Eric Sudrajat Kembali Jadi Meinl Artist Indonesia, Bukti Talenta Musisi Muda Tanah Air Makin Diakui

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Eric Sudrajat, Drummer muda asal Indonesia. (Dok-Istimewa)

Foto: Eric Sudrajat, Drummer muda asal Indonesia. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – Perjalanan karier drummer muda Indonesia, Eric Sudrajat, kembali mencatatkan pencapaian penting. Musisi yang dikenal aktif di berbagai proyek musik tersebut resmi kembali dipercaya menjadi artist dari brand simbal internasional Meinl Indonesia dalam agenda yang berlangsung di Tiga Negeri Musik House, Jalan Soka No. 4, Bandung.

Kembalinya Eric ke dalam jajaran artist Meinl Indonesia menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri musik nasional. Di tengah persaingan yang semakin ketat, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa musisi muda Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang dan mendapatkan pengakuan dari merek-merek musik bertaraf internasional.

Bagi Eric, status sebagai artist bukan sekadar bentuk kerja sama dengan sebuah merek alat musik. Lebih dari itu, menurutnya, kepercayaan yang diberikan merupakan bagian dari perjalanan panjang yang dibangun melalui proses belajar, konsistensi berkarya, serta keterlibatan aktif dalam komunitas musik.

“Sebagai drummer tentunya senang bisa kembali dipercaya. Buat gue ini bukan cuma soal brand artist, tapi juga perjalanan dan proses berkembang di dunia musik,” ujar Eric dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).

Dalam dunia perkusi modern, Meinl dikenal sebagai salah satu produsen simbal terkemuka yang produknya digunakan oleh banyak drummer profesional di berbagai negara. Brand asal Jerman tersebut memiliki beragam lini produk yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai genre musik, mulai dari rock, jazz, fusion hingga musik modern kontemporer.

Eric mengungkapkan bahwa alasan utama dirinya tetap memilih Meinl adalah karakter suara yang dinilai fleksibel dan mampu menyesuaikan berbagai kebutuhan musikal.

“Menurut gue Meinl itu balance. Hampir semua tipe simbalnya punya karakter yang enak dipakai dan cocok buat banyak genre musik,” katanya.

Selain kualitas suara, faktor ketahanan produk juga menjadi pertimbangan penting. Menurut Eric, durabilitas simbal Meinl menjadi salah satu alasan yang membuatnya tetap nyaman menggunakannya dalam berbagai aktivitas bermusik, baik saat latihan, proses rekaman di studio, maupun ketika tampil di atas panggung.

“Selama pakai Meinl, durabilitasnya bagus banget. Buat latihan, studio, sampai manggung tetap nyaman dipakai,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Eric turut memperkenalkan salah satu seri simbal favoritnya, yaitu Byzance Extra Dry Thin Ride. Produk tersebut dikenal memiliki karakter suara yang kering (dry), tajam, namun tetap mampu menghadirkan detail dan nuansa musikal yang kuat.

Karakteristik tersebut, menurut Eric, sangat sesuai dengan kebutuhan drummer masa kini yang dituntut mampu menghasilkan permainan agresif tanpa mengorbankan kualitas dan detail suara, baik dalam pertunjukan langsung maupun proses rekaman profesional.

Foto: Drummer muda Indonesia, Eric Sudrajat (kiri). (Dok-Istimewa)

Di luar aktivitasnya sebagai endorser dan drummer, Eric juga mengaku tengah fokus mempersiapkan karya musik terbaru bersama proyek band yang sedang digarapnya. Saat ini, setidaknya dua lagu baru telah memasuki tahap persiapan akhir dan direncanakan akan segera dirilis kepada publik dalam waktu dekat.

“Sekarang lagi fokus nyiapin lagu-lagu baru supaya bisa segera dirilis,” ungkapnya.

Sementara itu, Brand Manager Meinl di Tiga Negeri Musik House, Bani Ismail, menjelaskan bahwa keputusan untuk kembali menggandeng Eric didasarkan pada perkembangan karier dan kontribusinya yang dinilai konsisten di dunia musik Indonesia.

Menurut Bani, Eric tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang kuat sebagai drummer, tetapi juga berperan aktif dalam membangun ekosistem komunitas musik, khususnya komunitas drummer muda.

