JAKARTA – Sosok Tiksnarto Andaru Rahutomo atau yang akrab disapa Andaru, kini menjadi salah satu figur penting di lingkungan Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya. Menjabat sebagai Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya hingga Mei 2026, perwira menengah Polri tersebut dikenal aktif berada di garis depan komunikasi publik dalam berbagai penanganan kasus menonjol di wilayah hukum ibu kota dan sekitarnya.
Dalam sejumlah kesempatan, Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo, S.H., S.I.K., M.Si. kerap mendampingi jajaran pimpinan Humas Polda Metro Jaya saat memberikan keterangan resmi kepada media. Ia terlibat dalam penyampaian perkembangan berbagai perkara, mulai dari kasus kriminal umum, tawuran remaja, kecelakaan transportasi massal, hingga perkara yang menjadi perhatian publik luas.
Perannya sebagai Kasubbid Penmas tidak hanya menuntut kemampuan komunikasi yang cepat dan akurat, tetapi juga ketegasan dalam menjaga validitas informasi di tengah derasnya arus pemberitaan digital. Dalam banyak kesempatan, Andaru dikenal konsisten menekankan pentingnya penyampaian informasi berdasarkan fakta penyidikan, hasil pemeriksaan saksi, serta barang bukti yang telah diverifikasi penyidik.
Sebelumnya, pada Agustus 2025, nama Kompol Andaru sempat tercatat mendapatkan mutasi jabatan sebagai Kasubdit 1 Ditreskrimsiber Polda Metro Jaya. Namun dalam perkembangan hingga Mei 2026, ia masih aktif menjalankan tugas sebagai Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya dan menjadi salah satu wajah komunikasi institusi kepolisian di wilayah metropolitan.
Di balik ketegasan dan disiplin yang melekat pada profesinya, Kompol Andaru juga dinilai memiliki pendekatan humanis dalam menjalankan tugas. Penilaian tersebut datang dari sejumlah jurnalis yang selama ini berinteraksi langsung dengannya dalam aktivitas peliputan sehari-hari.
Salah satunya disampaikan Fahmy, jurnalis media online yang mengaku telah beberapa kali berkomunikasi dengan Kompol Andaru, baik dalam urusan konfirmasi pemberitaan maupun komunikasi pribadi terkait kebutuhan kemanusiaan.
“Beliau dikenal tegas dan berwibawa, namun tetap ramah, rendah hati, serta responsif. Setiap informasi yang saya sampaikan, baik untuk konfirmasi pemberitaan maupun hal pribadi, selalu ditanggapi dengan cepat,” ujar Fahmy di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Menurut Fahmy, pengalaman tersebut memberikan kesan tersendiri mengenai sosok perwira Polri yang dinilai mampu menjaga profesionalisme tanpa kehilangan sisi empati terhadap masyarakat maupun insan pers.
Ia juga menceritakan pengalaman pribadi ketika keluarganya menghadapi situasi sulit saat anaknya membutuhkan penanganan dokter spesialis kulit yang tidak sepenuhnya ditanggung program BPJS Kesehatan. Dalam kondisi tersebut, Fahmy mencoba menghubungi Kompol Andaru melalui pesan pribadi untuk meminta arahan dan bantuan informasi.
Meski disibukkan dengan tugas kepolisian yang padat, respons cepat tetap diberikan. Andaru disebut segera memberikan arahan agar kebutuhan medis tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui jalur yang memungkinkan.
“Bantuan itu sangat berarti bagi kami. Saya merasakan kepedulian beliau, bukan hanya sebagai pejabat publik, tetapi juga sebagai manusia,” tuturnya.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu gambaran kecil mengenai pendekatan komunikasi personal yang dinilai semakin penting dalam pelayanan publik modern. Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap transparansi institusi negara, figur aparat yang mampu menunjukkan empati dianggap memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik.
Dalam konteks tugas kehumasan kepolisian, posisi Kasubbid Penmas memang memegang fungsi vital sebagai penghubung antara institusi Polri dengan masyarakat serta media massa. Tidak hanya menyampaikan informasi resmi, pejabat humas juga dituntut mampu meredam disinformasi, menjaga stabilitas komunikasi publik, sekaligus memastikan keterbukaan informasi berjalan secara proporsional.
Pendekatan yang mengedepankan komunikasi formal namun tetap humanis dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat citra institusi kepolisian di mata masyarakat. Kehadiran figur yang responsif terhadap kebutuhan komunikasi publik juga dinilai mampu menciptakan hubungan yang lebih konstruktif antara aparat penegak hukum dan insan pers.
Posisi yang diembannya menuntut ketegasan dalam penyampaian fakta hukum, kecepatan merespons isu publik, sekaligus kepekaan sosial dalam membangun komunikasi yang sehat dengan masyarakat.
Di tengah dinamika penegakan hukum yang terus berkembang, figur aparat yang mampu memadukan profesionalisme dan sisi kemanusiaan dinilai menjadi elemen penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Reporter: Fahmy Nurdin
Editor: Fahmy Nurdin




































