Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Chair Australian Productivity Commission Danielle Wood serta Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Brazier di Jakarta, Minggu (29/3).
Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama ekonomi Indonesia–Australia, terutama dalam peningkatan produktivitas, pengembangan sumber daya manusia, serta ketahanan ekonomi kedua negara di tengah dinamika global.
Airlangga menegaskan pemerintah Indonesia saat ini berfokus pada peningkatan produktivitas yang berjalan seiring dengan penerapan efisiensi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia berfokus pada penguatan gerakan peningkatan produktivitas yang berjalan seiring dengan penerapan efisiensi,” ujar Airlangga.
Salah satu agenda strategis yang dibahas adalah implementasi kebijakan e-government yang dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas nasional, termasuk dalam kondisi efisiensi anggaran.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan program PROSPERA tahap kedua. Pemerintah berharap keterlibatan Australian Productivity Commission dapat memberikan rekomendasi kebijakan berbasis bukti guna mendukung reformasi kebijakan dan peningkatan produktivitas.
Ia menambahkan, pengembangan tenaga kerja yang adaptif terhadap kemajuan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan artifisial, menjadi fokus penting dalam kerja sama tersebut.
Selain itu, reformasi perpajakan juga menjadi perhatian pemerintah dan diharapkan dapat menjadi bagian dari agenda dalam implementasi PROSPERA Phase II.
Sementara itu, Danielle Wood menyatakan kesiapan Australia untuk memperkuat kerja sama dalam peningkatan kapasitas sektor layanan publik guna mendorong produktivitas dan investasi.
Duta Besar Australia Roderick Brazier juga menegaskan komitmen pemerintahnya dalam mendukung proses aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development serta Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership.
Turut mendampingi Airlangga dalam pertemuan tersebut antara lain Plt Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Dida Gardera, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.




