“Eric punya karakter permainan yang kuat dan aktif di komunitas drummer. Kami melihat dia bukan hanya sebagai musisi, tapi juga figur yang bisa menginspirasi drummer muda Indonesia,” kata Bani.

Ia menambahkan bahwa Indonesia saat ini memiliki banyak talenta muda yang potensial untuk berkembang ke level yang lebih tinggi. Oleh karena itu, dukungan dari industri musik, termasuk produsen alat musik dan pelaku industri kreatif, menjadi faktor penting dalam membuka ruang pertumbuhan bagi generasi baru musisi Indonesia.

“Kami ingin terus mendukung musisi muda Indonesia supaya punya ruang berkembang dan semakin dekat dengan industri musik profesional,” ujarnya.

Perkembangan teknologi digital dan media sosial juga dinilai turut mengubah cara musisi membangun karier. Jika sebelumnya akses menuju industri musik profesional cenderung terbatas, kini para musisi muda memiliki lebih banyak ruang untuk menunjukkan kemampuan melalui platform digital, karya independen, hingga aktivitas komunitas.

Dalam konteks tersebut, Eric menjadi salah satu contoh bagaimana konsistensi berkarya, keterlibatan dalam komunitas, serta pemanfaatan media digital dapat menjadi modal penting dalam membangun eksistensi di industri musik yang kompetitif.

Menutup sesi diskusi, Eric membagikan pesan kepada generasi muda yang ingin mulai menekuni dunia musik, khususnya instrumen drum. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk memulai dan kesediaan menjalani proses belajar secara berkelanjutan.

“Mulai aja dulu. Jangan takut belajar dan mencoba. Proses itu yang paling penting,” tuturnya.

Kembalinya Eric Sudrajat sebagai Meinl Artist Indonesia bukan hanya menjadi pencapaian pribadi bagi sang musisi, tetapi juga mencerminkan semakin terbukanya peluang bagi talenta muda Indonesia untuk memperoleh pengakuan di industri musik yang lebih luas.

Dengan dedikasi, konsistensi, dan semangat untuk terus berkembang, generasi baru musisi Indonesia dinilai memiliki kesempatan besar untuk menembus pasar nasional maupun internasional di masa mendatang.

Reporter: Fahmy Nurdin

Editor; Fahmy Nurdin

Berita Terkait

Gala Premiere Film Horor “Lastri: Arwah Kembang Desa” Hadirkan Duka dan Dedikasi untuk Gary Iskak
Kasus Dugaan Penganiayaan yang Libatkan Mantan Istri Andre Taulany Naik ke Penyidikan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Ulang Saksi
Fariz RM Tegaskan Kasus Hak Cipta Bukan Soal Uang, Melainkan Penghormatan terhadap Karya dan Etika
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku Umrah, Tegaskan Tak Terlibat Investasi dalam Kasus Hanania Travel
Bayu Oktara Luncurkan Buku “Suara yang Menggerakkan Dunia”, Dorong Generasi Muda Wujudkan Mimpi Melalui Komunikasi Efektif
Bayu Oktara Luncurkan Buku Suara yang Menggerakkan Dunia, Dorong Generasi Digital Kuasai Seni Komunikasi
Grand Final SUCI 12 KompasTV Pecahkan Rekor Antusiasme, Mukmin Keluar sebagai Juara dan Raih Mobil Listrik
Deolipa Yumara Ambil Alih Pendampingan Hukum Herawati dan Nia, Dorong Penyelesaian Damai dalam Sengketa dengan Erin Taulany
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:33 WIB

Gala Premiere Film Horor “Lastri: Arwah Kembang Desa” Hadirkan Duka dan Dedikasi untuk Gary Iskak

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:32 WIB

Kasus Dugaan Penganiayaan yang Libatkan Mantan Istri Andre Taulany Naik ke Penyidikan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Ulang Saksi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:55 WIB

Fariz RM Tegaskan Kasus Hak Cipta Bukan Soal Uang, Melainkan Penghormatan terhadap Karya dan Etika

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:16 WIB

Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku Umrah, Tegaskan Tak Terlibat Investasi dalam Kasus Hanania Travel

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:44 WIB

Bayu Oktara Luncurkan Buku “Suara yang Menggerakkan Dunia”, Dorong Generasi Muda Wujudkan Mimpi Melalui Komunikasi Efektif

Berita Terbaru