Jakarta — Pemerintah terus memperkuat ketahanan fiskal nasional di tengah tekanan global, termasuk kenaikan harga energi dan komoditas. Upaya ini dilakukan dengan menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali serta mendorong efisiensi belanja kementerian dan lembaga.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menargetkan defisit APBN tetap berada di bawah 3 persen sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Kita menjaga APBN agar defisit tetap di bawah 3 persen dan dilakukan efisiensi dari berbagai kementerian dan lembaga,” ujar Airlangga usai rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/3).
Selain menjaga fiskal, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipatif terhadap dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan komoditas. Salah satunya dengan meningkatkan produksi batu bara melalui penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Pemerintah juga tengah mengkaji penyesuaian kebijakan pajak ekspor batu bara guna mengoptimalkan penerimaan negara, seiring tren kenaikan harga komoditas global.
Di sektor energi, pemerintah mendorong percepatan konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai langkah efisiensi dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil. Penugasan tersebut diberikan kepada Badan Pengelola Investasi Danantara untuk segera ditindaklanjuti.
Tak hanya itu, pemerintah juga mengkaji kebijakan fleksibilitas kerja melalui skema work from home (WFH) satu hari dalam lima hari kerja. Kebijakan ini dinilai dapat menghemat konsumsi bahan bakar dari sektor transportasi.
Ada penghematan dari segi mobilitas, terutama penggunaan bensin, yang bisa mencapai sekitar seperlima dari konsumsi biasa,” kata Airlangga.
Ia menambahkan, kebijakan WFH tidak hanya ditujukan bagi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga diharapkan dapat diadopsi oleh sektor swasta dan pemerintah daerah.
Rencana implementasi WFH dijadwalkan mulai diterapkan setelah Hari Raya Idulfitri 2026, meski waktu pastinya masih menunggu perkembangan situasi global, termasuk harga minyak dan kondisi geopolitik.
Nanti kita lihat situasinya, harga minyak dan kondisi global,” ujarnya.
Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat kemandirian energi di tengah ketidakpastian global.



































