Airlangga Targetkan Transaksi BINA Lebaran 2026 Capai Rp53 Triliun, Dorong Konsumsi Domestik

- Jurnalis

Minggu, 8 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah terus mendorong penguatan konsumsi domestik sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional

Pemerintah terus mendorong penguatan konsumsi domestik sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional

JAKARTA – Pemerintah terus mendorong penguatan konsumsi domestik sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai program stimulus ekonomi serta momentum belanja masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri diharapkan mampu menjaga daya beli sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi pada awal tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 ditargetkan mampu mencatatkan transaksi hingga Rp53 triliun atau naik sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Saya monitor BINA targetnya sekarang Rp53 triliun. Dan ini naik 20 persen dibandingkan tahun yang lalu. Dan kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri,” ujar Airlangga saat membuka Program BINA Lebaran 2026 di Jakarta, Minggu (8/3).

Airlangga menjelaskan program BINA merupakan bagian dari upaya pemerintah bersama pelaku usaha untuk memperkuat pasar domestik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui berbagai promosi dan program belanja, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

Program BINA Lebaran 2026 akan berlangsung selama 25 hari, mulai 6 hingga 30 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan sekitar 380 perusahaan, 800 merek, serta lebih dari 80.000 gerai ritel di berbagai wilayah Indonesia.

Selain itu, sekitar 400 pusat perbelanjaan juga ikut berpartisipasi dengan menghadirkan berbagai program promosi dan diskon bagi masyarakat selama periode Ramadan dan menjelang Lebaran.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tahun ini, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi. Salah satunya melalui bantuan pangan kepada sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran mencapai Rp11,92 triliun.

Selain itu, pemerintah juga memberikan berbagai insentif seperti diskon tarif transportasi selama periode mudik Lebaran.
Pemerintah juga mendorong penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) agar masyarakat dapat memanfaatkan berbagai insentif transportasi sekaligus meningkatkan mobilitas ekonomi di berbagai daerah.

Momentum konsumsi masyarakat juga diperkuat dengan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR). Di sisi lain, perusahaan penyedia layanan transportasi daring juga menyiapkan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para mitra pengemudi dengan total nilai sekitar Rp220 miliar.

Tentu kami berharap bahwa momentum ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama. Kuartal pertama ini kami harus dongkrak dan harapannya lebih tinggi dari tahun lalu,” kata Airlangga.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini dapat mencapai sekitar 5,5 persen.

Target tersebut diharapkan tercapai melalui peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat serta pertumbuhan penjualan di sektor ritel.
Airlangga juga menekankan pentingnya menjaga dan melindungi produksi dalam negeri di tengah persaingan pasar global.

Produksi dalam negeri juga harus dilindungi karena semua negara mencari market yang besar. Dan Indonesia dengan 287 juta penduduk ini merupakan market terbesar di ASEAN,” ujarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Perdagangan Budi Santoso, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, serta Direktur The Foodhall Indonesia Lenny Tjandra.

Berita Terkait

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern
Program BINA Lebaran 2026 Ditargetkan Catat Transaksi Rp53,38 Triliun
Airlangga Dorong Talenta Semikonduktor, Indonesia Target Jadi Pemain Industri Chip Global
Airlangga Terima Dubes Belarus, Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan
Fitch Pertahankan Peringkat Kredit RI di Level BBB, Outlook Direvisi Negatif
Kemenko Perekonomian Gelar Semarak Ramadan, Hadirkan Bazar UMKM dan Sembako Murah
Jelang Dunia Kerja, Mahasiswa ITB Didorong Hitung Angka Income Ideal
Menko PMK Sahkan Renduk Rehab Rekon Sumatera Versi I, Anggaran Rp56,3 Triliun
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 16:40 WIB

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Minggu, 8 Maret 2026 - 22:18 WIB

Program BINA Lebaran 2026 Ditargetkan Catat Transaksi Rp53,38 Triliun

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:33 WIB

Airlangga Targetkan Transaksi BINA Lebaran 2026 Capai Rp53 Triliun, Dorong Konsumsi Domestik

Sabtu, 7 Maret 2026 - 06:00 WIB

Airlangga Dorong Talenta Semikonduktor, Indonesia Target Jadi Pemain Industri Chip Global

Sabtu, 7 Maret 2026 - 05:50 WIB

Airlangga Terima Dubes Belarus, Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan

Berita Terbaru