JAKARTA — Kementerian Kebudayaan membahas potensi penguatan kerja sama budaya antara Indonesia dan Kerajaan Maroko melalui dialog strategis bersama Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, di Jakarta, Rabu (3/6).
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan Indonesia dan Maroko memiliki peluang besar memperkuat hubungan bilateral melalui sektor kebudayaan, khususnya pengembangan musik tradisional.
Menurut Fadli, musik Andalusi dari Maroko memiliki kemiripan nilai dan karakter dengan musik gambus serta kasidah di Indonesia karena sama-sama mengandung unsur spiritual yang kuat.
Musik tradisional Andalusi dari Maroko mungkin selaras dengan musik gambus dan kasidah di Indonesia. Ke depannya, Indonesia dan Maroko dapat menjalin kerja sama budaya melalui dua genre musik tersebut,” kata Fadli dalam pertemuan di Gedung Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta.
Ia menyebut kolaborasi itu dapat diwujudkan melalui pertunjukan bersama hingga pertukaran seniman antara kedua negara.
Selain sektor musik, Fadli juga mendorong percepatan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang mencakup bidang kebudayaan, ekonomi kreatif, hingga pemanfaatan tradisi dan kearifan lokal.
Menurut dia, kerja sama tersebut perlu segera ditindaklanjuti melalui program konkret agar memberi dampak nyata terhadap pengembangan ekosistem budaya kedua negara.
Beberapa program yang diusulkan antara lain residensi seniman, pertunjukan musik tradisional, hingga konferensi budaya internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia Redouane Houssaini menyebut terdapat tiga bidang potensial dalam kerja sama Indonesia-Maroko, yakni penguatan ekonomi berbasis budaya, promosi kebudayaan, serta kolaborasi antarlembaga seperti museum.
Kita dapat terus berusaha untuk mempromosikan kebudayaan kita. Melalui persahabatan yang berlandaskan penghormatan, kita dapat melakukan yang terbaik untuk memajukan budaya negara masing-masing,” ujarnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti serta Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Anindita Kusuma Listya.
Kementerian Kebudayaan berharap kerja sama Indonesia dan Maroko di sektor budaya dapat terus diperluas untuk mendukung perkembangan industri kreatif sekaligus pelestarian tradisi lokal kedua negara.




































