WCPP 2026 di Bali Dorong Transformasi Sistem Pemasyarakatan Global Berbasis Pemulihan

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia kembali menegaskan posisinya dalam forum internasional melalui penyelenggaraan The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 di Bali yang dihadiri delegasi dari 44 negara. Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi global dalam membangun sistem pemasyarakatan yang lebih adaptif, humanis, dan berorientasi pada pemulihan.

Indonesia kembali menegaskan posisinya dalam forum internasional melalui penyelenggaraan The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 di Bali yang dihadiri delegasi dari 44 negara. Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi global dalam membangun sistem pemasyarakatan yang lebih adaptif, humanis, dan berorientasi pada pemulihan.

BALI — Indonesia kembali menegaskan posisinya dalam forum internasional melalui penyelenggaraan The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 di Bali yang dihadiri delegasi dari 44 negara. Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi global dalam membangun sistem pemasyarakatan yang lebih adaptif, humanis, dan berorientasi pada pemulihan.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menekankan bahwa tema kongres mencerminkan perubahan paradigma dalam sistem pemidanaan. Menurutnya, pendekatan tidak lagi bertumpu pada pemenjaraan semata, melainkan mulai beralih pada sistem berbasis data serta pemulihan sosial.

Ia menyebut konsep restorative justice sebagai kunci dalam menciptakan sistem hukum yang tidak hanya memberi efek jera, tetapi juga memulihkan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat.

Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan keamanan sosial melalui penguatan fungsi pembimbingan dan pengawasan oleh Balai Pemasyarakatan.
WCPP 2026 juga menjadi ruang diskusi bagi para pemangku kepentingan global untuk bertukar pengalaman serta merumuskan model pembinaan yang lebih efektif.

Selain itu, forum ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi sebagai acuan praktik terbaik, khususnya dalam pengembangan pidana alternatif dan pembebasan bersyarat.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, hadir sebagai pembicara kunci.

Ia menegaskan bahwa tidak ada satu model sistem pemasyarakatan yang dapat diterapkan secara universal di seluruh negara.

Menurut Yusril, forum seperti WCPP penting sebagai ruang dialog lintas negara untuk saling belajar dan memperkaya kebijakan nasional. Ia juga menekankan perlunya keseimbangan antara penegakan hukum, perlindungan korban, keselamatan publik, serta peluang reintegrasi bagi pelaku dalam sistem keadilan modern.

Di sisi lain, penyelenggaraan WCPP 2026 turut menampilkan hasil karya warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Produk-produk tersebut mendapat perhatian dari delegasi internasional dan diharapkan dapat membuka peluang promosi ke pasar global.

Melalui forum ini, Indonesia tidak hanya berperan sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas global yang aktif mendorong transformasi sistem pemasyarakatan menuju pendekatan yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Di Usia Senja, Pandih Terus Berjuang Pertahankan Lahan Warisan di Tengah Sengketa Kunciran Jaya
Kemenkum Latih Aparat Terapkan KUHP-KUHAP Baru, Fokus Lindungi Kelompok Rentan
Enam Bulan, Enam Laporan Polisi: Sengketa Lahan Kunciran Jaya Belum Temui Kepastian Hukum
Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat TPPO Berkedok Penyaluran PMI, 105 WNI Diduga Jadi Korban Eksploitasi di Libya
Imigrasi Tangerang Bongkar Modus Investor Palsu, 10 WNA Segera Diadili
Diduga Dijemput Paksa dan Ditahan 28 Hari, Perempuan Asal Jakarta Laporkan Dugaan Kriminalisasi dan Pemerasan ke Polda Sumut
Harry Ardianto Arsani Tantang KPK Datang ke Babel: “Sampai Mati Tak Akan Nemu, Saya Tidak Pernah Main Timah”
Kortastipidkor Polri Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Pembiayaan PT PPA, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp38,8 Miliar
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:42 WIB

Di Usia Senja, Pandih Terus Berjuang Pertahankan Lahan Warisan di Tengah Sengketa Kunciran Jaya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:57 WIB

Kemenkum Latih Aparat Terapkan KUHP-KUHAP Baru, Fokus Lindungi Kelompok Rentan

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:06 WIB

Enam Bulan, Enam Laporan Polisi: Sengketa Lahan Kunciran Jaya Belum Temui Kepastian Hukum

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:27 WIB

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat TPPO Berkedok Penyaluran PMI, 105 WNI Diduga Jadi Korban Eksploitasi di Libya

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:54 WIB

Imigrasi Tangerang Bongkar Modus Investor Palsu, 10 WNA Segera Diadili

Berita Terbaru

Foto: Petugas gabungan meninjau lokasi kebakaran rumah di Jalan Pangeran TB Angke, Gang Masjid 1, RT 01/RW 05, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (25/7/2026).

News Metropolitan

Si Jago Merah Lalap Rumah di Angke, Tiga Orang Alami Luka-Luka

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:46 WIB