Gerakan 5 Menit Jeda, Bodrex Ajak Masyarakat Tak Abaikan Pemulihan di Tengah Padatnya Aktivitas

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Al Ghazali, Brand Ambassador bodrex. (Dok: Istimewa)

Foto: Al Ghazali, Brand Ambassador bodrex. (Dok: Istimewa)

JAKARTA – Rutinitas kerja yang semakin padat, mobilitas tinggi, serta paparan informasi digital sepanjang hari membuat kebutuhan untuk mengambil jeda semakin relevan bagi masyarakat usia produktif di Indonesia.

Di tengah kondisi tersebut, bodrex kembali menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) melalui gerakan nasional “Pasukan bodrex 5 Menit Jeda, Kembali Siap untuk Indonesia”. Program yang berlangsung pada 21 Agustus hingga 21 Oktober 2026 itu mengajak masyarakat membangun kebiasaan sederhana dengan menyediakan waktu sekitar lima menit untuk berhenti sejenak, memulihkan diri, kemudian kembali menjalankan aktivitas.

Gerakan tersebut menjadi bagian dari perjalanan bodrex yang telah hadir di Indonesia selama lebih dari lima dekade. Melalui program ini, perusahaan ingin membawa pesan bahwa produktivitas tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa lama seseorang bekerja, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap siap menjalani aktivitas.

Data yang dikutip dalam materi program menunjukkan rata-rata durasi kerja di Indonesia pada Februari 2026 berada pada kisaran 41-43 jam per minggu, lebih tinggi dibandingkan patokan 40 jam kerja per minggu. Tantangan tersebut semakin kompleks dengan tingginya mobilitas pekerja komuter serta pola kehidupan digital yang membuat seseorang sulit benar-benar terlepas dari pekerjaan maupun arus informasi.

Situasi itu dapat berkontribusi terhadap kelelahan berkepanjangan. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi kelelahan dapat memengaruhi konsentrasi, kebugaran, suasana hati, hingga kemampuan seseorang menjalankan aktivitas secara optimal.

Karena itu, pesan yang dibawa dalam kampanye ini tidak hanya mengenai bagaimana seseorang dapat kembali beraktivitas, tetapi juga pentingnya memberikan ruang bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat.

Director Brand Consumer Marketing Health Care Division PT Tempo Scan Pacific Tbk, Dedy Angkakusuman, mengatakan perjalanan panjang bodrex bersama masyarakat Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat berkembang seiring perubahan gaya hidup.

“Di tengah tuntutan hidup yang semakin cepat, masyarakat tidak hanya butuh solusi yang cepat dan efektif, tetapi juga diingatkan pentingnya jeda,” kata Dedy.

Menurut dia, lima menit dapat dimanfaatkan sebagai momentum sederhana untuk memulihkan kondisi sebelum seseorang kembali beraktivitas.

“Taking jeda sejenak selama lima menit bukanlah tanda berhenti, melainkan langkah awal untuk kembali siap dengan energi yang lebih optimal demi keluarga dan Indonesia,” ujarnya.

Untuk menerjemahkan kampanye tersebut ke dalam pengalaman langsung, bodrex menghadirkan Experience Booth di tiga kota, yakni Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

Ruang tersebut dirancang sebagai tempat masyarakat mengambil waktu sejenak dari rutinitas. Sejumlah fasilitas relaksasi, termasuk kursi pijat dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, disediakan sebagai bagian dari pengalaman program.

Kehadiran fasilitas tersebut sekaligus menjadi upaya menjadikan pesan kampanye lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat. Alih-alih hanya menyampaikan pesan melalui komunikasi pemasaran, masyarakat diajak secara langsung merasakan konsep “5 Menit Jeda”.

Namun, kebiasaan mengambil jeda tentu tidak berhenti pada aktivitas di booth. Tantangan yang lebih besar justru bagaimana kebiasaan tersebut dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks itu, kampanye digital menjadi bagian lain dari rangkaian program.

