Erfan Pratama Tegaskan Peran Strategis Pers Sebagai Pilar Demokrasi dan Penjaga Moral Informasi

- Jurnalis

Senin, 13 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi Pers Is Hero. (Dok-Istimewa/pokja.pwijaktim)

Foto: Ilustrasi Pers Is Hero. (Dok-Istimewa/pokja.pwijaktim)

JAKARTA – Dalam lanskap demokrasi modern, peran pers tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama dalam menjaga keseimbangan kekuasaan. Pernyataan itu ditegaskan oleh Erfan Pratama, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kejaksaan & Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (13/10/2025), dalam tulisan reflektifnya berjudul “Pers, Pilar Keempat dan Pahlawan Peradaban Informasi.”

Erfan menegaskan, dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, pers menempati posisi strategis sebagai pilar keempat demokrasi, berdampingan dengan eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Posisi tersebut, menurutnya, bukan hanya simbol kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan kekuasaan dan menjadi jembatan komunikasi antara rakyat dan pemerintah.

“Pers adalah mata dan telinga bangsa. Dari sudut kota hingga pelosok desa, insan pers hadir mencatat denyut kehidupan masyarakat. Mereka mendengar suara rakyat kecil yang sering kali tak terdengar,” tulis Erfan dalam pernyataannya.

Ia menilai, setiap karya jurnalistik yang diterbitkan sesungguhnya memuat semangat keadilan dan kejujuran. Di balik setiap lembar berita, terdapat dedikasi dan perjuangan insan pers dalam menghadirkan kebenaran kepada publik.

Namun, Erfan juga mengingatkan bahwa di balik peran heroik itu, profesi wartawan kerap dihadapkan pada risiko dan tekanan, baik dari kekuasaan maupun dari arus opini publik yang sering kali bias. “Wartawan adalah pahlawan tanpa tanda jasa di medan informasi,” ujarnya.

Dalam era digital yang penuh dinamika, tantangan yang dihadapi dunia pers semakin kompleks. Arus informasi yang begitu cepat membuat batas antara fakta dan opini semakin kabur. Sementara itu, penyebaran hoaks dan disinformasi menjadi ancaman nyata terhadap kredibilitas media.

Menurut Erfan, situasi tersebut menuntut insan pers untuk tidak hanya cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga akurasi dan keseimbangan berita. Ia menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas jurnalis dalam menghadapi derasnya kompetisi informasi di ruang digital.

“Di sinilah jati diri insan pers diuji. Mereka tidak hanya penyampai kabar, tetapi juga penjaga moral informasi. Pers harus tetap menjadi garda terdepan dalam menegakkan objektivitas dan kebenaran,” ungkapnya.

Erfan mengajak masyarakat untuk lebih menghargai dan mendukung kerja keras insan pers. Ia menegaskan bahwa profesi jurnalis bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa yang berlandaskan pada tanggung jawab moral untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Pers bukan hanya saksi sejarah, tetapi juga penulis sejarah itu sendiri. Mereka pahlawan peradaban yang menjaga cahaya kebenaran tetap menyala di tengah gelapnya zaman,” pungkasnya.

Tulisan Erfan Pratama ini menjadi pengingat penting di tengah derasnya arus digitalisasi bahwa pers yang bebas, beretika, dan bertanggung jawab merupakan benteng terakhir dari demokrasi yang sehat.

Melalui insan pers yang berintegritas, kebenaran tidak hanya diberitakan, tetapi dijaga, agar bangsa ini tidak kehilangan arah dalam perjalanan informasinya. (@pokja.pwijaktim)

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Rekam Jejak Lengkap, Laksdya Hersan Kian Difavoritkan Jadi Kasal
Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
Indonesia–Uni Eropa Teken Joint Announcement, Perkuat Dialog Halal dan Fasilitasi Perdagangan
Kementerian HAM Lanjutkan Pemulihan Korban Pelanggaran HAM Berat
Kesbangpol DKI Tegaskan Rekrutmen FKDM Sesuai Aturan
Icha Yang Meriahkan Harmoni Imlek Nusantara di Bundaran HI
Alumni MKn UI Gelar Fun Padel Tournament 2026, Perkuat Soliditas dan Kebersamaan
Prabowo Optimistis Ekonomi Indonesia Siap ‘Take Off’ di Indonesia Economic Outlook 2026
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 17:51 WIB

Rekam Jejak Lengkap, Laksdya Hersan Kian Difavoritkan Jadi Kasal

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:07 WIB

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:08 WIB

Indonesia–Uni Eropa Teken Joint Announcement, Perkuat Dialog Halal dan Fasilitasi Perdagangan

Senin, 16 Februari 2026 - 17:57 WIB

Kementerian HAM Lanjutkan Pemulihan Korban Pelanggaran HAM Berat

Senin, 16 Februari 2026 - 14:50 WIB

Kesbangpol DKI Tegaskan Rekrutmen FKDM Sesuai Aturan

Berita Terbaru

Foto: TGRM dan ITB Career Center Bahas Income Ideal untuk Mahasiswa dan Fresh Graduate

Bisnis Ekonomi

Jelang Dunia Kerja, Mahasiswa ITB Didorong Hitung Angka Income Ideal

Selasa, 3 Mar 2026 - 18:52 WIB