Ketua Persit KCK Koorcab Rem 081 Dorong Pelestarian Batik Banaran sebagai Identitas Bangsa

- Jurnalis

Rabu, 10 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Persit KCK Koorcab Rem 081 PD V/Brawijaya Ny. Frieda Untoro (tengah) bersama rombongan saat mengunjungi Galeri Batik Banaran di Desa Banaran.

Foto: Ketua Persit KCK Koorcab Rem 081 PD V/Brawijaya Ny. Frieda Untoro (tengah) bersama rombongan saat mengunjungi Galeri Batik Banaran di Desa Banaran.

MADIUN – Batik Banaran belum lama ini berhasil menembus pasar ekspor hingga ke Jepang dan Australia. Dinamakan Batik Banaran, karena lokasi produksinya berada di Desa Banaran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.

Keberhasilan ini mencuri perhatian banyak pihak, tak terkecuali Ketua Persit KCK Koorcab Rem 081 PD V/Brawijaya Ny. Frieda Untoro yang siang ini berkunjung langsung melihat produksi Batik Banaran. Kecintaannya terhadap budaya lokal, membuatnya tak melewatkan kesempatan untuk mencoba langsung membuat karya batik tulis tersebut.

Frieda berharap, batik yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda dapat terus dilestarikan sebagai identitas diri bangsa Indonesia.

“Batik adalah warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Melestarikan batik berarti juga menjaga tradisi sekaligus memperkuat identitas diri bangsa yang kaya akan keberagaman budaya,” kata Frieda di Galeri Batik Banaran milik pasangan Suharwedi dan Roikhul Jannah di Desa Banaran, Rabu (10/9/2025).

Lebih dari itu, sebutnya, melestarikan batik juga dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami dan menghargai nilai-nilai budaya lokal agar tidak punah.

Frieda menilai, meski dihadapkan dengan modernisasi, batik memiliki potensi besar untuk mendukung perekonomian lokal dan memperkuat perekonomian nasional.

Tak ketingggalan, Frieda pun mengajak semua kalangan agar gemar menggunakan batik dalam kegiatan sehari-hari.

“Memakai batik itu keren. Jadi, sudah tidak zamannya lagi menganggap batik itu kuno atau ketinggalan zaman. Apalagi sekarang batik telah mendunia,” ujarnya.

Sebagai informasi, Suharwedi dan Roikhul Jannah merupakan tokoh di balik lahirnya Batik Banaran. Sebelum dikenal sebagai perajin batik tulis, keduanya lebih dulu dikenal sebagai penggiat seni, khususnya di bidang seni rupa dan seni lukis. Kecintaan mereka terhadap seni menjadi dasar kuat dalam menciptakan motif batik yang khas dan bernilai tinggi.

Berita Terkait

Rekam Jejak Lengkap, Laksdya Hersan Kian Difavoritkan Jadi Kasal
Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
Indonesia–Uni Eropa Teken Joint Announcement, Perkuat Dialog Halal dan Fasilitasi Perdagangan
Kementerian HAM Lanjutkan Pemulihan Korban Pelanggaran HAM Berat
Kesbangpol DKI Tegaskan Rekrutmen FKDM Sesuai Aturan
Icha Yang Meriahkan Harmoni Imlek Nusantara di Bundaran HI
Alumni MKn UI Gelar Fun Padel Tournament 2026, Perkuat Soliditas dan Kebersamaan
Prabowo Optimistis Ekonomi Indonesia Siap ‘Take Off’ di Indonesia Economic Outlook 2026
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 17:51 WIB

Rekam Jejak Lengkap, Laksdya Hersan Kian Difavoritkan Jadi Kasal

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:07 WIB

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:08 WIB

Indonesia–Uni Eropa Teken Joint Announcement, Perkuat Dialog Halal dan Fasilitasi Perdagangan

Senin, 16 Februari 2026 - 17:57 WIB

Kementerian HAM Lanjutkan Pemulihan Korban Pelanggaran HAM Berat

Senin, 16 Februari 2026 - 14:50 WIB

Kesbangpol DKI Tegaskan Rekrutmen FKDM Sesuai Aturan

Berita Terbaru

Foto: TGRM dan ITB Career Center Bahas Income Ideal untuk Mahasiswa dan Fresh Graduate

Bisnis Ekonomi

Jelang Dunia Kerja, Mahasiswa ITB Didorong Hitung Angka Income Ideal

Selasa, 3 Mar 2026 - 18:52 WIB