Kontroversi Dana dan Saham: Psikiater Mintarsih Abdul Latief Soroti Kekuatan di Balik Kekuasaan

- Jurnalis

Senin, 16 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kolase Ilustrasi Saham dan Psikiater Dr. Mintarsih Abdul Latief, Sp.KJ. (Dok-PNGWING/Fhm/Okj)

Foto: Kolase Ilustrasi Saham dan Psikiater Dr. Mintarsih Abdul Latief, Sp.KJ. (Dok-PNGWING/Fhm/Okj)

JAKARTA – Dalam pernyataan publik yang mengundang perhatian, Psikiater Dr. Mintarsih Abdul Latief, Sp.KJ, mengemukakan sejumlah pandangan kritis terkait dugaan penyalahgunaan dana, kepemilikan saham, hingga relasi kekuasaan yang terjadi di balik layar berbagai institusi besar, termasuk di antaranya yang disebut-sebut adalah perusahaan transportasi Blue Bird.

Dalam keterangannya, Dr. Mintarsih menyoroti bagaimana sistem kekuasaan sering kali digunakan untuk menutupi fakta-fakta penting di balik kepemilikan saham dan pengelolaan dana. Ia mengkritisi proses hukum yang dinilainya tidak selalu objektif.

“Sudah sampai puncaknya, parah. Bahkan putusan hukum pun seperti tidak memperhatikan fakta secara menyeluruh. Semua serba tertutup, seolah mata uang memiliki dua sisi yang tak bisa dibedakan lagi,” ujar Dr. Mintarsih, di Kawasan Buncit, Jakarta Selatan, Senin (16/6).

Ia juga menyinggung tentang bagaimana pejabat bisa saling melindungi dalam ekosistem kekuasaan. Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah mekanisme kontrol negara cukup kuat dalam menghadapi kemungkinan penyalahgunaan wewenang oleh oknum?

Lebih jauh, Dr. Mintarsih mengaku telah beberapa kali menghadapi gugatan hukum yang menurutnya penuh rekayasa. Tuduhan-tuduhan tersebut dinilai sebagai upaya pembungkaman terhadap suara kritis yang ia suarakan selama ini.

“Saya dianggap melakukan perbuatan melawan hukum hanya karena membentuk PT atau menyampaikan kritik. Wartawan pun disalahkan hanya karena memberitakan,” jelasnya.

Ia juga menyindir kasus-kasus hukum yang terkesan tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.

“Kalau orang tidak berada dalam lingkaran kekuasaan besar, mereka bisa langsung dijatuhi hukuman. Tapi kalau sudah masuk lingkaran kuat, hukum bisa seperti tidak berlaku,” imbuhnya.

Meski dihujani persoalan hukum, ia menegaskan tidak akan berhenti bersuara dan akan terus memperjuangkan pelatihan-pelatihan kesadaran hukum dan keadilan sosial kepada masyarakat. Menurutnya, perubahan hanya bisa terjadi jika rakyat memahami akar permasalahannya.

“Saya pantang menyerah. Selama saya tahu apa yang saya perjuangkan benar, saya akan terus berjalan,” pungkasnya.

Analisis Singkat: Pernyataan Dr. Mintarsih menggambarkan keresahan yang mendalam terhadap kondisi penegakan hukum dan transparansi dalam pengelolaan keuangan serta kepemilikan saham di Indonesia. Ia juga mengangkat isu penting soal hak publik untuk mengetahui kebenaran di balik keputusan-keputusan hukum yang menyangkut harta negara dan kekuasaan elite.

Penulis : Fahmy Nurdin

Editor : Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Nusantara Centre Dorong Investasi Lokal sebagai Pilar Ekonomi Pancasila
Ketika Penegak Hukum Diuji oleh Hukum: Sinergi Polri dan Kejaksaan Jadi Ujian Nyata Negara Hukum
Digitalisasi Perbankan, Mempermudah Masyarakat Berurusan Dengan Bank
Mungkinkah Bank Jakarta Jadi Induk Semang UMKM di Jakarta?
Bank Jakarta dan Harapan Baru Perbankan Daerah
Mengapa Ada Anggota Masyarakat Menolak Sensus Ekonomi 2026?
GMNI Jaktim Buka Pos Bantuan Hukum untuk Kaum Marhaen dan Masyarakat Marginal
Membangun Kepercayaan Publik terhadap Polri melalui Reformasi Pelayanan Kepolisian
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:50 WIB

Nusantara Centre Dorong Investasi Lokal sebagai Pilar Ekonomi Pancasila

Senin, 13 Juli 2026 - 16:33 WIB

Ketika Penegak Hukum Diuji oleh Hukum: Sinergi Polri dan Kejaksaan Jadi Ujian Nyata Negara Hukum

Senin, 29 Juni 2026 - 14:53 WIB

Digitalisasi Perbankan, Mempermudah Masyarakat Berurusan Dengan Bank

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:57 WIB

Mungkinkah Bank Jakarta Jadi Induk Semang UMKM di Jakarta?

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:27 WIB

Bank Jakarta dan Harapan Baru Perbankan Daerah

Berita Terbaru

Foto: Petugas gabungan meninjau lokasi kebakaran rumah di Jalan Pangeran TB Angke, Gang Masjid 1, RT 01/RW 05, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (25/7/2026).

News Metropolitan

Si Jago Merah Lalap Rumah di Angke, Tiga Orang Alami Luka-Luka

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:46 WIB