Film “Tukar Takdir” Hadirkan Drama Petaka Pesawat dengan Sentuhan Emosional Kuat

- Jurnalis

Jumat, 26 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gala Premiere dan Press Conference Film Tukar Takdir. (Dok-Istimewa)

Foto: Gala Premiere dan Press Conference Film Tukar Takdir. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Layar lebar Indonesia kembali menghadirkan gebrakan baru dengan lahirnya film “Tukar Takdir”, sebuah drama petaka pesawat yang sarat emosi, penuh ketegangan. Sekaligus menyuguhkan pengalaman sinematik yang jarang dieksplorasi sineas tanah air. Film ini akan mulai tayang di bioskop pada 2 Oktober 2025, diproduksi oleh Starvision bersama Cinesurya, berkolaborasi dengan Legacy Pictures.

Mengusung genre yang relatif baru dalam perfilman Indonesia, “Tukar Takdir” diadaptasi dari novel laris berjudul sama karya Valiant Budi (Vabyo). Kursi sutradara ditempati Mouly Surya, yang juga menulis naskahnya, sementara kursi produser diisi oleh Chand Parwez Servia dan Rama Adi.

Film ini berfokus pada kisah Rawa (diperankan Nicholas Saputra), seorang programmer IT bidang perpajakan yang selamat seorang diri dari jatuhnya pesawat Jakarta Airways 79 dengan korban jiwa mencapai 132 orang. Keselamatannya justru menjerumuskannya ke dalam pusaran konflik emosional dan tuntutan batin.

Rawa kemudian berhadapan dengan Dita (Marsha Timothy), seorang notaris yang kehilangan suaminya, Raldi (Teddy Syach), dalam tragedi tersebut. Amarah Dita memuncak ketika mengetahui suaminya meninggal setelah kursi pesawat yang semula ditempati Rawa justru dipertukarkan dengan Raldi sesaat sebelum keberangkatan.

Pertemuan lain terjadi antara Rawa dan Zahra (Adhisty Zara), putri dari pilot pesawat nahas itu. Ketiganya dipersatukan oleh takdir pahit yang sama: kehilangan dan trauma. Dari sinilah drama emosional yang kental dengan duka, amarah, dan perjalanan penyembuhan luka batin dimulai.

Selain Nicholas Saputra, Marsha Timothy, dan Adhisty Zara sebagai pilar utama, film ini juga menghadirkan jajaran aktor-aktris papan atas:

  • Meriam Bellina sebagai Shinta
  • Marcella Zalianty sebagai Damianti
  • Roy Sungkono sebagai Dimas
  • Ariyo Wahab sebagai Purwanto
  • Revaldo sebagai Adam
  • Hannah Al Rashid sebagai Patricia
  • Tora Sudiro, Ringgo Agus Rahman, Devi Permatasari, hingga Bagus Ade Saputra

Kehadiran bintang lintas generasi ini menghadirkan dinamika akting yang memperkuat suasana film, mulai dari tragedi penuh ketegangan hingga adegan melankolis yang emosional.

Menurut sutradara Mouly Surya, “Tukar Takdir” menggabungkan unsur air crash investigation dengan drama emosional para korban dan penyintas. Pendekatan ini membuat film tidak sekadar menampilkan petaka di udara, tetapi juga menyoroti perjalanan berdamai dengan luka, kehilangan, dan takdir.

“Film ini membutuhkan kematangan teknis untuk memberikan hasil maksimal. Di luar investigasi, saya ingin menunjukkan bagaimana tragedi bisa menjadi ruang refleksi tentang hidup dan kehilangan,” ujar Mouly, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi okjakarta.com, Jumat (26/9/2025).

Produser Chand Parwez Servia menambahkan, film ini membawa angin segar karena menghadirkan genre yang belum pernah dieksplorasi di perfilman Indonesia. “Ini bukan hanya tentang kecelakaan pesawat, tapi bagaimana karakter-karakternya berdamai dengan takdir mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Rama Adi menekankan tantangan visual yang dihadapi tim produksi. “Kami berusaha menghadirkan nuansa chaotic saat tragedi pesawat terjadi, sekaligus suasana melankolis untuk membangun perjalanan emosional karakter,” katanya.

Nicholas Saputra menuturkan, perannya kali ini menuntut persiapan fisik dan mental berbeda. “Saya mendesain Rawa dengan fisik lebih berisi, dan film ini spesial karena bisa bermain dengan aktor hebat lain dalam adegan-adegan menegangkan namun penuh rasa,” ungkapnya.

