Eks Kepala DLH DKI Jadi Tersangka

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Alat berat dikerahkan untuk mengevakuasi kendaraan yang tertimbun longsor sampah di TPST Bantargebang, sementara puluhan warga memadati lokasi menyaksikan proses penyelamatan, Selasa (21/4/2026).

Foto: Alat berat dikerahkan untuk mengevakuasi kendaraan yang tertimbun longsor sampah di TPST Bantargebang, sementara puluhan warga memadati lokasi menyaksikan proses penyelamatan, Selasa (21/4/2026).

JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merespons penetapan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI, Asep Kuswanto, sebagai tersangka dalam kasus longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dengan menegaskan sikap patuh pada proses hukum.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut status tersangka yang disematkan kepada Asep merupakan konsekuensi dari rangkaian penyelidikan yang telah berjalan. Ia menegaskan, Pemprov tidak akan melakukan intervensi dan memilih mengikuti seluruh mekanisme hukum yang berlaku.

“Pemerintah daerah tunduk pada hukum. Ketika proses itu berjalan dan menghasilkan konsekuensi, maka harus dijalankan,” kata Rano di Balai Kota, Selasa (21/4/2026).

Kasus longsor di TPST Bantargebang kembali menyorot lemahnya tata kelola sampah ibu kota. Insiden tersebut tidak hanya berdampak pada operasional pengolahan sampah, tetapi juga memicu pertanyaan publik terkait pengawasan dan mitigasi risiko di fasilitas pengelolaan sampah terbesar Jakarta itu.

Rano menegaskan, Pemprov DKI akan mendukung langkah-langkah penegakan hukum sekaligus mempercepat pembenahan sistem yang dinilai masih memiliki celah. Ia menyebut Gubernur telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera menindaklanjuti rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup.

“Fokus kami bukan hanya pada proses hukum, tetapi juga memastikan perbaikan berjalan cepat, terukur, dan sesuai aturan,” ujarnya.

Selain pembenahan di tingkat hulu, Pemprov juga menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Edukasi pengurangan dan pemilahan sampah dari sumber dinilai menjadi kunci untuk menekan beban di Bantargebang yang selama ini menjadi titik akhir mayoritas limbah Jakarta.

Kasus ini menjadi ujian bagi komitmen Pemprov DKI dalam membenahi persoalan klasik ibu kota: sampah yang terus menumpuk, sistem yang kerap tambal sulam, serta pengawasan yang dipertanyakan setiap kali insiden terjadi.

Reporter: Yoga Stevian

Berita Terkait

Kemenkum Siapkan Tarif Rp0 untuk Penutupan Situs Pelanggar Kekayaan Intelektual
“Lima Tahun Terpisah, Lapas Cianjur Fasilitasi Pertemuan Warga Binaan dengan Keluarga Lansia”
Video Antrean BBM Picu Polemik, Bhatara Buka Suara dan Siapkan Langkah Hukum
Sengketa Toyota Innova Berlarut, Konsumen Soroti Dugaan Cacat Kemudi dan Proses Pembuktian di Pengadilan
BNN Temukan 98 Persen Sampel Cairan Vape Mengandung Zat Berbahaya
Kodaeral IV dan Satgas BAIS TNI Gagalkan Dugaan Keberangkatan Ilegal WNA Vietnam
Jabatan Kepala DLH Labuhanbatu Jadi Sorotan, GARANSI Minta Transparansi Hasil Pemeriksaan
Prabowo Perintahkan Usut Tuntas Karhutla, Korporasi Pelanggar Terancam Dicabut Izinnya
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Kemenkum Siapkan Tarif Rp0 untuk Penutupan Situs Pelanggar Kekayaan Intelektual

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:34 WIB

“Lima Tahun Terpisah, Lapas Cianjur Fasilitasi Pertemuan Warga Binaan dengan Keluarga Lansia”

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Video Antrean BBM Picu Polemik, Bhatara Buka Suara dan Siapkan Langkah Hukum

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Sengketa Toyota Innova Berlarut, Konsumen Soroti Dugaan Cacat Kemudi dan Proses Pembuktian di Pengadilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:51 WIB

BNN Temukan 98 Persen Sampel Cairan Vape Mengandung Zat Berbahaya

Berita Terbaru