Pemerintah Tutup 2025 dengan Ekonomi Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global

- Jurnalis

Senin, 29 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah menutup tahun 2025 dengan kinerja perekonomian nasional yang tetap terjaga di tengah berbagai tantangan global.

Pemerintah menutup tahun 2025 dengan kinerja perekonomian nasional yang tetap terjaga di tengah berbagai tantangan global.

JAKARTA –  Pemerintah menutup tahun 2025 dengan kinerja perekonomian nasional yang tetap terjaga di tengah berbagai tantangan global. Tekanan geopolitik, volatilitas pasar keuangan, hingga perlambatan ekonomi dunia tidak menghalangi Indonesia menjaga stabilitas sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan perekonomian nasional menunjukkan ketahanan yang kuat sepanjang 2025 berkat kerja bersama lintas kementerian dan lembaga.

Menutup tahun 2025, kita patut bersyukur bahwa perekonomian nasional tetap resilien di tengah tantangan global yang tidak mudah. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama lintas kementerian dan lembaga dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong transformasi ekonomi,” ujar Susiwijono saat memimpin Apel Pagi Tutup Tahun 2025 di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (29/12).

Sepanjang 2025, ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,04 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Triwulan III 2025. Inflasi juga terjaga di level 2,72 persen per November 2025, sementara neraca perdagangan mencatatkan surplus USD35,88 miliar sepanjang Januari hingga Oktober 2025.
Surplus perdagangan tersebut sekaligus melanjutkan tren positif selama 66 bulan berturut-turut. Sejumlah indikator lain, seperti Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur, Indeks Keyakinan Konsumen, serta pertumbuhan kredit, juga tercatat berada di zona ekspansif.

Di tingkat global, peran Indonesia terus menguat melalui partisipasi aktif dalam berbagai forum internasional, mulai dari proses aksesi Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), BRICS, G20, ASEAN, APEC, hingga Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Pemerintah juga mendorong perluasan kerja sama ekonomi melalui sejumlah perjanjian dagang strategis, seperti Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), Indonesia-Canada CEPA (ICA-CEPA), ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) 3.0, hingga penandatanganan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia–EAEU FTA) pada 21 Desember 2025.

Selain itu, negosiasi tarif resiprokal dengan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan substansi utama dan ditargetkan rampung pada awal 2026.
Di sektor transisi energi, komitmen pendanaan Just Energy Transition Partnership (JETP) untuk Indonesia meningkat dari USD20 miliar pada 2022 menjadi USD21,4 miliar pada 2025. Peningkatan tersebut mencerminkan kepercayaan mitra internasional terhadap arah kebijakan transisi energi Indonesia yang berkelanjutan.

Pemerintah juga menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai stimulus ekonomi dan bantuan sosial. Sejumlah program yang dijalankan antara lain diskon transportasi, rangkaian program belanja nasional seperti Harbolnas dan Indonesia Great Sale, hingga penyaluran Bantuan Langsung Tunai Subsidi Kesejahteraan (BLTS Kesra) kepada hampir 30 juta keluarga penerima manfaat.

Langkah-langkah tersebut dinilai turut menopang konsumsi rumah tangga, terutama menjelang akhir tahun.
Di sisi lain, kinerja komunikasi publik dan transparansi juga menunjukkan hasil positif. Sepanjang 2025, Kemenko Perekonomian kembali meraih predikat Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Pusat, sekaligus mencatatkan peningkatan kualitas publikasi kebijakan perekonomian nasional.

Pergantian tahun merupakan momen strategis untuk melakukan refleksi atas pelaksanaan tugas dan fungsi kita. Saya mendorong seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan membangun pola pikir yang solutif dan kolaboratif demi memperkuat kinerja perekonomian nasional,” pungkas Susiwijono.

Apel pagi tersebut dihadiri secara luring dan daring oleh pejabat eselon I dan II Kemenko Perekonomian, pejabat eselon I dan II Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, serta seluruh jajaran pegawai Kemenko Perekonomian dan Sekretariat Jenderal Dewan Kawasan Ekonomi Khusus.

Berita Terkait

DJKI Gelar Layanan KI di CFD Serentak 33 Provinsi, Angkat Peran Strategis di Industri Olahraga
Peta Hukum Sengketa Ijazah Jokowi: Analisis Deolipa Yumara, dari Status Rismon hingga Potensi Risiko Pidana Roy Suryo
Hari Kartini di Ancol: Perempuan Ambil Peran Kunci di Sektor Pariwisata
Deklarasi Politik Menuju 2029 Menguat, DPP Partai Golongan Berkarya Indonesia Klaim Dukungan Hampir 35 Provinsi
AHY Tegaskan Komitmen Pemerataan Infrastruktur saat Halalbihalal Pawitandirogo
Refleksi Kartini 2026, Cornelia Agatha: Menjaga Api Perjuangan Perempuan di Tengah Tantangan Zaman
Malam Refleksi Kartini 2026: “Suara Yang Tak Pernah Padam” Menghidupkan Semangat Perjuangan Perempuan Indonesia
Menko PMK: Nilai Nyepi Kian Relevan di Tengah Dunia yang Semakin Bising
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 09:41 WIB

DJKI Gelar Layanan KI di CFD Serentak 33 Provinsi, Angkat Peran Strategis di Industri Olahraga

Kamis, 23 April 2026 - 06:46 WIB

Peta Hukum Sengketa Ijazah Jokowi: Analisis Deolipa Yumara, dari Status Rismon hingga Potensi Risiko Pidana Roy Suryo

Rabu, 22 April 2026 - 09:56 WIB

Hari Kartini di Ancol: Perempuan Ambil Peran Kunci di Sektor Pariwisata

Selasa, 21 April 2026 - 16:51 WIB

Deklarasi Politik Menuju 2029 Menguat, DPP Partai Golongan Berkarya Indonesia Klaim Dukungan Hampir 35 Provinsi

Selasa, 21 April 2026 - 08:47 WIB

AHY Tegaskan Komitmen Pemerataan Infrastruktur saat Halalbihalal Pawitandirogo

Berita Terbaru

Foto: Roy Suryo dan Rismon Sianipar Bersitegang, Polemik Ijazah Jokowi Kian Memanas

Hukum & Kriminal

Roy Suryo–Rismon Bersitegang, Polemik Ijazah Jokowi Memanas Jelang RJ

Minggu, 26 Apr 2026 - 09:22 WIB