Marsha Timothy, yang memerankan Dita, mengaku peran ini membawanya dalam proses emosional mendalam. “Memerankan seorang istri yang kehilangan suami dalam tragedi pesawat tentu sangat berat, tapi dari sana Dita belajar memaknai kembali hidup,” ujarnya.

Adhisty Zara menambahkan bahwa karakter Zahra punya lapisan kompleks. “Dia kehilangan ayah sekaligus harus menahan beban emosional ibunya. Di balik senyumnya, ada duka yang besar, dan kehadiran Rawa menjadi ruang pelarian emosionalnya,” kata Zara.

Film ini dikerjakan dengan dukungan teknis mumpuni, antara lain:

• Desain Produksi: Teddy Setiawan

• Sinematografi: Roy Lolang, I.C.S

• Penyuntingan: Ahmad Yuniardi

• Musik: Yudhi Arfani & Zeke Khaseli

• Efek Visual: Skybox, Exodusfx, Dalang Digital Studio

• Poster: Alvin Hariz

• OST: Temani Aku – Sheila On 7

Dengan kombinasi teknis yang solid, film ini diharapkan mampu membawa penonton pada pengalaman menonton yang berbeda: tegang, melankolis, sekaligus penuh refleksi.

“Tukar Takdir” bukan sekadar drama tentang tragedi pesawat, melainkan juga tentang perjalanan manusia berdamai dengan luka, kehilangan, dan takdir. Kehadirannya diprediksi akan menjadi salah satu karya paling diperbincangkan di akhir 2025.

Film ini tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 2 Oktober 2025. Informasi terbaru dapat diikuti melalui Instagram resmi @tukartakdirfilm, @starvisionplus, @cinesurya, serta TikTok @StarvisionMovie.

Penulis: Matyadi

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Film “Iman dan Imam” Raih Anugerah Film Terbaik SANFFEST 2025
Neno Warisman: SANFFEST 2025 Jadi Ruang Kreativitas Santri untuk Bertumbuh dan Bermimpi
Festival Film Horor Gelar Diskusi dan Penghargaan ffhoror 2025
Perayaan 70 Tahun FFI Warnai Malam Anugerah Piala Citra 2025: Sinema Indonesia Rayakan Keragaman dan Tonggak Baru Perfilman Nasional
JUMBO Menang Piala Citra 2025, Cetak Sejarah Baru Film Animasi Indonesi
FFI 2025 Siap Gelar Malam Puncak Piala Citra, Selebrasi 70 Tahun Kemajuan Sinema Indonesia
Starvision Rilis Trailer dan Poster Film Horor Misteri “Pencarian Terakhir” Lanjutkan Kisah Hilangnya Orang Tercinta di Gunung Sarangan
SUKMA: Ketika Cermin Menjadi Gerbang Teror Baru di Film Horor Indonesia
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 22 Desember 2025 - 08:08 WIB

Film “Iman dan Imam” Raih Anugerah Film Terbaik SANFFEST 2025

Minggu, 21 Desember 2025 - 22:37 WIB

Neno Warisman: SANFFEST 2025 Jadi Ruang Kreativitas Santri untuk Bertumbuh dan Bermimpi

Minggu, 14 Desember 2025 - 05:42 WIB

Festival Film Horor Gelar Diskusi dan Penghargaan ffhoror 2025

Jumat, 21 November 2025 - 14:52 WIB

Perayaan 70 Tahun FFI Warnai Malam Anugerah Piala Citra 2025: Sinema Indonesia Rayakan Keragaman dan Tonggak Baru Perfilman Nasional

Jumat, 21 November 2025 - 11:58 WIB

JUMBO Menang Piala Citra 2025, Cetak Sejarah Baru Film Animasi Indonesi

Berita Terbaru

Lembaga Survei KedaiKOPI merilis laporan hasil riset kualitatif bertajuk Eksplorasi Kriteria Pemimpin Ideal Nasional pada Selasa (13/1/2026).

Nasional

Survei KedaiKOPI Ungkap Kriteria Pemimpin Ideal Versi Publik

Selasa, 13 Jan 2026 - 21:32 WIB

Anak-anak bermain sepakbola di depan Spanduk SPPG Pancoras Mas, yang telah terpasang di Lapangan KONI Depok. (Foto: hw)

Olahraga

Lapangan KONI Depok, Akhir dari Sebuah Cerita Panjang

Selasa, 13 Jan 2026 - 21:04 WIB