Menko Airlangga Dorong Inklusi Keuangan Syariah untuk Perkuat Ekonomi

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah terus memperkuat ekosistem ekonomi syariah untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan sosial. Penguatan dilakukan melalui perluasan inklusi keuangan syariah, akses pembiayaan, pengembangan industri halal hingga optimalisasi potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).

Pemerintah terus memperkuat ekosistem ekonomi syariah untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan sosial. Penguatan dilakukan melalui perluasan inklusi keuangan syariah, akses pembiayaan, pengembangan industri halal hingga optimalisasi potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).

JAKARTA –  Pemerintah terus memperkuat ekosistem ekonomi syariah untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan sosial. Penguatan dilakukan melalui perluasan inklusi keuangan syariah, akses pembiayaan, pengembangan industri halal hingga optimalisasi potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan prinsip keadilan menjadi salah satu landasan penting dalam pembangunan ekonomi. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Simposium Sumbangan Ekonomi Pancasila, Ekonomi Islam, dan Ekonomi Konvensional: Menuju Pembangunan Indonesia yang Berkeadilan Sosial di Jakarta, Selasa (8/9).

“Kebijakan ekonomi kita, pembangunan harus memberikan manfaat yang adil bagi seluruh masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu,” ujar Airlangga.

Ia mengatakan perekonomian Indonesia masih tumbuh kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen. Sementara realisasi investasi mencapai sekitar Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan.

Menurut Airlangga, pertumbuhan ekonomi tersebut perlu diikuti dengan perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Saat ini, tingkat inklusi keuangan konvensional telah mencapai 93,53 persen, sedangkan inklusi keuangan syariah masih sekitar 13 persen.

Di sisi lain, tingkat literasi keuangan syariah telah mencapai lebih dari 43,07 persen. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan masih besarnya ruang untuk meningkatkan pemanfaatan layanan keuangan syariah, khususnya di wilayah perdesaan, sektor pertanian, dan UMKM.

Pemerintah juga mendorong kepemilikan rekening perbankan bagi masyarakat. Selain memperluas akses terhadap layanan keuangan, rekening tersebut dapat digunakan untuk mendukung penyaluran berbagai program pemerintah, termasuk bantuan sosial, sekaligus mendorong penggunaan sistem pembayaran digital.

Dorong Pembiayaan UMKM
Airlangga mengatakan penguatan ekonomi syariah juga perlu dilakukan melalui perluasan akses pembiayaan. Pemerintah mendorong pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah bagi pelaku usaha, terutama UMKM.

Penguatan sektor perbankan syariah juga terus dilakukan agar mampu meningkatkan pembiayaan produktif dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain pembiayaan, pemerintah melihat potensi besar dari ZISWAF. Potensi tersebut dinilai perlu dioptimalkan melalui koordinasi dan konsolidasi antarlembaga sehingga dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“IAEI tentunya harapannya bisa menjadi penggerak kolaborasi ekonomi Islam untuk pembangunan Indonesia dengan menghubungkan gagasan, kebijakan, dan ekosistem ekonomi syariah,” kata Airlangga.
Ia berharap simposium tersebut dapat menghasilkan pemikiran dan rekomendasi yang konstruktif bagi kebijakan pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan sosial.

Industri Halal dan Model Aceh
Pemerintah juga terus memperkuat industri halal melalui sertifikasi halal dan peningkatan kapasitas UMKM. Penguatan sumber daya manusia, tata kelola, serta sinergi antara UMKM dan industri keuangan syariah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem halal nasional.

Airlangga mencontohkan Aceh sebagai salah satu daerah yang dapat menjadi model pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Ekosistem di wilayah tersebut dinilai menunjukkan sinergi antara perbankan, lembaga keuangan nonbank, serta keuangan sosial melalui Baitul Mal.
Model tersebut, kata dia, dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain dalam mengembangkan ekosistem ekonomi syariah.

Sementara itu, Menteri Agama sekaligus Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Nasaruddin Umar menilai penguatan ekonomi umat perlu dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan berbagai sumber keagamaan untuk pemberdayaan ekonomi.
Ia mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, serta sumber keagamaan lainnya.

“Kesadaran syariahnya ditingkatkan, kesadaran membayar zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, dan juga sumber-sumber keagamaan yang lain, dan itu pasti akan sangat bermanfaat untuk kita semuanya,” ujar Nasaruddin.

Dengan potensi keuangan syariah, industri halal, pembiayaan, dan keuangan sosial yang besar, pemerintah berharap ekonomi syariah dapat memberikan kontribusi lebih luas terhadap perekonomian nasional sekaligus memperkuat peran UMKM dan memperluas akses ekonomi masyarakat

Berita Terkait

Nendia Primarasa Perkuat Kiprah sebagai Katering Pilihan Event Akbar
JAPFA dan Koperasi LPER Perkuat Kemitraan Peternak Ayam Broiler di Gunungkidul
Kemnaker Siapkan Kompetensi Tenaga Kerja Sambut 9 Juta Green Jobs
Menteri UMKM Maman: Perkuat Pasar Domestik Sebelum Genjot Ekspor
BRI Pondok Indah Ubah Wajah Layanan Perbankan, dari Antrean ke Layanan Serba Digital
Yello Harmoni Jakarta Padukan Staycation dan Kuliner Jepang untuk Menemani Akhir Pekan
RRI Bentuk Satgas Jurnalisme Berkualitas Hadapi Disrupsi dan Disinformasi
Dari Upah Rp5.000 hingga Songket Rp20 Juta, Eridal Bawa Dal Songket Menembus Pasar Premium
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari OKJAKARTA.COM di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:19 WIB

Menko Airlangga Dorong Inklusi Keuangan Syariah untuk Perkuat Ekonomi

Jumat, 4 September 2026 - 19:43 WIB

Nendia Primarasa Perkuat Kiprah sebagai Katering Pilihan Event Akbar

Jumat, 4 September 2026 - 15:17 WIB

JAPFA dan Koperasi LPER Perkuat Kemitraan Peternak Ayam Broiler di Gunungkidul

Kamis, 3 September 2026 - 08:43 WIB

Kemnaker Siapkan Kompetensi Tenaga Kerja Sambut 9 Juta Green Jobs

Kamis, 3 September 2026 - 08:10 WIB

Menteri UMKM Maman: Perkuat Pasar Domestik Sebelum Genjot Ekspor

Berita Terbaru

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan inflasi Indonesia secara tahunan atau year-on-year (YoY) pada Agustus 2026 mencapai 3,19 persen. Sementara secara bulanan atau month-to-month (MtM), inflasi Agustus 2026 tercatat naik 0,21 persen dibandingkan Juli 2026.

Nasional

Mendagri Ungkap Inflasi RI Agustus 2026 Capai 3,19 Persen

Selasa, 8 Sep 2026 - 16:28 WIB