JAKARTA – Perfilman horor Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran film terbaru berjudul POK AME AME. Film produksi KAMP Pictures bersama Associate CIE Pictures tersebut dijadwalkan mulai tayang serentak di bioskop Indonesia pada 10 Desember 2026.
POK AME AME menawarkan pendekatan horor yang menempatkan atmosfer, misteri, dan ketegangan sebagai bagian penting dalam perjalanan cerita. Latar hutan serta lingkungan pedesaan menjadi ruang utama yang membangun suasana mencekam sekaligus menyimpan berbagai teka-teki yang secara perlahan diarahkan untuk terungkap.
Dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Kamis (24/9/2026). Film ini diproduseri Dodo Brasco dan menghadirkan sejumlah aktor, di antaranya Zikri Daulay, Sharon Sahertian, Melly Manuhutu, dan Mongol Stres, bersama sejumlah pemain lainnya.
Kehadiran para pemain dengan latar belakang yang beragam menjadi salah satu unsur yang menarik dalam film tersebut. Namun, kekuatan utama yang ditawarkan POK AME AME berada pada upaya membangun atmosfer dan misteri secara bertahap, sehingga penonton diajak mengikuti perjalanan karakter sekaligus menelusuri berbagai pertanyaan yang muncul sepanjang cerita.
Produser POK AME AME, Dodo Brasco, mengatakan film tersebut dirancang agar pengalaman penonton tidak berhenti pada kemunculan unsur-unsur horor semata. Menurut dia, atmosfer menjadi bagian penting untuk membawa penonton masuk ke dalam dunia cerita.
“Kami ingin penonton tidak hanya melihat film horor, tetapi benar-benar merasakan atmosfernya. Ada misteri, ketegangan, dan perjalanan karakter yang kami harapkan bisa membuat penonton terus bertanya-tanya sampai film selesai,” ujar Dodo Brasco.
Dari sisi konsep, penggunaan hutan dan lingkungan pedesaan memberikan ruang bagi film untuk mengeksplorasi suasana yang berbeda dari latar perkotaan. Ruang yang lebih terpencil sekaligus dapat menjadi elemen pendukung dalam membangun rasa terisolasi, ketidakpastian, dan ketegangan di sepanjang cerita.
Meski demikian, detail mengenai alur cerita dan konflik utama POK AME AME masih dijaga agar pengalaman penonton ketika menyaksikan film di bioskop tidak kehilangan unsur kejutan.
KAMP Pictures bersama Associate CIE Pictures mengajak masyarakat dan kalangan pecinta film nasional untuk menyambut kehadiran film tersebut di layar lebar.
Kehadiran film ini sekaligus menambah daftar produksi horor nasional yang akan meramaikan industri perfilman Indonesia pada penghujung 2026, dengan menawarkan perpaduan antara atmosfer hutan dan pedesaan, misteri, serta ketegangan yang dibangun secara bertahap.
Editor: Fahmy Nurdin



































