.
Ayub 1:21-22 katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Tuhan berbuat yang kurang patut.
Ia menegaskan bahwa pengalaman ini semakin menguatkan imannya pada Tuhan.
“Kalau kehilangan harta masih bisa dicari, tapi kehilangan pasangan hidup itu luar biasa. Namun saya percaya ini rencana Tuhan yang terbaik,” katanya.
Ia juga mengaku masih kerap diliputi kesedihan, bahkan hingga menangis di tengah aktivitas sehari-hari. Namun, ia berdoa pada Tuhan minta kasih karunia Tuhan dan kekuatan Tuhan untuk kuaykan dan bangkit dengan keyakinan bahwa suatu saat akan kembali dipertemukan di surga dan Rumah Bapa yang kekal
Menutup pernyataannya, Ricky mengajak masyarakat untuk tetap bersyukur pada Tuhan yang sangat baik serta dalam segala kondisi dan memaknai setiap peristiwa hidup dengan iman.
“Apa pun yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita, itu baik adanya. Kita harus belajar mengucap syukur pada-Nya,” pungkasnya.
Pernyataan yang disampaikan merupakan kesaksian pribadi narasumber terkait pengalaman spiritual dan kehidupan pribadinya.
Untuk aspek medis terkait penyebab wafat, informasi merujuk pada penjelasan awal yang disampaikan pihak keluarga berdasarkan keterangan tenaga kesehatan.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































