Tesla Dorong Pembentukan Zona Bebas Tambang Untuk Lindungi Suku Terisolasi di Halmahera

- Jurnalis

Senin, 27 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua anggota suku terisolasi Hongana Manyawa memperingatkan pengemudi buldoser untuk menjauhi wilayah mereka. (Foto: Ist(

Dua anggota suku terisolasi Hongana Manyawa memperingatkan pengemudi buldoser untuk menjauhi wilayah mereka. (Foto: Ist(

JAKARTA, okjakarta.com | Perusahaan mobil listrik Tesla mengumumkan inisiatif untuk menjajaki pembentukan zona bebas tambang nikel di Halmahera, Kepulauan Maluku untuk melindungi hak asasi manusia dan penduduk asli, khususnya suku terisolasi.

Kebijakan ini muncul setelah adanya kekhawatiran tentang ancaman terhadap keberlangsungan hidup suku Hongana Manyawa yang tinggal di hutan Halmahera.

Penambangan nikel di daerah ini dikhawatirkan dapat memusnahkan suku yang belum banyak tersentuh.

Pengumuman ini dianggap sebagai langkah pertama yang dilakukan oleh perusahaan besar dalam menyoroti pembentukan zona bebas tambang di wilayah penduduk asli.

Tesla juga meminta para pemasoknya memastikan masyarakat adat dapat menggunakan hak mereka untuk memberikan Persetujuan Bebas Didahulukan dan Diinformasikan (PADIATAPA) terhadap setiap proyek industri di wilayah mereka.

Hal ini sulit diterapkan pada suku yang belum banyak tersentuh.

Laporan Dampak 2024 Tesla menyoroti bahwa langkah ini dapat berdampak besar pada operasi Weda Bay Nickel (WBN), yang memiliki tambang nikel terbesar di dunia di Halmahera.

Kegiatan WBN telah lama dikritik karena beroperasi tanpa persetujuan suku Hongana Manyawa.

Eramet, yang mengelola sebagian WBN, bermitra dengan perusahaan kimia Jerman, BASF, dalam proyek ‘Sonic Bay’ untuk membangun kompleks tambang nikel sebagai komponen utama pembuatan baterai kendaraan listrik.

“Ini adalah pesan dari dalam hutan, tolong hentikan perusakan hutan kami. Kami bergantung pada hutan,” ucap seorang anggota suku Hongana Manyawa kepada Survival.

Pesan ini ditujukan kepada perusahaan kendaraan listrik dan konsumennya.

Lebih dari 20.000 orang dari seluruh dunia mengirim email aksi kepada CEO Tesla, Elon Musk, Eramet, dan BASF, mendesak mereka untuk menentang penambangan nikel dan kobalt di tanah suku Hongana Manyawa dan menyerukan zona bebas tambang.

Direktur Survival International, Caroline Pearce, pada Minggu (26/5/2024), menyatakan bahwa proyek-proyek tambang, peternakan, dan pengeboran minyak dan gas di tanah suku terisolasi merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan bisa membawa bencana buatan manusia.

“Kesadaran masyarakat semakin meningkat, perusahaan dan pemerintah Indonesia tidak bisa terus mengabaikan masalah ini. Suku terisolasi Hongana Manyawa tidak pernah memberikan PADIATAPA untuk perusakan hutan mereka. Pemerintah Indonesia harus segera membentuk zona bebas tambang untuk mencegah bencana,” tegasnya.

Penulis : Bang Tio

Editor : Bang Tio

Berita Terkait

Anak Beruang Madu Terpisah dari Induk akibat Karhutla di Kalteng, Polri Selamatkan Satwa Dilindungi
Prabowo Luncurkan DNKK, Targetkan Kredit Rakyat Rp400 Triliun pada 2027
KPKNU Datangi KPK, Desak Dugaan Suap dalam Muktamar NU di Jombang Diusut
Ahmad Riza Patria Apresiasi Aksi Sosial Relawan, Dorong Kepedulian terhadap Masyarakat
Koprabu Law Firm Gandeng Irwan Team, Hadirkan Bakti Sosial untuk Masyarakat
Analisis Hukum dan Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045: Dekan FH Jayabaya Bedah Reformasi Regulasi di Podcast EdShareOn
Pembangunan IKN Disorot dari Perspektif Gereja, Romo Yos Tekankan Keadilan
Pemilu 2029 Dibayangi Hoaks AI, Yanto PhD Ingatkan Pentingnya Integritas Pemilih
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Anak Beruang Madu Terpisah dari Induk akibat Karhutla di Kalteng, Polri Selamatkan Satwa Dilindungi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:12 WIB

KPKNU Datangi KPK, Desak Dugaan Suap dalam Muktamar NU di Jombang Diusut

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Ahmad Riza Patria Apresiasi Aksi Sosial Relawan, Dorong Kepedulian terhadap Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Koprabu Law Firm Gandeng Irwan Team, Hadirkan Bakti Sosial untuk Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Analisis Hukum dan Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045: Dekan FH Jayabaya Bedah Reformasi Regulasi di Podcast EdShareOn

Berita Terbaru

Foto: Ketua Umum DePA-RI, Dr. TM Luthfi Yazid, SH, LL.M didampingi Ketua DPD Jawa Tengah A. Yudho P, SH, MH, MM menyerahkan cindera mata kepada UNISRI yang diterima oleh Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo.

Organisasi Masyarakat

DePA-RI Gandeng UNISRI, Tekankan Integritas dan Etika dalam Pendidikan Advokat

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:20 WIB