SERANG BANTEN — Kementerian Kebudayaan menggelar peringatan 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf Al-Makassari di kawasan Masjid Agung Banten Lama, sebagai momentum memperkuat warisan budaya dan identitas Indonesia di tingkat global.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan peringatan ini menjadi refleksi atas peran Syekh Yusuf sebagai tokoh lintas benua yang diakui dunia internasional.
“Syekh Yusuf adalah sosok yang menyatukan kekuatan pemikiran dan perjuangan fisik. Ia juga menjadi satu-satunya tokoh yang menyandang gelar pahlawan nasional di Indonesia dan Afrika Selatan,” ujar Fadli dalam sambutannya, Senin (28/4).
Peringatan empat abad kelahiran Syekh Yusuf juga telah masuk dalam agenda UNESCO, menandakan pengakuan global atas kontribusinya.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli mengumumkan rencana pembangunan Museum Syekh Yusuf di Cape Town, yang akan difungsikan sebagai Rumah Budaya Indonesia di luar negeri. Rencana ini telah dikoordinasikan dengan otoritas setempat dan mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan penetapan kawasan Banten Lama sebagai cagar budaya nasional untuk menjaga kelestarian situs bersejarah dan warisan budaya hidup.
Rangkaian acara diisi dengan berbagai kegiatan budaya dan edukatif, mulai dari diskusi intelektual yang menghadirkan akademisi, hingga penulisan mushaf Al-Qur’an oleh ratusan santri. Pengunjung juga dapat menyaksikan pameran manuskrip yang masuk dalam program Memory of the World UNESCO.
Acara ditutup dengan pertunjukan musik religi oleh grup Debu serta pembacaan puisi kebangsaan.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 1.000 peserta ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan diplomatik dari berbagai negara, termasuk Duta Besar Yaman untuk Indonesia.
Pemerintah berharap peringatan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai sejarah dan kontribusi tokoh bangsa di tingkat global.




































