Jakarta — Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Woro Srihastuti Sulistyaningrum menegaskan penguatan peran keluarga menjadi fondasi utama dalam melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital.
Hal tersebut disampaikan Woro, yang akrab disapa Lisa, dalam peringatan Safer Internet Day 2026 melalui kegiatan FutureFam Summit yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Minggu (15/2/2026).
Menurut Lisa, masifnya penggunaan internet oleh anak merupakan keniscayaan yang harus diimbangi dengan pendampingan kuat dari keluarga. Ia menilai keluarga sebagai lingkungan pertama dan terdekat yang menentukan bagaimana anak mengenal, menggunakan, serta bersikap di ruang digital.
Ruang digital yang aman harus mampu mewujudkan anak yang berdaya, orang dewasa yang paham, komunitas yang peduli, dan sistem yang bertanggung jawab,” ujar Lisa.
Ia menyoroti berbagai ancaman di ruang digital, mulai dari paparan konten berisiko hingga praktik kekerasan dan eksploitasi anak. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut keterlibatan aktif orang tua dalam pengasuhan digital. Namun, di sisi lain, masih banyak orang tua yang belum memiliki bekal literasi digital yang memadai.
Melalui FutureFam Summit, Kemenko PMK mendorong penguatan kapasitas keluarga agar lebih siap menghadapi tantangan pengasuhan di era digital. Forum ini menjadi ruang berbagi bagi orang tua untuk meningkatkan pemahaman, bertukar pengalaman, sekaligus membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya perlindungan anak di ruang daring.
“Dengan semangat kolaborasi, saya menyatakan dukungan penuh Kemenko PMK terhadap inisiatif ini,” kata Woro.
Ia menegaskan perlindungan anak di ruang digital tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terhubung dengan agenda pembangunan keluarga secara menyeluruh.
“Jika keluarga kuat, anak terlindungi. Jika anak terlindungi, masa depan bangsa terjaga,” tegasnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan Asta Mantra Menko PMK, sejalan dengan peluncuran program 1 Jam Berkualitas Bersama Keluarga serta inisiatif Gerakan Ramadan Ramah Anak yang diluncurkan pada 10 Februari 2026.
Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Komunikasi dan Digital, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Badan Siber dan Sandi Negara, organisasi masyarakat sipil, mitra internasional, sektor swasta, Tim Penggerak PKK, Jakarta Propertindo, hingga Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak.




































