PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk Gelar RUPS dan Paparan Publik: Fokus Strategi Menghadapi Tantangan Ekspor ke AS

- Jurnalis

Jumat, 6 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Direktur PT MAP Meriam Lina Sitorus bersama Tim Manajemen Yunus Bachtiar. (Dok/Fhm/Okj)

Foto: Direktur PT MAP Meriam Lina Sitorus bersama Tim Manajemen Yunus Bachtiar. (Dok/Fhm/Okj)

JAKARTA – PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (MAP) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS), Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), serta Paparan Publik untuk menyampaikan kinerja dan kondisi keuangan perusahaan selama kuartal I tahun 2025 di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Rabu (4/6). Acara ini dipimpin oleh Direktur Meriam Lina Sitorus bersama Tim Manajemen, Yunus Bachtiar, dan dimoderatori oleh Ria.

Kinerja Keuangan Kuartal I 2025

Perusahaan mencatat total aset lancar per 31 Maret 2025 sebesar Rp168 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp16 miliar dibandingkan 31 Desember 2024 yang tercatat Rp184 miliar. Penurunan ini terutama dipicu oleh turunnya persediaan sebagai dampak dari pelemahan permintaan pasar ekspor akibat penerapan tarif resiprokal oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Liabilitas perusahaan meningkat menjadi Rp283 miliar, naik sebesar Rp52 miliar dibandingkan akhir Desember 2024. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh peningkatan pinjaman bank. Sementara itu, ekuitas perusahaan mengalami penurunan tipis menjadi Rp163 miliar.

Dari sisi laba-rugi, PT MAP membukukan kerugian sebesar Rp4,26 miliar pada kuartal pertama 2025, berbanding terbalik dengan kinerja positif pada periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perusahaan mencatat laba bersih Rp1,3 miliar.

Penjualan Ekspor Terganggu, Produk Rajungan Masih Dominan

Penurunan kinerja didorong oleh melemahnya penjualan ekspor, yang disebabkan oleh penerapan tarif lokal AS sebesar 32%, meskipun kemudian tarif tersebut diturunkan sementara menjadi 10% selama masa negosiasi 90 hari.

Komposisi penjualan pada Januari–Maret 2025 masih didominasi oleh produk rajungan sebesar 100%. Penjualan ekspor mencapai 87,4%, turun dari 98% di periode yang sama tahun sebelumnya, dengan pasar utama tetap Amerika Serikat (86,2%).

Tantangan dan Strategi

Direktur PT MAP menjelaskan bahwa sejak akhir 2018 hingga awal 2025, kondisi pasar AS mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini diperburuk oleh kebijakan tarif tinggi yang membuat pelanggan utama di AS menunda pesanan hingga adanya kejelasan dari pemerintah mereka.

Selain itu, hasil tangkapan nelayan yang menurun—terutama selama bulan puasa—juga menyebabkan keterlambatan dalam pemenuhan permintaan ekspor.

Sebagai respons, PT MAP terus berupaya memperkuat hubungan dengan pelanggan serta bernegosiasi harga agar dapat mengompensasi tarif impor yang kini harus dibayar oleh pembeli. Perusahaan juga tengah mengajukan usulan ke asosiasi industri agar pemerintah Indonesia dapat menekan pemerintah AS untuk menurunkan tarif resiprokal tersebut.

Target dan Harapan

Untuk tahun 2025, perusahaan menargetkan penjualan rajungan sebesar 33,3 juta unit dengan target produksi 3,79 juta unit. Perusahaan berharap stabilisasi kebijakan perdagangan dapat segera tercapai agar permintaan ekspor kembali normal dan profitabilitas perusahaan membaik.

CSR dan Pembagian Dividen

Terkait pertanyaan publik, perusahaan menegaskan bahwa belum ada rencana pembagian dividen tahun ini. Namun, kegiatan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) terus berjalan di pabrik-pabrik yang berlokasi di Demak dan Medan, seperti bantuan ke masyarakat sekitar dan kegiatan sosial keagamaan.

Penutup

Acara paparan publik ditutup dengan apresiasi kepada seluruh pemegang saham, manajemen, dan pemangku kepentingan yang hadir. PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk tetap berkomitmen untuk menjaga operasional yang berkelanjutan dan menjawab tantangan pasar global dengan strategi yang adaptif.

Penulis : Fahmy Nurdin

Editor : Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Kementerian Ekraf Bekali 33 Pelaku Usaha Fesyen Tangsel
PT Palma Global Indonesia Tunjuk Remigius Yosephlamatuka Tolok sebagai Komwil NTB dan NTT
Sandy Tumiwa Gabung KADIN, Bidik Peluang Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif
Dirut PT BMN Rd Sandy Tumiwa Padukan Kearifan Nusantara dan Profesionalisme Bisnis
KAMAKSI: Prestasi Jakpro Harus Sejalan dengan Kualitas Pelayanan Publik
PT Palma Global Indonesia Teken Kerja Sama Investasi dengan Kadin Qatar Senilai Rp15 Triliun
Kementerian UMKM Perkuat Inkubator, Bidik Rasio Kewirausahaan 3,6 Persen pada 2029
Ratu Ira Kembangkan Langit Coffee dan Penginapan, Dorong Potensi UMKM Cianjur
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Kementerian Ekraf Bekali 33 Pelaku Usaha Fesyen Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Sandy Tumiwa Gabung KADIN, Bidik Peluang Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Dirut PT BMN Rd Sandy Tumiwa Padukan Kearifan Nusantara dan Profesionalisme Bisnis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:30 WIB

KAMAKSI: Prestasi Jakpro Harus Sejalan dengan Kualitas Pelayanan Publik

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:00 WIB

PT Palma Global Indonesia Teken Kerja Sama Investasi dengan Kadin Qatar Senilai Rp15 Triliun

Berita Terbaru

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) membekali 33 pelaku usaha fesyen di Tangerang Selatan, Banten, dengan strategi pengembangan bisnis dan penerapan fesyen berkelanjutan. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif di daerah.

Bisnis Ekonomi

Kementerian Ekraf Bekali 33 Pelaku Usaha Fesyen Tangsel

Sabtu, 17 Okt 2026 - 07:44 WIB

Foto: Lurah Senen Ilyan Adi Bayu.

Kelurahan

Lurah Senen Bayu: Penertiban Pasar untuk Jaga Kenyamanan Warga

Jumat, 16 Okt 2026 - 21:48 WIB