Gelar Do’a dan Angkat Budaya Ke-XIV: Paguyuban Pecinta Eyang Raden Sawunggaling Angkat Nilai Luhur Leluhur Nusantara

- Jurnalis

Rabu, 15 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: flyer Pengumuman Do’a dan Angkat Budaya Ke-XIV 2025. (Dok-Istimewa)

Foto: flyer Pengumuman Do’a dan Angkat Budaya Ke-XIV 2025. (Dok-Istimewa)

SURABAYA – Paguyuban Pecinta Eyang Raden Sawunggaling kembali menyelenggarakan agenda tahunan yang telah menjadi tradisi sakral, bertajuk “Gelar Do’a dan Angkat Budaya Ke-XIV Tahun 2025”.

Kegiatan yang akan berlangsung selama empat hari, mulai Kamis Kliwon, 30 Oktober 2025 hingga Minggu Pon, 2 November 2025, ini mengusung tema “Bertawasul: Ojo Lali Wong Tuo, Memayu Hayuning Bawono, Bangkitnya Leluhur Nusantara.”

Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya pelestarian nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Eyang Raden Sawunggaling, tokoh legendaris asal Surabaya yang dikenal dengan jiwa kepemimpinan, keberanian, dan semangat mempersatukan masyarakat Nusantara.

Rangkaian kegiatan akan dibuka pada Kamis Kliwon (30 Oktober 2025) pukul 06.00 WIB dengan Khotmil Qur’an di Pondok Pesantren Ar-Riyadhloh Nurul Iman. Acara dilanjutkan pada malam harinya dengan Tawasulan dan Sinau Bareng bersama jamaah Maiyah, sebagai wujud kebersamaan spiritual lintas generasi.

Pada Jumat Legi (31 Oktober 2025), kegiatan berfokus pada pembacaan tahlil, istiqosah, dan tawasul yang dipimpin oleh KH Anom Pamungkas (Gus Gondrong) bersama jamaah Segoro Mudeng, menandai hari refleksi spiritual dan doa bersama untuk keselamatan bangsa.

Keesokan harinya, Sabtu Pahing (1 November 2025), dilaksanakan penyembelihan sapi dan bakti sosial berupa pembagian daging kepada masyarakat sekitar. Acara kemudian dilanjutkan dengan Udik-Udik Ngalap Berkah tradisi turun-temurun sebagai simbol berbagi rezeki dan harapan baik bagi sesama.

Malam puncak di hari yang sama akan dimeriahkan dengan Pagelaran Pentas Budaya, menampilkan beragam seni tradisi dari Suluk Eyang Raden Sawunggaling, komunitas mahasiswa Unesa, hingga Karang Taruna setempat. Pertunjukan tersebut menjadi ajang apresiasi seni dan ruang ekspresi bagi generasi muda untuk memperkuat identitas budaya lokal.

Sebagai penutup, pada Minggu Pon (2 November 2025) malam, digelar Pengajian Umum/Akbar yang akan dipimpin oleh KH Suyatno Nurdin (Gus Gendeng) mulai pukul 19.30 WIB, menjadi momen puncak spiritual sekaligus refleksi kebangsaan.

Ketua panitia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas ritual keagamaan, namun juga wadah untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota paguyuban dan masyarakat luas.

“Melalui kegiatan Gelar Do’a dan Angkat Budaya, kami ingin mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan akar budaya dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para leluhur. Di tengah modernisasi, jati diri bangsa harus tetap berpijak pada tradisi dan spiritualitas,” ujar Ketua Panitia dalam keterangannya, Rabu (15/10/2025).

Menurutnya, acara ini juga menjadi bentuk nyata dari upaya membumikan nilai-nilai gotong royong, hormat kepada orang tua, serta cinta tanah air, sebagaimana diajarkan oleh Eyang Raden Sawunggaling.

Paguyuban Pecinta Eyang Raden Sawunggaling telah dikenal luas karena konsistensinya dalam mengangkat nilai spiritual dan budaya lokal. Tradisi Bertawasul yang menjadi inti acara bukan sekadar ritual doa, melainkan simbol penghormatan kepada leluhur sebagai penjaga moral dan spiritual masyarakat.

Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya bukanlah nostalgia masa lalu, melainkan investasi moral dan sosial bagi masa depan bangsa. Spirit “Memayu Hayuning Bawono” menjaga harmoni kehidupan menjadi pesan universal yang terus relevan di tengah tantangan zaman modern.

Melalui penyelenggaraan yang melibatkan tokoh agama, budayawan, akademisi, dan masyarakat umum, “Gelar Do’a dan Angkat Budaya Ke-XIV Tahun 2025” diharapkan mampu menjadi ruang kontemplasi dan kebangkitan nilai-nilai kebangsaan.

Paguyuban berharap agar semangat Eyang Raden Sawunggaling terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk mencintai budaya, memperkuat spiritualitas, dan menjaga harmoni sosial di bumi Nusantara.

“Warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tapi kompas moral yang menuntun langkah kita hari ini,” tutup perwakilan paguyuban.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Keroncong Sahadja Hadirkan Nuansa Musik Tradisional di La Piazza Kelapa Gading
Fadli Zon Dorong Sensus Ekonomi 2026 Perkuat Data Ekonomi Kebudayaan
Fadli Zon Dorong Vila Bung Hatta dan Riung Gunung Jadi Penggerak Ekonomi Budaya
Memutus Budaya KKN dengan Membangun Kepribadian dalam Kebudayaan
Menteri Kebudayaan: Keberagaman dan Budaya Jadi Akar Kekuatan Bangsa
Ketua Umum MASL Hadiri Upacara HUT RI ke-81 di Istana, Bawa Pesan Pelestarian Budaya Sunda
Hari Masyarakat Adat Sedunia, Tiga Pilar Sumedang Soroti Ancaman Degradasi Kedaulatan Adat
Hari Masyarakat Adat Sedunia, Andy Java: Lindungi Mereka untuk Selamatkan Masa Depan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Keroncong Sahadja Hadirkan Nuansa Musik Tradisional di La Piazza Kelapa Gading

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Fadli Zon Dorong Sensus Ekonomi 2026 Perkuat Data Ekonomi Kebudayaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Fadli Zon Dorong Vila Bung Hatta dan Riung Gunung Jadi Penggerak Ekonomi Budaya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Memutus Budaya KKN dengan Membangun Kepribadian dalam Kebudayaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menteri Kebudayaan: Keberagaman dan Budaya Jadi Akar Kekuatan Bangsa

Berita Terbaru

Foto: Gus Yahya Bersama YANMU
Sejumlah pengurus Yayasan Anugerah Nusantara Al-Mubarokah (YANMU) berfoto bersama K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya usai pertemuan di Jombang, Senin (31/8/2026).

Organisasi Masyarakat

Usai Pimpin PBNU, Gus Yahya Perkuat Dialog Antaragama dan Humanitarian Islam

Senin, 31 Agu 2026 - 13:49 WIB