Jakarta — Pemerintah meluncurkan Program Stimulus Ekonomi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 2026 yang mencakup diskon tarif transportasi, skema Work From Anywhere (WFA), serta bantuan pangan bagi puluhan juta keluarga penerima manfaat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan stimulus tersebut diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus menjaga daya beli dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Lebaran Idulfitri terbukti dalam periode yang lama, termasuk Nataru, meningkatkan mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat yang kemarin sampai dengan 5,39 persen,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/2).
Airlangga memaparkan mobilitas masyarakat saat Lebaran 2025 mencapai 154,62 juta orang, sedangkan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) mencapai 110,43 juta orang. Secara year on year, mobilitas sepanjang 2025 tumbuh 5,11 persen.
Ia juga mencatat jumlah wisatawan mancanegara pada Desember mencapai 1,41 juta orang dan wisatawan nusantara 105,98 juta perjalanan.
Untuk HBKN Idulfitri 2026, pemerintah menyiapkan anggaran Rp911,16 miliar untuk program diskon tarif transportasi. Diskon tersebut meliputi:
Kereta api: potongan 30 persen untuk perjalanan 14–29 Maret 2026.
Angkutan laut PT Pelni: diskon 30 persen untuk perjalanan 11 Maret–5 April 2026.
Penyeberangan ASDP: pembebasan tarif jasa kepelabuhanan pada 12–31 Maret 2026.
Angkutan udara: diskon 17–18 persen untuk tiket domestik kelas ekonomi pada 14–29 Maret 2026.
Pembelian tiket dengan tarif diskon dapat dilakukan mulai 11 Februari 2026.
Selain itu, pemerintah menerapkan skema WFA atau Flexible Working Arrangement pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta guna mengurangi kepadatan arus perjalanan.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Bantuan dengan total anggaran Rp11,92 triliun itu akan diberikan sekaligus untuk dua bulan pada awal Ramadan.
Airlangga berharap pelaksanaan stimulus berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah.
Kami harapkan seluruh unit usaha, termasuk BUMN yang menjalankan program diskon, dapat menjaga agar pelaksanaannya berjalan dengan baik sampai implementasinya,” ujarnya.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri sejumlah menteri dan pejabat terkait, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri PANRB Rini Widyantini, dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.



































