Antusiasme Pengunjung FHI 2026 Tinggi, Wismilak Angkat Cerutu Premium Indonesia ke Panggung Hospitality Internasional

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gerai Wismilak Premium Cigars dalam ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, Kamis (23/7/2026). (Dok-Istimewa)

Foto: Gerai Wismilak Premium Cigars dalam ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, Kamis (23/7/2026). (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Minat masyarakat terhadap cerutu premium (cigar) buatan Indonesia menunjukkan tren yang terus meningkat. Hal tersebut tercermin dari tingginya antusiasme pengunjung yang memadati gerai Wismilak Premium Cigars dalam ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Pameran industri makanan, minuman, serta perhotelan bertaraf internasional yang digelar pada 21–24 Juli 2026 itu menjadi momentum bagi Wismilak untuk memperkenalkan kualitas, seni, dan tradisi pembuatan cerutu premium Indonesia kepada pelaku industri hospitality, pebisnis, hingga masyarakat umum. Mengusung tema “The Art of Indonesian Cigar & Hospitality”, perusahaan berupaya menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada edukasi mengenai budaya menikmati cerutu secara bertanggung jawab.

Representative Wismilak Cigar, Nana Irawati, menjelaskan bahwa terdapat dua kegiatan utama yang menjadi daya tarik pengunjung selama pameran berlangsung. Program pertama adalah Cigar Time, yakni sesi eksklusif yang mengajak peserta menikmati cerutu premium Wismilak sambil mempelajari teknik pairing dengan berbagai jenis minuman dalam suasana yang santai dan edukatif.

Menurut Nana, kegiatan tersebut dirancang agar peserta dapat memahami karakter rasa cerutu premium sekaligus mengetahui cara menikmati produk tersebut secara lebih optimal.

Sementara itu, aktivitas kedua yang tidak kalah diminati adalah Cigar Rolling Experience. Melalui program ini, pengunjung memperoleh kesempatan untuk mempelajari secara langsung proses meracik dan melinting cerutu dengan bimbingan tenaga ahli yang telah berpengalaman. Cerutu hasil lintingan peserta kemudian dapat dibawa pulang sebagai suvenir.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung mengenai proses pembuatan cerutu sekaligus memperkenalkan kualitas cerutu premium Indonesia,” ujar Nana.

Selama penyelenggaraan FHI 2026, berbagai aktivitas Wismilak dipusatkan di dua lokasi, yakni Hall B3 Coffee Festival Area (CF-03) sebagai pusat pameran dan aktivitas booth, serta Foyer Hall B1 yang menjadi lokasi penyelenggaraan JBC Hospitality Night, sebuah agenda yang mempertemukan pelaku industri hospitality dalam suasana jejaring bisnis.

Keikutsertaan Wismilak dalam ajang FHI 2026 menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisi cerutu premium Indonesia di tengah persaingan industri global. Perusahaan ingin menunjukkan bahwa produk tembakau premium hasil karya anak bangsa memiliki kualitas, cita rasa, serta standar produksi yang mampu bersaing dengan produk dari berbagai negara penghasil cerutu dunia.

“Kami ingin menunjukkan keunggulan mutu dan seni pembuatan cerutu Indonesia kepada pelaku industri, pebisnis horeka (hotel, restoran, dan kafe), serta penikmat cerutu, baik dari dalam maupun luar negeri,” kata Nana.

Antusiasme pengunjung selama pameran juga dinilai melampaui ekspektasi. Booth Wismilak dipenuhi oleh beragam kalangan, mulai dari pelaku usaha makanan dan minuman, peserta pameran (exhibitor), pelaku industri perhotelan, hingga komunitas pecinta cerutu. Tingginya minat tersebut terlihat dari banyaknya pengunjung yang rela mengantre untuk mengikuti sesi praktik melinting cerutu secara langsung.

