Buronan The Doctor Ditangkap di Penang, Jejak Jaringan Narkotika Lintas Negara Mulai Terkuak

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tim Set NCB Interpol Divhubinter Polri berhasil menangkap buronan kasus narkotika berinisial AFT di Penang pada Minggu (5/4/2026) pukul 13.44 waktu setempat. (Dok-Istimewa)

Foto: Tim Set NCB Interpol Divhubinter Polri berhasil menangkap buronan kasus narkotika berinisial AFT di Penang pada Minggu (5/4/2026) pukul 13.44 waktu setempat. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Upaya panjang penegakan hukum lintas negara kembali menunjukkan hasil. Tim Set NCB Interpol Divhubinter Polri berhasil menangkap buronan kasus narkotika berinisial AFT di Penang pada Minggu (5/4/2026) pukul 13.44 waktu setempat. Penangkapan ini menjadi titik krusial dalam pengungkapan jaringan peredaran narkotika internasional yang selama ini beroperasi secara tersembunyi dan terorganisir.

AFT bukan pelaku biasa. Ia merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri yang diduga kuat berperan sebagai distributor utama dalam jaringan narkotika lintas negara. Setelah sempat melarikan diri ke Malaysia dan lolos dari pengejaran di Kuala Lumpur, pelariannya akhirnya terhenti di Penang melalui operasi gabungan yang melibatkan Interpol dan Special Branch Polis Diraja Malaysia.

Ses NCB Interpol Divhubinter Polri, Untung Widyatmoko, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari koordinasi intensif dan pertukaran informasi yang berkelanjutan antarnegara.

“Penangkapan ini menunjukkan bahwa kolaborasi internasional bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi instrumen nyata dalam memburu pelaku kejahatan lintas yurisdiksi. Pemantauan terhadap AFT telah dilakukan sejak awal Maret 2026 hingga akhirnya berhasil diamankan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar penangkapan, kasus ini membuka lapisan baru dari jaringan narkotika yang sebelumnya telah menjerat sejumlah tersangka lain, termasuk sosok berinisial E alias Koko E. Dalam struktur jaringan tersebut, AFT yang dikenal dengan julukan “The Doctor” diduga berperan sebagai pemasok utama berbagai jenis narkotika ke Indonesia.

Dari hasil penyidikan sementara, AFT diketahui mengendalikan distribusi sabu serta cartridge vape yang mengandung zat etomidate, sejenis anestesi yang disalahgunakan dengan berbagai merek. Modus operandi yang digunakan tergolong kompleks dan adaptif, mulai dari jalur darat dan laut hingga pengiriman kargo internasional. Dalam beberapa kasus, sabu bahkan disamarkan di dalam boneka yang dikemas sebagai hadiah, menunjukkan tingkat kecanggihan sekaligus upaya menghindari deteksi aparat.

Namun demikian, pengungkapan ini juga menyoroti tantangan serius yang dihadapi aparat penegak hukum. Peredaran narkotika lintas negara kini semakin memanfaatkan celah globalisasi, teknologi, dan mobilitas manusia yang tinggi. Tanpa kerja sama internasional yang solid, upaya penindakan akan selalu tertinggal dari kecepatan adaptasi sindikat.

Di sisi lain, aparat menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan akhir, melainkan pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih luas. Penangkapan AFT diyakini akan memberikan informasi penting terkait alur distribusi, jaringan pemasok, hingga potensi keterlibatan pihak lain baik di dalam maupun luar negeri.

Saat ini, proses pemulangan AFT ke Indonesia tengah dipersiapkan. Ia dijadwalkan akan diterbangkan dari Penang pada Senin (6/4/2026) pukul 10.00 waktu setempat setelah seluruh proses administrasi dan koordinasi antarnegara rampung.

Setibanya di Indonesia, AFT akan langsung menjalani proses hukum oleh penyidik Dittipid Narkoba Bareskrim Polri. Ia dijerat dengan sejumlah pasal berat dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, di antaranya Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), serta Pasal 132 ayat (1), yang mengatur tentang peredaran, kepemilikan, dan keterlibatan dalam sindikat narkotika.

Kasus ini kembali menegaskan bahwa perang melawan narkotika bukan hanya persoalan domestik, melainkan pertempuran lintas batas yang menuntut konsistensi, ketegasan, dan kolaborasi global yang berkelanjutan.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Pengadaan Laptop hingga Printer Proyek HDDAP Kementan Disorot, Dugaan Mark Up dan Permainan Tender Mencuat
Bongkar Aktor di Balik PETI Hulu Bintauna, Raldy Doy Minta Instruksi Kapolda Dikawal
PETI Hulu Bintauna Disorot, Raldy Doy Desak Instruksi Kapolda Sulut Tak Berhenti di Atas Kertas
Urugan di Petukangan Selatan Tetap Jalan, Tindak Lanjut Pemerintah Dipertanyakan
RPA Ilegal Tetap Beroperasi Usai Disidak, Penerapan Aturan Pemkot Jaksel Dipertanyakan
Sengketa ABK Berakhir Damai, ANP Law Office Jembatani Kesepakatan Keluarga dan Perusahaan
Terjebak Verifikasi Aplikasi yang Mengatasnamakan ASABRI, Rp273 Juta Pensiunan TNI Raib
Penipu Catut Nama Citi M Hotel, Customer Diminta Cek Kanal Reservasi Resmi
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Pengadaan Laptop hingga Printer Proyek HDDAP Kementan Disorot, Dugaan Mark Up dan Permainan Tender Mencuat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Bongkar Aktor di Balik PETI Hulu Bintauna, Raldy Doy Minta Instruksi Kapolda Dikawal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Urugan di Petukangan Selatan Tetap Jalan, Tindak Lanjut Pemerintah Dipertanyakan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:30 WIB

RPA Ilegal Tetap Beroperasi Usai Disidak, Penerapan Aturan Pemkot Jaksel Dipertanyakan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Sengketa ABK Berakhir Damai, ANP Law Office Jembatani Kesepakatan Keluarga dan Perusahaan

Berita Terbaru