AHY Dorong Percepatan Giant Sea Wall Pantura, Antisipasi Banjir Rob dan Dampak Iklim

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mendorong percepatan perlindungan dan pembangunan kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa melalui proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mendorong percepatan perlindungan dan pembangunan kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa melalui proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall.

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mendorong percepatan perlindungan dan pembangunan kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa melalui proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall.

Hal tersebut disampaikan AHY saat memimpin rapat kick-off meeting lintas kementerian dan lembaga di Jakarta, Rabu (6/5). Ia menilai kondisi pesisir Pantura semakin rentan akibat banjir rob, penurunan muka tanah, serta kenaikan permukaan air laut.

Terjadi kenaikan permukaan air laut sekitar 0,8 hingga 1,2 cm per tahun akibat pemanasan global. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir rob yang dapat merusak permukiman dan infrastruktur,” ujar AHY.

Menurut dia, pembangunan giant sea wall menjadi langkah strategis nasional yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penataan kawasan pesisir secara menyeluruh.

Pendekatan tersebut mencakup pengendalian banjir, penyediaan air bersih, hingga perlindungan dan relokasi masyarakat terdampak di sepanjang wilayah Pantai Utara Jawa.
AHY menegaskan penanganan persoalan pesisir tidak bisa dilakukan secara parsial dan harus terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Ia juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar percepatan proyek dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, serta perencanaan berbasis data yang berkelanjutan.

Salah satu langkah awal yang diprioritaskan adalah penyusunan masterplan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) sebagai fondasi kebijakan jangka panjang.
“Percepatan penyusunan masterplan menjadi kunci. Ini membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh pihak,” katanya.
Selain pembangunan tanggul laut, pemerintah juga mengedepankan pendekatan berbasis alam seperti restorasi mangrove untuk memperkuat perlindungan pesisir.

AHY menyebut proyek ini akan berjalan dalam jangka panjang sekitar 15 hingga 20 tahun dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Kita membangun super team untuk mengorkestrasi perencanaan, pembiayaan, dan implementasi jangka panjang demi menyelamatkan ekonomi dan jutaan masyarakat di wilayah pesisir,” ujarnya.
Adapun rencana pembangunan giant sea wall di Pantura Jawa akan membentang sepanjang sekitar 575 kilometer, mencakup wilayah barat hingga timur Pulau Jawa, mulai dari Serang hingga Gresik.
Infrastruktur yang dikembangkan meliputi tanggul laut lepas pantai (offshore dike), tanggul pantai (coastal dike), serta solusi berbasis alam seperti konservasi mangrove.
Pemerintah berharap proyek ini dapat menjadi solusi komprehensif dalam menghadapi ancaman perubahan iklim sekaligus melindungi kawasan pesisir yang menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional.

Berita Terkait

Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Imigrasi Bebaskan Denda Overstay WNA
Anugerah M.H. Thamrin 2026 Digelar Besok, Panitia Pastikan Seluruh Persiapan Matang
BGN: 512 Siswa Terdampak Insiden Keamanan Pangan di Sidoarjo
Yusril Minta Warga Tak Terprovokasi Isu Kericuhan Pejompongan
Kemenimipas Libatkan Anak Binaan dalam Lomba 17-an di Tangerang
Bang Japar Tegaskan Komitmen Jaga Jakarta, Ajak Warga Tak Terprovokasi
Kemnaker Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga Jagakarsa dan Matraman
Pacuan Kuda NTB Dibidik Jadi Penggerak Prestasi, Pariwisata, dan UMKM
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 16:05 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Imigrasi Bebaskan Denda Overstay WNA

Minggu, 6 September 2026 - 19:06 WIB

Anugerah M.H. Thamrin 2026 Digelar Besok, Panitia Pastikan Seluruh Persiapan Matang

Jumat, 4 September 2026 - 12:16 WIB

BGN: 512 Siswa Terdampak Insiden Keamanan Pangan di Sidoarjo

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Yusril Minta Warga Tak Terprovokasi Isu Kericuhan Pejompongan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:35 WIB

Kemenimipas Libatkan Anak Binaan dalam Lomba 17-an di Tangerang

Berita Terbaru

Foto: Sejumlah anak yatim menerima santunan dalam kegiatan Jumat Berkah yang digelar Unit Reskrim Polsek Tambora, Jakarta Barat, Jumat (25/9/2026).

TNI & POLRI

Polsek Tambora Hadirkan Jumat Berkah, Anak Yatim Terima Santunan

Jumat, 25 Sep 2026 - 18:57 WIB

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin saat mengikuti penilaian Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi Tingkat Nasional 2026 secara daring di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Posyandu Melati 2 Duri Pulo Bawa Nama DKI di Pentas Nasional

Jumat, 25 Sep 2026 - 18:37 WIB

Foto: Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin bersama Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakarta Timur Essie Feransie Munjirin memanen golden melon di lahan urban farming halaman bekas SMK Santa Lucia, RW 012, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jumat (25/9/2026).

Wali Kota Jakarta Pusat

Munjirin Dorong Warga Ubah Lahan Kosong Jadi Kebun Produktif

Jumat, 25 Sep 2026 - 16:55 WIB

Foto: Sejumlah anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) berfoto bersama di kawasan Situs Megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, Kamis Malam, (24/9/2026).

PWI

PWI Doa untuk Indonesia dari Teras 5 Gunung Padang

Jumat, 25 Sep 2026 - 16:40 WIB