Pasca Konbes Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2026, Diharapkan Lahir Program Nyata untuk Penguatan Umat dan Bangsa

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: H. Abdul Kahar Yelipele, Ketua PWNU Provinsi Papua Pegunungan. (Dok-Istimewa)

Foto: H. Abdul Kahar Yelipele, Ketua PWNU Provinsi Papua Pegunungan. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Rangkaian kegiatan Konferensi Besar (Konbes) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung selama dua hari resmi berakhir pada Selasa, 23 Juni 2026 atau bertepatan dengan 8 Muharam 1448 Hijriah. Penutupan kegiatan yang dilaksanakan di Nangkalan, Madura, Jawa Timur, berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan, menandai berakhirnya salah satu forum strategis organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Forum yang mempertemukan para ulama, kiai, cendekiawan, dan pengurus Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah di Indonesia itu menghasilkan berbagai keputusan, rekomendasi, serta pemikiran strategis yang diharapkan mampu menjawab tantangan umat dan bangsa di tengah dinamika zaman yang terus berkembang.

Ketua PWNU Provinsi Papua Pegunungan, H. Abdul Kahar Yelipele, menyampaikan harapannya agar seluruh hasil yang telah dirumuskan dalam Konbes tidak berhenti sebagai dokumen organisasi semata, melainkan dapat diwujudkan menjadi program-program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.

Menurutnya, semangat persatuan dan persaudaraan yang terbangun selama pelaksanaan forum harus terus dipelihara dan diperkuat di seluruh tingkatan kepengurusan Nahdlatul Ulama, mulai dari pusat hingga daerah.

“Keputusan dan rekomendasi yang lahir dari forum ini hendaknya menjadi pedoman dalam memperkuat pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara. Nilai-nilai ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah yang menjadi ruh perjuangan Nahdlatul Ulama harus terus dirawat dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (23/6/2026).

Penutupan Konbes yang bertepatan dengan 8 Muharam atau Hari Tarwiyah dalam rangkaian ibadah haji dinilai memiliki makna spiritual yang mendalam. Hari Tarwiyah dikenal sebagai momentum persiapan menuju puncak ibadah haji di Arafah, yang mengandung pelajaran tentang pentingnya kesiapan, keikhlasan, kesabaran, serta keteguhan dalam menjalankan amanah.

Nilai-nilai tersebut, menurut Abdul Kahar Yelipele, sangat relevan dengan tugas dan tanggung jawab para kader serta pengurus Nahdlatul Ulama dalam menjalankan roda organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap seluruh peserta yang hadir dalam Konbes dapat membawa pulang semangat perubahan dan penguatan organisasi ke daerah masing-masing. Dengan demikian, hasil-hasil forum dapat diterjemahkan ke dalam langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pelayanan umat, pengembangan pendidikan, dakwah yang moderat, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan kerukunan antarumat beragama.

Bagi warga Nahdlatul Ulama di Tanah Papua, khususnya di wilayah Papua Pegunungan, hasil Konbes diharapkan menjadi inspirasi dalam membangun organisasi yang semakin kuat, mandiri, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Wilayah Papua Pegunungan yang memiliki tantangan geografis, sosial, dan ekonomi tersendiri membutuhkan peran organisasi kemasyarakatan yang mampu menghadirkan solusi serta menjadi jembatan antara masyarakat dan berbagai program pembangunan.

Abdul Kahar menegaskan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut adanya kerja sama, inovasi, serta kepemimpinan yang bijaksana. Oleh sebab itu, seluruh elemen Nahdlatul Ulama perlu memperkuat sinergi dan memperluas ruang pengabdian untuk menghadirkan kemaslahatan yang lebih besar bagi masyarakat.

“NU harus terus hadir sebagai organisasi yang responsif terhadap kebutuhan umat. Kita dituntut untuk mampu menjawab berbagai persoalan sosial, pendidikan, ekonomi, dan kebangsaan dengan pendekatan yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemanfaatan bersama,” katanya.

Konbes Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2026 juga dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi Nahdlatul Ulama sebagai penjaga nilai-nilai Islam moderat yang toleran dan rahmatan lil ‘alamin.

Di tengah berbagai tantangan global, perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika geopolitik yang memengaruhi kehidupan masyarakat, NU diharapkan tetap menjadi pilar pemersatu bangsa yang mampu menjaga harmoni, persaudaraan, dan stabilitas sosial.

Melalui berbagai rekomendasi yang dihasilkan, organisasi ini diharapkan semakin memperkuat kontribusinya dalam pembangunan nasional, baik melalui sektor pendidikan, dakwah, ekonomi umat, maupun penguatan karakter kebangsaan.

Komitmen untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), memperkuat toleransi, serta mengedepankan nilai-nilai keislaman yang damai menjadi salah satu pesan penting yang mengemuka selama pelaksanaan forum tersebut.

Berakhirnya Konbes Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama bukanlah akhir dari perjuangan organisasi, melainkan awal dari implementasi berbagai gagasan dan keputusan yang telah dirumuskan bersama.

Seluruh kader dan pengurus NU di berbagai daerah diharapkan mampu menerjemahkan hasil forum ke dalam langkah-langkah nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat peran organisasi dalam menjawab berbagai tantangan zaman.

Dengan semangat kebersamaan, persaudaraan, dan pengabdian, Nahdlatul Ulama diharapkan terus menjadi kekuatan moral dan sosial yang mampu menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagaimana pesan yang mengemuka dalam forum tersebut, “Merawat jagat, membangun peradaban, dan mengabdi untuk umat merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus diperjuangkan.”

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon Sampaikan Ucapan Milad untuk Presiden Ke-7 RI Joko Widodo
Aliansi MATA Papua Siap Laporkan Dugaan Penyimpangan APBD Dana Hibah hingga Anggaran Club Persemay ke Kejagung dan KPK RI 
Menembus Ribuan Kilometer dari Papua Pegunungan, PWNU Hadiri Munas dan Konbes NU di Kediri
Aliansi Profesi Advokat Maluku Adukan Teddy Indra Wijaya ke Ombudsman, Ajukan Lima Dugaan Maladministrasi
Polwan Satgas Damai Cartenz Hadir di Pasar Keyabi, Perkuat Rasa Aman dan Dukung Aktivitas Ekonomi Warga Nduga
BARA JP Instruksikan Kader Tetap Tenang dan Fokus Dukung Stabilitas Nasional
Herry Dahana: Persatuan Nasional Jadi Kunci Hadapi Tantangan Global dan Sukseskan Kepemimpinan Prabowo
Demo #IndonesiaMenujuBangkrut: Mahasiswa Kritik APBN, Harga BBM hingga Program Strategis Pemerintah
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:33 WIB

Pasca Konbes Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2026, Diharapkan Lahir Program Nyata untuk Penguatan Umat dan Bangsa

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:32 WIB

Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon Sampaikan Ucapan Milad untuk Presiden Ke-7 RI Joko Widodo

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:12 WIB

Aliansi MATA Papua Siap Laporkan Dugaan Penyimpangan APBD Dana Hibah hingga Anggaran Club Persemay ke Kejagung dan KPK RI 

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:03 WIB

Menembus Ribuan Kilometer dari Papua Pegunungan, PWNU Hadiri Munas dan Konbes NU di Kediri

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:03 WIB

Aliansi Profesi Advokat Maluku Adukan Teddy Indra Wijaya ke Ombudsman, Ajukan Lima Dugaan Maladministrasi

Berita Terbaru