SOS Children’s Villages Indonesia Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Lewat Workshop Joint Action for Smart & Empowerment Community

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gregor Hadi Nitihardjo, National Director SOS Children’s Villages Indonesia. (Dok-Istimewa)

Foto: Gregor Hadi Nitihardjo, National Director SOS Children’s Villages Indonesia. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – SOS Children’s Villages Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kemandirian dan ketahanan keluarga melalui kolaborasi lintas sektor dengan menggelar Workshop Joint Action for Smart & Empowerment Community, Senin (10/11/2025).

Acara yang berlangsung di Cashmere Room, lantai 6, Vertu Hotel Harmoni, Jakarta, ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara sektor sosial, korporasi, dan komunitas dalam menciptakan perubahan berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari strategi Joint Action yang diperkenalkan sejak tahun 2023 sebagai platform kerja bersama antara SOS Children’s Villages Indonesia dengan mitra-mitra perusahaan.

Tujuannya adalah menyelaraskan kontribusi berbagai pihak agar selaras dengan kebutuhan keluarga dampingan, saling melengkapi, dan memberikan dampak jangka panjang bagi komunitas.

Tantangan kemandirian keluarga masih menjadi isu penting di banyak wilayah dampingan SOS Children’s Villages Indonesia. Berbagai keluarga masih menghadapi keterbatasan dalam akses terhadap informasi, keterampilan, dan sumber daya yang memadai untuk meningkatkan taraf hidup, pendidikan, serta kesejahteraan mereka.

Sementara itu, lembaga sosial dan institusi pendidikan belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Untuk itu, SOS Children’s Villages Indonesia menginisiasi pendekatan kolaboratif yang menggabungkan peran dunia usaha, lembaga sosial, dan komunitas agar tercipta solusi yang lebih berdaya guna.

Melalui program pemberdayaan terintegrasi, SOS Children’s Villages Indonesia berupaya memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan keterampilan, pendampingan sosial, pengelolaan lingkungan, serta peluang usaha yang dapat memperkuat resiliensi keluarga.

“Selama beberapa tahun terakhir, kami menyadari bahwa kolaborasi yang berjalan terpisah kerap membuat hasilnya tidak optimal. Karena itu, strategi Joint Action kami desain untuk menjadi wadah penyelarasan program agar setiap inisiatif lebih terarah, relevan, dan berkesinambungan,” ujar Gregor Hadi Nitihardjo, National Director SOS Children’s Villages Indonesia.

Sebagai bagian dari realisasi strategi tersebut, SOS Children’s Villages Indonesia menghadirkan dua inisiatif unggulan yang menunjukkan bagaimana sinergi lintas pihak dapat memberikan dampak nyata.

Program ini memfokuskan pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan melalui kegiatan seperti budidaya greenhouse, peternakan, dan pengelolaan sampah terpadu.

Selain mengurangi risiko anak terpisah dari keluarganya karena tekanan ekonomi, program ini juga membuka peluang pendapatan berkelanjutan bagi keluarga prasejahtera di sekitar SOS Children’s Village Bali.

Di tengah krisis air bersih yang melanda beberapa wilayah di Flores, program ini hadir dengan pendekatan rainwater harvesting (penampungan air hujan), sistem air adaptif terhadap perubahan iklim, serta partisipasi aktif komunitas lokal.

Program ini memberi perhatian khusus kepada perempuan dan anak-anak sebagai kelompok yang paling terdampak oleh kelangkaan air.

Workshop Joint Action for Smart & Empowerment Community dirancang untuk mencapai tiga sasaran strategis:

• Memperkuat Kolaborasi Antar Mitra
Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman, para mitra diharapkan dapat bergerak menuju visi bersama: membangun keluarga dan komunitas yang mandiri, adaptif, serta berdaya.

• Merancang Program yang Tepat Sasaran Workshop ini menjadi ruang kolaboratif bagi mitra untuk merancang program yang betul-betul menjawab kebutuhan di lapangan, bukan sekadar inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang bersifat simbolis.

• Membuka Ruang Jejaring Lintas Sektor
Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi para pemangku kepentingan untuk saling terhubung, berbagi praktik baik, dan menggagas kolaborasi baru di luar program SOS Children’s Villages Indonesia.

