Satgas PRR Dorong Mitigasi Permanen Usai Banjir Tapanuli Tengah, Penguatan Tanggul Jadi Prioritas

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong langkah mitigasi permanen pascabanjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Penguatan tanggul sungai hingga penataan daerah aliran sungai dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk mencegah banjir kembali terjadi saat curah hujan tinggi.

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong langkah mitigasi permanen pascabanjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Penguatan tanggul sungai hingga penataan daerah aliran sungai dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk mencegah banjir kembali terjadi saat curah hujan tinggi.

JAKARTA – TAJUK REPORTASE – COM — Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong langkah mitigasi permanen pascabanjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Penguatan tanggul sungai hingga penataan daerah aliran sungai dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk mencegah banjir kembali terjadi saat curah hujan tinggi.

Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah pada Selasa (22/7) mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Tukka. Meski genangan air mulai surut dan penanganan darurat berlangsung cepat, Satgas PRR menilai upaya rehabilitasi harus diikuti langkah mitigasi yang lebih menyeluruh.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, banjir dipicu hujan deras yang berlangsung lebih dari satu setengah jam. Tingginya curah hujan menyebabkan debit sungai meningkat hingga meluap ke kawasan permukiman warga. Luapan air juga membawa sedimen yang menumpuk di sejumlah titik, termasuk di sekitar jembatan yang menjadi akses utama masyarakat.

Koordinator Wilayah Sumatera Utara Satgas PRR, Brigjen TNI Fadjar Tjahjono, mengatakan penanganan darurat telah dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, BPBD, TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait. Sedimen yang menutup akses jembatan langsung dibersihkan menggunakan alat berat agar mobilitas warga dapat kembali normal.

“Langkah mitigasi yang harus kita lakukan adalah memperkuat tanggul di sepanjang aliran sungai. Sedimen yang diangkat tidak cukup hanya ditumpuk kembali, tetapi tanggul perlu diperkuat dengan batu atau bronjong sehingga saat debit air meningkat, lumpur tidak kembali masuk ke permukiman,” kata Fadjar.

Menurut dia, Satgas PRR kini tengah mengonsolidasikan langkah-langkah mitigasi bersama pemerintah daerah sebagai tindak lanjut penanganan darurat. Penguatan tanggul, penataan daerah aliran sungai, hingga perlindungan titik-titik rawan luapan menjadi prioritas agar penanganan banjir tidak berhenti pada tahap pembersihan, melainkan berlanjut menjadi solusi permanen.

Fadjar menambahkan pemerintah telah menyiapkan dukungan anggaran untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan segera mengoptimalkan pelaksanaan program mitigasi sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan guna menekan risiko banjir di masa mendatang.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, serta masyarakat bergerak cepat melakukan evakuasi warga terdampak di Kecamatan Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah juga mendirikan dapur umum di Aula Gereja HKBP Sipange. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 67 kepala keluarga atau sekitar 223 jiwa terdampak banjir dan sempat mengungsi sebelum kondisi berangsur membaik.

Satgas PRR berharap langkah rehabilitasi dan penguatan infrastruktur pengendali banjir dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat di kawasan rawan tidak lagi menghadapi ancaman banjir berulang setiap musim hujan.

Berita Terkait

CIC: Dalih Hibah Tin Slag Diduga Hanya Kamuflase, KPK Diminta Bongkar Aktor di Baliknya
YPJI Soroti Pernyataan Hotman Paris, Ingatkan Pentingnya Menghormati Profesi Wartawan dan Kebebasan Pers
Habib Syakur Desak Istana Klarifikasi Pernyataan Hotman Paris Soal Kasus Febrie Adriansyah
Imigrasi Bali Kerahkan 104 Petugas Patroli Dharma Dewata, 342 WNA Terjaring Pengawasan
Arsitektur Inovasi Negara Pancasila: Saat Negara Harus Memimpin, Bukan Sekadar Mengatur
Panas! PT BBBS Bongkar Fakta Polemik Tin Slag, Tudingan Ekspor hingga Seret Nama Anak Gubernur Dibantah
Menkes: Deteksi Dini dan Pengobatan Cepat Jadi Strategi Utama Tekan Angka Kematian Akibat Kanker di Indonesia
Brigjen Komarudin Berpindah Jabatan dalam Waktu Singkat, ITW Pertanyakan Dasar Pertimbangannya
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:04 WIB

Satgas PRR Dorong Mitigasi Permanen Usai Banjir Tapanuli Tengah, Penguatan Tanggul Jadi Prioritas

Senin, 20 Juli 2026 - 13:56 WIB

CIC: Dalih Hibah Tin Slag Diduga Hanya Kamuflase, KPK Diminta Bongkar Aktor di Baliknya

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:19 WIB

YPJI Soroti Pernyataan Hotman Paris, Ingatkan Pentingnya Menghormati Profesi Wartawan dan Kebebasan Pers

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:56 WIB

Habib Syakur Desak Istana Klarifikasi Pernyataan Hotman Paris Soal Kasus Febrie Adriansyah

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:02 WIB

Imigrasi Bali Kerahkan 104 Petugas Patroli Dharma Dewata, 342 WNA Terjaring Pengawasan

Berita Terbaru

Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang membongkar dugaan penyalahgunaan izin tinggal investor oleh 10 warga negara asing (WNA) yang menggunakan dokumen dan data fiktif untuk memperoleh Izin Tinggal Terbatas (ITAS) Investor di Indonesia.

Hukum & Kriminal

Imigrasi Tangerang Bongkar Modus Investor Palsu, 10 WNA Segera Diadili

Rabu, 22 Jul 2026 - 10:54 WIB