JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Salah satu strategi yang diperkuat pemerintah adalah Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA) sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Pernyataan itu disampaikan Pratikno dalam Konferensi Pers Pemerintah mengenai Update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Program Prioritas serta Penguatan Perlindungan Anak Nasional di Auditorium Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Jakarta, Jumat (24/7), menjelang peringatan Hari Anak Nasional 2026.
Pratikno mengatakan pemerintah menjalankan berbagai program untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan kesehatan dan pendidikan. Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan SDM yang mampu bersaing secara global melalui pengembangan Sekolah Unggul Garuda dan kerja sama perguruan tinggi dengan universitas terbaik dunia.
“Pemerintah punya begitu banyak program untuk penyiapan SDM unggul dan tangguh. Tidak ada yang tertinggal. Di saat yang sama kita juga menyiapkan SDM yang kompetitif secara global,” ujar Pratikno.
Menurutnya, pembangunan SDM tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, gizi, dan pendidikan, tetapi juga memerlukan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan agar anak dapat tumbuh optimal.
Karena itu, pemerintah memperkuat implementasi Gernas RANA melalui empat pilar utama.
Pilar pertama adalah keluarga melalui Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga (SatuJamKu) yang mendorong orang tua mengurangi waktu penggunaan gawai dan meningkatkan interaksi langsung dengan anak. Program ini juga diperkuat dengan sinergi layanan pengasuhan lintas kementerian.
Pilar kedua menyasar lingkungan pendidikan melalui penerapan sekolah yang aman dan nyaman, pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, penguatan perlindungan anak di madrasah dan pesantren, serta pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) secara bijak.
Selanjutnya, pemerintah memperluas ruang publik yang ramah anak melalui kolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah agar setiap daerah menghadirkan fasilitas publik yang mendukung tumbuh kembang anak.
Sementara itu, pilar keempat difokuskan pada ruang digital melalui implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS), penguatan layanan kesehatan jiwa anak, hingga mekanisme respons cepat terhadap kasus kekerasan.
Pratikno juga mengajak masyarakat aktif melaporkan setiap bentuk kekerasan terhadap anak melalui berbagai kanal pengaduan yang telah disiapkan pemerintah, seperti SAPA 129 Kementerian PPPA, Hotline 110 Polri, layanan KPAI, Telepontren Kementerian Agama, hingga layanan pengaduan konten digital.
Ia menegaskan perlindungan anak merupakan fondasi utama untuk mencetak generasi yang sehat secara fisik, mental, sosial, dan spiritual sehingga mampu menjadi SDM unggul yang membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.




