“Bahkan, banyak pengunjung yang rela mengantre untuk mengikuti sesi cigar rolling secara langsung,” ungkap Nana.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa cerutu premium kini tidak hanya dipandang sebagai produk tembakau, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman gaya hidup, budaya, dan hospitality yang memiliki nilai seni tinggi. Edukasi mengenai proses produksi, pemilihan bahan baku, hingga teknik menikmati cerutu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, khususnya kalangan profesional industri.

Partisipasi dalam FHI 2026 juga menjadi langkah strategis Wismilak untuk memperluas jaringan bisnis dengan sektor hotel, restoran, kafe, distributor, serta mitra internasional yang hadir dalam pameran tersebut. Kehadiran pelaku industri dari berbagai negara membuka peluang kolaborasi sekaligus memperluas akses pasar bagi produk cerutu premium Indonesia.

Di sisi lain, pameran ini memperlihatkan semakin besarnya perhatian terhadap produk premium lokal yang memiliki nilai tambah dari aspek kualitas, kerajinan tangan (handmade craftsmanship), dan identitas budaya Indonesia. Cerutu premium Indonesia dinilai memiliki potensi untuk menjadi salah satu produk unggulan yang mampu memperkuat daya saing industri kreatif dan hospitality nasional.

Melalui keikutsertaannya dalam FHI 2026, Wismilak berharap dapat memperluas pasar cerutu premium Indonesia, meningkatkan apresiasi terhadap hasil karya pengrajin dalam negeri, serta memperkuat citra produk tembakau premium nasional di pasar domestik maupun internasional.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong produk cerutu Indonesia semakin dikenal sebagai salah satu komoditas premium yang memiliki kualitas, karakter, dan nilai seni yang mampu bersaing di tingkat global.

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Karcher Perkenalkan Metode PDIR di FHI 2026, Strategi Pembersihan Terintegrasi untuk Tingkatkan Standar Industri Hospitality
Pratikno: Gernas RANA Jadi Fondasi Cetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Airlangga dan Fujian Percepat Proyek TCTP, Bidik Investasi Rp37,1 Triliun
Airlangga Dorong Industri Dalam Negeri Kuasai Proyek Energi, Percepat Hilirisasi dan Swasembada
Kebakaran KN SAR Ramawijaya di Galangan Muara Baru Diselidiki, Polisi Dalami Dugaan Penyebab dan Prosedur Perbaikan Kapal
Libur Kerja Dimanfaatkan Rekreasi, Pengunjung Padati Dufan Meski Hari Kerja
Airlangga Ajak China Perkuat Investasi Berkualitas dan Perdagangan yang Lebih Seimbang
Ombudsman Soroti Dugaan Maladministrasi Kasus Pembakaran Santri di Lombok Tengah, Desak Evaluasi Pengawasan Pesantren
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:03 WIB

Karcher Perkenalkan Metode PDIR di FHI 2026, Strategi Pembersihan Terintegrasi untuk Tingkatkan Standar Industri Hospitality

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:04 WIB

Airlangga dan Fujian Percepat Proyek TCTP, Bidik Investasi Rp37,1 Triliun

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:50 WIB

Antusiasme Pengunjung FHI 2026 Tinggi, Wismilak Angkat Cerutu Premium Indonesia ke Panggung Hospitality Internasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:23 WIB

Airlangga Dorong Industri Dalam Negeri Kuasai Proyek Energi, Percepat Hilirisasi dan Swasembada

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:20 WIB

Kebakaran KN SAR Ramawijaya di Galangan Muara Baru Diselidiki, Polisi Dalami Dugaan Penyebab dan Prosedur Perbaikan Kapal

Berita Terbaru

Foto: Sejumlah pria bersenjata berdiri di tepi Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, sementara dua warga sipil dengan wajah disamarkan terlihat duduk di depan mereka.

TNI & POLRI

Tiga Warga Sipil Tewas dalam Aksi Kekerasan di Yahukimo

Jumat, 24 Jul 2026 - 13:57 WIB