Dalam sambutannya, Gregor Hadi Nitihardjo menegaskan bahwa Joint Action bukan sekadar jargon kolaborasi, tetapi gerakan nyata untuk memastikan setiap mitra berperan secara strategis dan berkesinambungan.

“Kami percaya bahwa kemandirian keluarga tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang bukan hanya seremonial, tetapi benar-benar terintegrasi dan berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat. Joint Action memastikan setiap kontribusi mitra saling melengkapi, sehingga dampaknya terasa langsung bagi anak, keluarga, dan komunitas,” ujar Gregor.

Workshop ini diharapkan dapat menghasilkan kesepahaman dan komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem pemberdayaan sosial di Indonesia, dengan menempatkan anak dan keluarga sebagai pusat dari setiap upaya pembangunan berkelanjutan.

SOS Children’s Villages merupakan organisasi sosial non-profit yang berdiri sejak 1949 di Innsbruck, Austria, dan kini hadir di 144 negara, termasuk Indonesia. Sejak berdiri di Indonesia 53 tahun lalu, organisasi ini telah mencetak lebih dari 2.200 kaum muda mandiri serta mengasuh dan mendampingi ribuan anak dan keluarga.

Pada tahun 2025, SOS Children’s Villages Indonesia mengasuh 689 anak dan remaja di sembilan kota Lembang, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Bali, Flores, Banda Aceh, Meulaboh, dan Medan serta mendampingi lebih dari 6.600 anak, keluarga, dan komunitas dalam program pemberdayaan sosial dan ekonomi.

Dengan semangat kolaborasi yang semakin kuat, SOS Children’s Villages Indonesia berharap Joint Action dapat menjadi model kemitraan sosial yang efektif untuk membangun masa depan yang lebih inklusif, mandiri, dan berdaya bagi setiap anak dan keluarga di Indonesia.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Yello Harmoni Jakarta Padukan Staycation dan Kuliner Jepang untuk Menemani Akhir Pekan
RRI Bentuk Satgas Jurnalisme Berkualitas Hadapi Disrupsi dan Disinformasi
Dari Upah Rp5.000 hingga Songket Rp20 Juta, Eridal Bawa Dal Songket Menembus Pasar Premium
Maman Abdurrahman, Menteri UMKM, UMKM, kewirausahaan, pengusaha muda, mahasiswa, Universitas Sumatera Utara, USU, Medan, Sumatera Utara, lapangan kerja
Mendag Soroti Harga Ayam, Minta Tetap Beri Insentif Peternak
Karnaval Malam Merdeka Meriah, 1.200 UMKM Sajikan Kuliner Gratis untuk Rakyat
Kementerian UMKM Perkuat Standar Pelayanan Publik, Pastikan Layanan Lebih Pasti dan Mudah Diakses
Tinjau PPLI, Menteri LH Tekankan Pengelolaan Limbah B3 Harus Terlacak dari Hulu ke Hilir
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Yello Harmoni Jakarta Padukan Staycation dan Kuliner Jepang untuk Menemani Akhir Pekan

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:43 WIB

RRI Bentuk Satgas Jurnalisme Berkualitas Hadapi Disrupsi dan Disinformasi

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:38 WIB

Dari Upah Rp5.000 hingga Songket Rp20 Juta, Eridal Bawa Dal Songket Menembus Pasar Premium

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Maman Abdurrahman, Menteri UMKM, UMKM, kewirausahaan, pengusaha muda, mahasiswa, Universitas Sumatera Utara, USU, Medan, Sumatera Utara, lapangan kerja

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Mendag Soroti Harga Ayam, Minta Tetap Beri Insentif Peternak

Berita Terbaru

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di seluruh Indonesia meningkatkan kapasitas dan memperkuat peran dalam mengawal pembangunan daerah.

Nasional

Bima Arya Dorong DPRD Perkuat Peran Kawal Pembangunan Daerah

Senin, 31 Agu 2026 - 08:09 WIB

Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2021-2026 yang disampaikan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf diterima secara aklamasi oleh peserta Muktamar Ke-35 NU.

Nasional

LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Minta Maaf

Minggu, 30 Agu 2026 - 16:10 WIB