JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mendorong percepatan perlindungan dan pembangunan kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa melalui proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall.
Hal tersebut disampaikan AHY saat memimpin rapat kick-off meeting lintas kementerian dan lembaga di Jakarta, Rabu (6/5). Ia menilai kondisi pesisir Pantura semakin rentan akibat banjir rob, penurunan muka tanah, serta kenaikan permukaan air laut.
Terjadi kenaikan permukaan air laut sekitar 0,8 hingga 1,2 cm per tahun akibat pemanasan global. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir rob yang dapat merusak permukiman dan infrastruktur,” ujar AHY.
Menurut dia, pembangunan giant sea wall menjadi langkah strategis nasional yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penataan kawasan pesisir secara menyeluruh.
Pendekatan tersebut mencakup pengendalian banjir, penyediaan air bersih, hingga perlindungan dan relokasi masyarakat terdampak di sepanjang wilayah Pantai Utara Jawa.
AHY menegaskan penanganan persoalan pesisir tidak bisa dilakukan secara parsial dan harus terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Ia juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar percepatan proyek dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, serta perencanaan berbasis data yang berkelanjutan.
Salah satu langkah awal yang diprioritaskan adalah penyusunan masterplan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) sebagai fondasi kebijakan jangka panjang.
“Percepatan penyusunan masterplan menjadi kunci. Ini membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh pihak,” katanya.
Selain pembangunan tanggul laut, pemerintah juga mengedepankan pendekatan berbasis alam seperti restorasi mangrove untuk memperkuat perlindungan pesisir.
AHY menyebut proyek ini akan berjalan dalam jangka panjang sekitar 15 hingga 20 tahun dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Kita membangun super team untuk mengorkestrasi perencanaan, pembiayaan, dan implementasi jangka panjang demi menyelamatkan ekonomi dan jutaan masyarakat di wilayah pesisir,” ujarnya.
Adapun rencana pembangunan giant sea wall di Pantura Jawa akan membentang sepanjang sekitar 575 kilometer, mencakup wilayah barat hingga timur Pulau Jawa, mulai dari Serang hingga Gresik.
Infrastruktur yang dikembangkan meliputi tanggul laut lepas pantai (offshore dike), tanggul pantai (coastal dike), serta solusi berbasis alam seperti konservasi mangrove.
Pemerintah berharap proyek ini dapat menjadi solusi komprehensif dalam menghadapi ancaman perubahan iklim sekaligus melindungi kawasan pesisir yang menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional.




