Masyarakat diajak membagikan versi mereka mengenai aktivitas lima menit yang dapat membantu mengambil jeda melalui video berdurasi satu menit. Materi tersebut dapat diunggah melalui microsite resmi program sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Dari rangkaian kegiatan Experience Booth dan kompetisi digital tersebut, bodrex menyediakan total hadiah dengan nilai mencapai Rp1 miliar.

Pesan mengenai pentingnya mengambil jeda juga diperkuat dengan keterlibatan sejumlah Brand Ambassador bodrex, yakni Rossa, Al Ghazali, dan Chicco Jerikho.

Ketiganya diposisikan sebagai representasi masyarakat produktif yang memiliki aktivitas padat di bidang masing-masing.

Rossa menilai kebutuhan untuk berhenti sejenak menjadi semakin penting ketika seseorang menjalani rutinitas yang menuntut konsentrasi dan energi dalam waktu panjang.

Sebagai pekerja seni dengan jadwal yang dinamis, ia mengatakan waktu singkat untuk melakukan recharge dapat membantu dirinya kembali fokus sebelum melanjutkan aktivitas.

“Taking jeda sejenak untuk recharge membantu kita kembali fokus dan siap memberikan yang terbaik,” ujar Rossa.

Sementara itu, Al Ghazali menyoroti relevansi gerakan tersebut bagi generasi muda yang saat ini menjalani aktivitas dalam lingkungan yang serba cepat.

Menurut dia, energi dan semangat generasi muda perlu diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga kondisi diri.

“Di tengah aktivitas yang padat, kita tetap perlu memberi ruang untuk recharge agar bisa kembali sehat dan produktif,” kata Al Ghazali.

Pandangan serupa disampaikan Chicco Jerikho. Menurut dia, aktivitas di industri hiburan menuntut kemampuan untuk terus bergerak dan beradaptasi sehingga waktu jeda menjadi bagian penting untuk menjaga fokus.

Ia berharap kampanye tersebut dapat mendorong lebih banyak masyarakat memahami bahwa memberikan waktu bagi diri sendiri bukan berarti mengurangi produktivitas.

Sebaliknya, jeda dapat menjadi salah satu cara untuk mempersiapkan diri sebelum kembali menjalankan pekerjaan dan tanggung jawab.

General Manager Brand Creative Content & Communication Health Care Division PT Tempo Scan Pacific Tbk, Diana Theodora, mengatakan pihaknya berharap pesan yang dibangun melalui kampanye tersebut dapat bertahan lebih lama dibandingkan periode program.

“Kami berharap melalui kegiatan yang bermanfaat ini, langkah sederhana seperti mengambil jeda lima menit dapat membantu masyarakat kembali siap menjalani aktivitas,” ujarnya.

Menurut Diana, program tersebut merupakan bagian dari upaya Tempo Scan Pacific untuk terus mendampingi masyarakat melalui kegiatan yang dianggap relevan dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari.

Gerakan “5 Menit Jeda” sendiri bukan program CSR pertama yang dijalankan bodrex. Program Pasukan bodrex telah dijalankan sejak 2006 dan terus dikembangkan dengan tema yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat.

Tahun ini, fokus diarahkan pada persoalan kelelahan dan kebutuhan pemulihan di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis.

Di sisi lain, penting untuk melihat pesan tersebut secara proporsional. Mengambil jeda selama lima menit dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk memberikan ruang istirahat di tengah rutinitas, tetapi tidak dapat diposisikan sebagai satu-satunya solusi untuk persoalan kelelahan kronis, gangguan kesehatan, atau masalah psikologis yang membutuhkan penanganan lebih serius.

Dengan demikian, kampanye tersebut lebih tepat dipahami sebagai ajakan membangun kesadaran mengenai pentingnya keseimbangan aktivitas dan pemulihan.

Bagi pekerja, pelajar, pelaku usaha, pekerja kreatif, maupun masyarakat dengan mobilitas tinggi, jeda singkat dapat menjadi pengingat bahwa produktivitas juga membutuhkan kondisi tubuh dan pikiran yang terjaga.

Selain kegiatan CSR, bodrex merupakan salah satu merek obat bebas yang berada di bawah PT Tempo Scan Pacific Tbk. Merek tersebut telah hadir di Indonesia sejak 1971 dan memiliki rangkaian produk untuk sejumlah kebutuhan kesehatan, antara lain kategori sakit kepala, flu, batuk, serta pilek dan alergi.

Tempo Scan Pacific sendiri merupakan perusahaan publik yang bergerak di bidang industri, pemasaran, perdagangan, dan distribusi produk farmasi, nutrisi, consumer products, serta kosmetika.

Dengan pengalaman panjang tersebut, perusahaan terus mengembangkan produk dan kegiatan komunikasi yang menyasar kebutuhan masyarakat.

Melalui gerakan “Pasukan bodrex 5 Menit Jeda, Kembali Siap untuk Indonesia”, perusahaan kali ini menempatkan isu jeda dan pemulihan sebagai pesan utama.

Program tersebut berlangsung hingga 21 Oktober 2026, dengan rangkaian Experience Booth di Jakarta, Surabaya, dan Bandung serta kompetisi digital.

Informasi mengenai jadwal kegiatan, mekanisme kompetisi, dan ketentuan program dapat diperoleh melalui kanal resmi bodrex.

Pada akhirnya, pesan paling sederhana dari gerakan tersebut adalah bahwa berhenti sejenak tidak selalu berarti kehilangan waktu. Dalam rutinitas yang semakin cepat, lima menit dapat menjadi kesempatan untuk menarik napas, mengistirahatkan tubuh dan pikiran, lalu menentukan kembali langkah berikutnya.

Bagi masyarakat yang menjalani aktivitas padat, tantangannya bukan sekadar bagaimana terus bergerak, tetapi juga bagaimana mengetahui kapan harus berhenti sejenak agar dapat kembali bergerak dengan kondisi yang lebih baik.

Editor: Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Sengketa Hak Asuh Anak Ruben Onsu-Sarwendah Memanas, Deolipa Yumara Soroti 5 Faktor Pertimbangan Hakim
Dorong Kajian Teknologi dan Keselamatan, Sandy Tumiwa Minta Pengembangan Geothermal Ciremai Ramah Lingkungan
Film Dokumenter Ekspedisi Cicatih Elpala Diputar Perdana, Rekam Perjalanan Cinta Alam dan Bela Negara
Deolipa Yumara: Ruben Onsu Masih Berpeluang Tempuh Restorative Justice dalam Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan
FSPPI Dorong Perlindungan Pekerja Perfilman Masuk Agenda Legislasi DPR RI
Aktor RF Jalani Pemeriksankan dalam Kasus Dugaan Narkoba
Batman Cafe Hadirkan Hiburan Musik dan Kepedulian Sosial untuk Warga
Diding Boneng Meninggal Dunia, Keluarga Ungkap Perjuangan Melawan Asma hingga Pesan Terakhir Sang Komedian
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 18:38 WIB

Gerakan 5 Menit Jeda, Bodrex Ajak Masyarakat Tak Abaikan Pemulihan di Tengah Padatnya Aktivitas

Kamis, 10 September 2026 - 16:57 WIB

Sengketa Hak Asuh Anak Ruben Onsu-Sarwendah Memanas, Deolipa Yumara Soroti 5 Faktor Pertimbangan Hakim

Rabu, 9 September 2026 - 23:20 WIB

Dorong Kajian Teknologi dan Keselamatan, Sandy Tumiwa Minta Pengembangan Geothermal Ciremai Ramah Lingkungan

Rabu, 2 September 2026 - 20:13 WIB

Film Dokumenter Ekspedisi Cicatih Elpala Diputar Perdana, Rekam Perjalanan Cinta Alam dan Bela Negara

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Deolipa Yumara: Ruben Onsu Masih Berpeluang Tempuh Restorative Justice dalam Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan

Berita Terbaru

Foto: (kanan) Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Dr. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, (kiri) Ketua Umum FSPPI Dr. Rizal Djibran. (Dok: Istimewa)

Entertainment

Baleg DPR Dorong Blueprint FSPPI untuk Pembenahan Ekosistem Perfilman

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:07 WIB